Minggu, 29 September 2024

RUMAH KUNO PENINGGALAN IBU NUNING JADI TEMPAT NGEWE

 “Saya telah memberitahukan tuan dan nyonya kalau rumah ini terlalu banyak misteri. Bukannya tahayul tapi kenyataan. Boleh dibilang tak ada orang yang kuat tinggal di rumah ini. Ya, termasuk saya. Saya dan keluarga hanya bertahan delapan bulan. Sebelum tuan dan nyonya menyesal, sebaiknya dipikirkan terlebih dahulu.” Hariz menatap sepasang suami istri di hadapannya bergantian yang duduk di seberang meja.

Sepasang suami istri di depan Hariz sebenarnya duda dan janda yang dipersatukan dalam ikatan perkawinan. Keduanya menikah enam tahun yang lalu dengan membawa masing-masing anak ke dalam perkawinan mereka. Si suami bernama Lucas (43 tahun) yang membawa dua anak laki-laki yaitu Raymond (23 tahun) dan Daniel (20 tahun). Sementara si istri bernama Hanna (40 tahun) yang membawa satu anak perempuan bernama Adelia (18 tahun).   JUDI ONLINE SLOT 

“Keluarga kami tidak percaya tahayul. Kami lebih percaya pada logika. Bagaimana anda bisa percaya akan adanya






                              tahayul atau hal-hal mistis di jaman internet seperti sekarang ini?” Ucap Lucas sambil tersenyum geli, karena hal-hal seperti ini sangat tidak masuk akal baginya.

Hariz tersenyum miris. Sebenarnya dia merasa tidak tega. Namun sebagai manusia yang masih memerlukan uang, dengan sangat terpaksa Hariz membiarkan rumah penuh misteri miliknya dijual kepada Lucas dan Hanna. Hariz pun menyodorkan dua eksemplar surat perjanjian jual beli kepada Lucas.

“Tanda tangani surat perjanjian ini.” Ucap Hariz lemas. Tanpa berpikir panjang, Lucas pun menandatangani surat perjanjian jual beli tersebut. Setelah Hariz menerima satu eksemplar surat perjanjian jual beli yang telah ditandatangi Lucas, ia pun berkata, “Apakah tuan dan nyonya memiliki putra?”

“Kami memiliki tiga anak, dua putra dan satu putri. Sulung kami sudah menikah dan telah memiliki rumah sendiri. Dua yang lain masih lajang. Mereka masih tinggal bersama kami.” Jawab Hanna.

“Anak laki-laki yang masih serumah … Umurnya berapa?” Suara Hariz terdengar tipis dan was-was.

“Duapuluh tahun.” Suara Lucas lebih dari sedikit tajam. “Kenapa anda menanyakan itu?”

“Oh, tidak apa-apa … Hanya ingin tahu saja.” Haris tergagap sambil menggelengkan kepala. “Rumah ini mungkin akan menguji pernikahan anda.”

Bibir Hanna yang cantik dan mungil langsung melengkung merosot menjadi kerutan. Hanna meletakkan tangan kirinya di tangan kanan Lucas dan meremasnya. Hanna mulai merinding karena merasa ditakut-takuti. Cincin kawin Hanna yang besar menonjol di jari-jarinya yang halus.

“Pernikahan kami solid, Tuan Hariz. Dan ini bukan rumah pertama yang kami beli. Kami pernah tinggal beberapa kali dengan rumah yang katanya menyeramkan. Dan kami baik-baik saja.” Ucap Hanna berusaha menentramkan diri.

“Ya, aku berharap tuan dan nyonya akan tetap solid setelah tinggal di rumah ini.” Kata Hariz yang dalam hatinya sangat menyangsikan ucapannya sendiri. “Mudah-mudahan tuan dan nyonya berjodoh dengan rumah ini.”

“Em … Saya merasa kalau anda ingin mengatakan rumah ini sangat berbahaya bagi keutuhan rumah tangga kami. Sebenarnya bagaimana rumah ini?” Tanya Lucas menjadi penasaran.


                                          “Karena anda sudah menjadi pemilik rumah ini, maka saya akan mengatakan sedikit misteri yang ada di rumah ini.” Hariz menjeda sebentar uraiannya dan langsung saja aura ketegangan menyelimuti mereka. Setelah menghela nafas, Hariz pun melanjutkan penjelasannya, “Rumah ini adalah peninggalan seorang wanita yang bernama Ibu Nuning. Beliau adalah istri dari pejabat kompeni saat kita masih dijajah Belanda. Usia rumah ini sudah lebih 300 tahun. Ya, anda boleh percaya atau tidak, Ibu Nuning selalu menampakkan dirinya di waktu-waktu tertentu.”

“He he he … Kalau Ibu Nuning menemuiku … Aku akan langsung berkenalan dengannya, dan mungkin saya akan mengajaknya berkencan. He he he …” Kata Lucas yang sama sekali tak percaya dengan ucapan Hariz, bahkan meremehkan.

“Aku harap anda tidak bertemu dengannya.” Ucap Hariz sambil bermuka sedih. “Baiklah … Karena transaksi sudah selesai, maka dengan ini saya menyerahkan surat-surat kepemilikan tanah dan bangunan pada anda.” Hariz menyodorkan sebuntel berkas kepemilikan rumah kepada Lucas.

“Terima kasih.” Ucap Lucas sembari menerima berkas-berkas kepemilikan rumah dan tanah yang baru dibelinya.

Hariz kemudian pergi dengan membawa perasaan senang sekaligus sedih. Senang karena Hariz berhasil menjual rumah misteri yang telah menghancurkan keluarga bahagianya. Sedih karena dia merasa berdosa pada Lucas dan Hanna, seolah-olah dia telah mengantarkan keluarga itu ke jurang kehancuran yang paling dalam.​

“Tulang-tulang rumah masih sangat bagus. Kayu jati asli memang sangat tahan lama. Tambah lama tambah keras.” Lucas menatap rumah yang baru saja ia beli dengan senyum puas. Rumah bergaya Belanda kuno tersebut di sebagian besar masih tampak baik. Di titik-titik tertentu perlu perbaikan, namun tidak ada yang terlalu mengkhawatirkan. Dua menara masih berdiri tegak dan kokoh di kedua sisi rumah. Desain rumah klasik ini selain memiliki nilai artistik yang sangat tinggi juga sangat nyaman untuk ditinggali karena bentuknya yang sangat unik.

“Bagaimana menurutmu, sayang?” Tanya Lucas pada Hanna.

“Aku masih kaget dengan harganya.” Hanna berjalan di samping suaminya. Terdengar bunyi berderak di bawah sepatu ketsnya. Hanna menyelipkan lengan di pinggang Lucas dan meremasnya. “Kita beruntung, sayang.” Hanna mencium pipi Lucas dan kemudian melihat kedua anak mereka yang sedang berjalan mendekat. “Kalian pasti menyukai rumah baru kita.” Lanjut Hanna pada Daniel dan Adelia.

“Wow! Kita tinggal di sini? Rumanya besar sekali.” Ucap Daniel terkagum-kagum. Daniel adalah seorang remaja tampan yang memiliki tubuh sangat ideal. Daniel memang punya badan kekar atletis, dadanya bidang serta otot-otot perutnya membentuk enam kotak mengagumkan. Banyak gadis yang merasa gemas apabila melihat pemuda itu. “Berapa kamar, Bu?” Daniel tidak bisa berpaling dari rumah barunya, memperhatikan aksen sirap sisik ikan tua dan bentuk geometris yang terukir halus di sekitar jendela. Selama dua puluh tahun, dia belum pernah melihat yang seperti ini.

“Ada empat belas ruangan, Daniel.” Hanna kembali meremas pinggang suaminya, kemudian berjalan mendekat dan berdiri di samping putranya. “Enam kamar tidur, tiga kamar mandi, ruang tamu, ruang kerja, perpustakaan, dapur, ruang makan, dan tentu saja, pintu masuk yang megah.”

“Empat belas?” Daniel menatap mata cokelat ibu tirinya yang hangat.

“Sebenarnya belum pasti, masih ada ruangan lain yang belum ibu periksa.” Hanna tersenyum padanya. “Ada kamar di sebelah ruang kerja yang terkunci. Penjualnya bilang dia tidak punya kuncinya.”

“Wow keren …” Kini Adelia bersuara. Sama seperti Daniel, gadis cantik itu terkagum-kagum dengan rumah barunya. Mata Adelia terus memperhatikan sekelilingnya. Adelia merasa takjub dan tanpa sadar mulutnya sedikit menganga.

Sebuah truk pickup melaju di jalan masuk rumah dan diparkir di samping rumah. Kakak Daniel, Raymond, melambai pada Daniel dengan gaya sinis dari kursi pengemudi. Istrinya, Nidya, melambai dan tersenyum pada Daniel juga sangat ramah. Nidya memiliki rambut hitam yang digelung ke atas, dan dia mengenakan t-shirt ketat. Daniel merasakan kurang senang dengan kedatangan Raymond, tetapi selalu mengharapkan kehadiran Nidya.

“Ya … Si brengsek datang!” Gumam Daniel sambil menatap ibu tirinya.

“Kamu tidak boleh begitu sama kakakmu. Sengaja ibu suruh dia datang untuk membantu beres-beres. Kita perlu tenaga.” Hanna menenangkan Daniel sambil memegang bahunya.

“Kenapa? Ngadu lagi? Dasar anak Mami!” Ujar Raymond kasar sambil sengaja menyenggol badan Daniel. Daniel menghela nafas sambil menahan amarah. Dalam hati, Daniel ingin sekali meninju mukanya.

“Dia tidak bersungguh-sungguh. Hanya bercanda.” Nidya berjalan dan memberi Daniel senyum simpatik. “Dia sebenarnya sangat perhatian padamu.” Nidya menepuk bahu kiri Daniel, lalu mengikuti suaminya masuk lebih dalam di rumah itu.

“Dia bersungguh-sungguh.” Bisik Adelia yang kini sedang berdiri di samping Daniel sambil terus menatap serta mengagumi rumah baru mereka. “Ini benar-benar monster, bukan?”


                                                      “Raymond atau rumah?” Daniel memandang Adelia, mengagumi senyumnya yang manis dan ramah.

“Keduanya?” Jawab Adelia sambil terkikik pelan.

“Ya, kamu benar.” Sahut Daniel. “Ayo, Adel, ayo kita pilih kamar kita!”

“Oke.” Kata Adelia sambil mengikuti langkah kakaknya.​

Lalu, mereka pun membersihkan rumah sebelum menempatkan barang-barang ke dalam ruangan baru. Mereka senang dengan rumah barunya yang jauh lebih mentereng dibandingkan dengan rumah sebelumnya. Hanna dan Lucas mengambil kamar tidur utama di lantai dua sebagai kamar mereka. Daniel mengambil kamar tidur di lantai dua yang sangat luas, dan bahkan ada bilik lemari. Sedangkan Adelia ingin memiliki ruang yang lebih privasi. Gadis itu mengambil kamar tidur di menara timur, di atas kamar Daniel.

Raymond dan Nidya menyiapkan kamar tidur tamu untuk diri mereka sendiri di seberang lorong dari kamar tidur utama. Pasangan itu berencana menghabiskan akhir pekan di rumah baru orangtuanya. Mereka akan tinggal di sana pada Sabtu malam ini, membantu merapikan barang-barang pada hari Minggu, kemudian pulang pada Minggu malam, kembali ke rumah sederhana mereka di seberang kota.

Rumah itu jelas merupakan produk pada zamannya. Hanya jalan masuk dan ruang tamu di lantai dua yang memiliki tata ruang terbuka. Semua kamar lain tertutup dan terkotak-kotak. Di sekeliling rumah, ada panel kayu yang kaya dengan ukiran dan tatahan yang cantik. Pembangun rumah ini rupanya sangat suka menuangkan detail yang berlebihan. Rumah besar seperti ini tentu saja akan menghabiskan biaya yang tidak sedikit ketika rumah itu dibangun pada tahun 1716.

Hari sudah gelap, akhirnya keluarga itu menikmati pizza yang telah dipesan dan diantar oleh ojeg online. Semuanya makan pizza sambil berbincang-bincang tentang rumah baru mereka. Daniel yang tidak ingin berlama-lama dengan Raymond, pamit untuk mandi di seberang lorong dari kamar tidur barunya. Daniel melangkah memasuki kamar mandi yang lumayan luas itu. Ada shower dan bathtub juga di sana. Daniel pun mulai membersihkan badan yang sudah tak karuan.

Di lantai bawah, Hanna mencuci piring sambil memikirkan kemungkinan perlunya merombak ruang dapur agar lebih representatif. Bagi Hanna dapur adalah dunianya. Masakan apa saja bisa ditangani. Apalagi rendang dan sambaladonya. Tiba-tiba Hanna merasa ada hawa dingin di belakangnya. Hanna pikir Lucas sedang berjalan dan mendekatinya. Tak lama, Hanna latah spontan karena pantatnya ditepuk.

“Hei! Apa yang kamu lakukan, Lucas!” Pekik Hanna setengah kesal sambil terus mencuci piring.

“Apa?” Lucas agak berteriak dari tempat dia yang sedang membersihkan meja makan dengan bantuan Nidya.

Sontak saja, denyut nadi Hanna bertambah cepat dan dia berbalik, tetapi tidak ada seorang pun di belakangnya. Hanna berpikir tidak mungkin Lucas dengan sangat cepat kembali ke tempatnya setelah menepuk pantatnya. Hanna mematikan kran air wastafel dan meletakkan tangannya di pinggul. Ini aneh. Dia berani bersumpah seseorang memukul pantatnya. Hanna menatap lekat ke arah Lucas, sementara pikirannya seperti mengambang di udara.

“Tidak ada, sayang,” Hanna kemudian merespon. Lucas pun kembali membersihkan meja.

Dan sekarang, Hanna masih tertegun. Setengah kesadarannya seakan hilang saat memikirkan kejadian yang baru saja ia alami. Bahkan syaraf-syaraf otaknya seperti menggerakannya. Tanpa sepatah kata pun, Hanna berjalan keluar dari dapur, menyusuri lorong, dan ke atas. Pikiran muncul di benak Hanna bahwa dia harus menggunakan kamar mandi meskipun dia benar-benar tidak tahu apa yang akan dilakukan di sana. Hanna berjalan ke kamar mandi di seberang kamar baru Daniel. Hanna membuka pintu dan menyelinap masuk begitu saja. Hanna bisa mendengar Daniel bernyanyi dengan lembut saat dia menggosok dirinya sendiri. Jantung Hanna berdegup kencang. Hanna membiarkan pintu terbuka di belakangnya dan berjalan ke tirai kamar mandi. Entah apa yang Hanna pikirkan, dia merasa perlu membuka tirai.

“I can’t stop loving you …” Daniel masih terus bernyanyi. Tiba-tiba tirai kamar mandi terbuka dan Daniel memekik bernada tinggi. Dia berbalik untuk melihat ibunya berdiri di sana dengan pandangan jauh di matanya. “Sial, Bu, apa yang ibu lakukan?” Teriak Daniel sembari menutupi kemaluannya dengan kedua tangan.

Jeritan itu menyadarkan Hanna. Dia seperti terbangun dari mimpinya. “Oh, maafkan aku, Daniel. Aku tidak tahu ada orang di sini.” Dia menatapnya dari atas ke bawah. Tubuh remajanya yang sembada dan licin karena air. Dia tidak bisa tidak memperhatikan tubuh Daniel yang atletis. “Aku… um… Ibu kira kamar mandi ini kosong.”

“Apakah ibu tidak mendengarku bernyanyi?” Ucap Daniel sembari membalikkan badan. Lagi-lagi mata Hanna disuguhkan oleh bokong remajanya yang seksi. “Keluar, Bu!!!”

“Tentu saja, maaf. Maafkan ibu, Daniel.” Hanna mundur kembali ke lorong dan menutup pintu.

Itu semua sangat aneh. Tiba-tiba Hanna merasa sangat aneh. Wanita cantik itu berjalan kembali ke tangga dengan perasaan paling aneh yang pernah ia rasakan. Hanna seperti bergerak dalam gaun kolot. Dia seperti orang lain, bukan sebagai diriya. Hanna lalu menatap ke tubuhnya untuk memastikan bahwa dia sebenarnya masih mengenakan t-shirt dan celana jins. Hanna mencoba mengatur nafas. Berusaha mengeyahkan pikiran aneh dari kepalanya. Setelah agak tenang, Hanna pun masuk ke kamarnya lalu merebahkan diri di atas kasur. Pikiran Hanna terasa sangat lelah dan tak lama ia pun tertidur pulas.​   JUDI ONLINE SLOT 

Sesuatu membangunkan Daniel di tengah malam. Matanya terbuka karena silau dengan nyala lampu, padahal sebelum tidur lampu dimatikan. Daniel merasakan udara dingin menyambar kulitnya. Udara malam yang dingin menyelimuti sekitar ruangan. Tirai jendela Daniel berkibar di bawah sinar bulan saat angin sepoi-sepoi bertiup melalui jendelanya yang terbuka. Kapan dia membuka jendela? Dan jika angin bisa membuka jendela pasti angin yang bertiup adalah angin yang besar bukan angin sepoi-sepoi. Daniel melihat ke pintu kamar tidurnya dan melihat pintu itu juga terbuka. Padahal sebelum tidur ia telah menutupnya. Itu aneh.


                                                    Bunyi gedebuk terdengar di aula dan bergema ke kamarnya. Itu juga yang membuatnya terbangun. Dan kemudian terdengar suara pukulan yang lain. Tak lama, suara itu menjadi suara ketukan berirama yang stabil. “Itu bukan suara hantaman melainkan suara tamparan,” pikir Daniel dalam hati. Mungkin kakaknya yang menjijikan mencoba mengerjainya. Daniel membuka selimut dan berjalan menuju pintu. Lantai yang halus dan dingin menempel di kakinya. Daniel memeluk dirinya sendiri melawan angin. Di kamarnya sangat dingin.

Begitu sampai di pintu, Daniel mengintip ke aula. Di sebelah kanannya semuanya sunyi di tangga yang menuju ke kamar saudara perempuannya di menara timur juga tak ada apa-apa. Di sebelah kirinya, aula itu memanjang jauh. Melewati tangga besar, sampai ke pintu kamar tidur utama yang tertutup di mana orangtuanya tidur.

“Apa?” Mata Daniel melebar.

Seorang wanita telanjang dengan rambut hitam panjang menjuntai ke bawah, payudara besar, dan perut hamil menyandarkan sikunya di pagar yang menghadap ke tangga besar. Daniel hanya bisa mendengar dengkuran lembut si wanita hamil tersebut. Di belakang si wanita sedang ‘bekerja’ seorang pria muda yang mungkin seumuran Daniel, atau mungkin sedikit lebih tua. Si pemuda mencengkeram pinggul wanita hamil itu dan mendorong kemaluannya keluar masuk organ intim si wanita dengan penis besarnya. Gerakan si pemuda begitu cepat, Daniel mengira si pemuda akan segera klimaks, tetapi sebaliknya, dia malah menabraknya lagi dan lagi. Di lantai, di sekeliling pasangan yang sedang kawin itu berserakan pakaian kuno. Tentu saja, penis Daniel mengeras di bawah piyamanya.

Wanita berambut hitam panjang itu menoleh dan menatap Daniel. Mata hitamnya berkobar ke dalam jiwanya. “Itu dia, sayang. Ooohh…” Si wanita menggertakkan giginya dengan setiap dorongan. “Ikatan dan kontrak yang harus dibuat.” Si wanita berbicara dengan lembut tetapi kata-kata itu terbawa ke lorong panjang menuju Daniel. “Kami membayar dan menerima dan Iblis mengambil haknya.” Seluruh tubuhnya bergoyang luar biasa dengan setiap dorongan keras. Daniel merasakan gairahnya terbakar hanya dengan melihat aktivitas senggama mereka. Daniel tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya. Tapi yang pasti pemuda itu sangat menginginkannya.

“Siapa… Siapa…?” Daniel tergagap. “Kamu siapa?”

“Saya ibu Nuning … Kamu tidak mengenal saya. Tapi kamu bisa seperti kuda pejantan yang hebat jika kamu mau.” Wanita itu tersenyum manis dengan senyum sendu. “Kamu bisa mempunyai semua yang kamu lihat sekarang.”

“Bagaimana?” Daniel memperhatikan buah pantat si wanita yang bergetar karena tumbukan dan lekuk indah punggungnya yang halus.

“Kamu hanya perlu mengatakan bahwa kamu menginginkan saya.” Ibu Nuning menggerutu saat pemuda di belakangnya mempercepat gerakannya. Tidak ada kelembutan di bawah sana. “Katakan kamu akan membayar harga untuk memiliki apa yang kamu inginkan.”

“Aku… aku…” Daniel memang menginginkannya.

“Katakan persetujuanmu, sayang. Kemudian, kamu akan menikmati kesenangan ini.” Ibu Nuning mengejang nikmat saat si pemuda mendengus dan berhenti bergerak. Jelas si pemuda klimaks di dalam tubuh Ibu Nuning. Wanita hamil itu pun mendorong tubuh si pemuda hingga penyatuan tubuh mereka terlepas. Ibu Nuning berdiri si sebelah si pemuda sambil memegang penisnya yang masih tegak dan keras. “Bayar harganya dan kamu bisa mendapatkan apa yang dimiliki pemuda yang manis ini. Selama-lamanya.” Ibu Nuning terus menatap Daniel sambil menyeringai.

“Saya mau kamu.” Daniel tidak tahu berapa harganya, tetapi dia lebih dari bersedia membayar apa pun. “Aku akan membayar harganya.”

“Anak baik.” Kata Ibu Nuning. Dan dengan itu, Ibu Nuning dan pemuda di sebelahnya menghilang, bersama dengan semua pakaian mereka.

“Halo?” Ucap Daniel pelan sembari mengedarkan pandangan.

Tiba-tiba Daniel merasakan kehangatan di penisnya yang kaku. Awalnya terasa menyenangkan, tetapi kemudian dengan cepat menjadi tak tertahankan. Itu sangat panas. Bolanya juga. Segala sesuatu di bawah sana terasa seperti terbakar. Daniel berlari melintasi aula menuju kamar mandi lalu menyalakan pancuran air dingin ke dalam bathtub. Daniel melompat dengan piyamanya yang masih terpasang dan menurunkan pantatnya. Air dingin tidak membantu mendinginkan penisnya yang demam. Penis Daniel bersinar dengan warna kemerahan yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

Tak lama Daniel menyaksikan dengan mulut menganga kalau penisnya tumbuh. Dengan setiap denyut nadinya, itu menambah ketebalan dan panjangnya. Urat-urat vena mendefinisikan diri mereka sendiri di sepanjang porosnya. Kepala penis membengkak dan berubah warna menjadi ungu tua. Daniel berusaha untuk tidak hiperventilasi. Setelah beberapa menit, penisnya berhenti tumbuh dan menonjol dari tubuhnya yang atletis dengan proporsi yang mengerikan. Mungkin panjangnya tidak kurang dari 20 sentimeter dan sangat tebal. Cahaya meninggalkan penisnya, lalu menyebar ke bolanya. Sekarang mereka juga tumbuh seiring dengan setiap detak jantungnya. Daniel mengulurkan tangan dan meraih penisnya dengan kedua tangan dan membelai. Dia belum pernah merasakan kesenangan seperti itu sebelumnya. Ketika bolanya berhenti mengembang, bola-bola itu cukup bengkak dan terlihat urat ungu kecil yang bersilangan.


                                       “Ya Tuhan, aku … akan … meledak.” Daniel melepaskan semburan air mani ke tirai kamar mandi dan menyiprat ke lututnya. Itu lebih banyak air mani daripada yang biasa dia hasilkan dalam sebulan penuh. Penisnya menjadi lembut, tetapi itu masih sangat besar.

Daniel membersihkan air mani ke saluran pembuangan, berdiri, dan mematikan pancuran. Masih basah kuyup, Daniel segera keluar dari kamar mandi dan masuk ke aula. Penisnya berayun seperti pendulum di antara pahanya. Daniel berhasil menyeberangi lorong hingga sampai ke kamar tidurnya, menutup pintu di belakangnya, dan membersihkan tubuhnya lalu membaringkan badan yang telanjang di tempat tidur. Daniel melihat ‘perkakas’ miliknya. Daniel sangat ketakutan. Itu terlalu besar. Daniel benar-benar gusar tapi untungnya ia segera tertidur, dan memimpikan mimpi surgawi, menyetubuhi Ibu Nuning dari belakang.​

Semua orang menyukai hari minggu, seperti mereka-mereka yang menantikan sebuah hari kemenangan. Begitu pula dengan Hanna. “Minggu yang cerah membuatku sangat bersemangat, ditambah rumah ini, membuatku semakin bersemangat,” pikir Hanna dalam hati sambil berjalan menyusuri aula lantai dua dengan mengenakan gaun terusan sebatas lutut yang kasual. Ini adalah pagi yang cerah dan sebagian besar keluarga sedang sarapan di ruang makan kecuali Daniel. Daniel belum bangun, yang sangat tidak biasa baginya. Daniel sering menjadi orang pertama yang bangun dan sarapan. Daniel mungkin begadang karena membaca buku atau sesuatu. Hanna mengetuk pintu, tetapi tidak mendapat jawaban.

“Daniel, ibu masuk.” Hanna membuka pintu dan melangkah masuk. Hanna menemukan Daniel berbaring di atas selimut, tengkurap. Pantat seksinya hampir membutakan Hanna di bawah sinar matahari pagi. Hanna terkikik pada dirinya sendiri, betapa seksinya bokong Daniel. Sebenarnya ada keinginan untuk menyentuh bokong Daniel. Namun Hanna menahannya.

“Daniel?” Hanna berjalan ke tempat tidur dan mengguncang bahu Daniel. Lagi-lagi Hanna memperhatikan bokong Daniel yang bulat dan kuat. “Waktunya bangun, sayang.” Ucap Hanna lagi sembari menggoyang-goyangkan bahunya.

“Apa?” Dengan grogi, Daniel menoleh dan mengedipkan mata ke arah ibunya. Dia selalu tahu kalau ibu tirinya adalah wanita cantik, tetapi pada saat itu, Hanna terlihat sangat memikat. Mata Daniel tertuju ke belahan dadanya saat dia membungkuk. Pipi Daniel memanas dan Hanna menatap sambil tersenyum manis. Daniel memandang dada Hanna nanar. Buah dadanya begitu bulat proporsional tercetak dibalik gaun ketat yang ia kenakan.

“Sudah waktunya untuk bangun.” Hanna memperhatikan Daniel yang sedang mengintip gaunnya, tetapi Hanna tidak keberatan. Entah mengapa ada perasaan senang saat Daniel memperhatikan dadanya. “Kita akan berangkat ke gereja dalam satu jam. Kamu harus bersiap-siap dan sarapan dulu sebelum berangkat ke gereja.” Hanna menegakkan tubuh dan mengedipkan mata pada Daniel. “Cepatlah mandi dan berganti pakaian. Bersiaplah segera dan sarapan.” Hanna berusaha keras untuk tidak tertawa saat meninggalkan ruangan. Dia menutup pintu setelah keluar dari kamar.

“Oh, sial!” Daniel baru menyadari setelah Hanna pergi bahwa dirinya telanjang. Dia membalikkan tubuh hingga terlentang. Kontol raksasanya jatuh ke perutnya. “Oh, besar sekali.” Dia melihat ke bawah mengagumi harta warisan leluhurnya yang perkasa. Tapi, bagaimana dia bisa memasukkan semua itu ke dalam celana?

Daniel melompat dari tempat tidur, melakukan yang terbaik untuk menyelipkan monster itu dengan nyaman ke dalam celana dalam, dan mengenakan pakaian gerejanya. Ketika Daniel tiba di lantai bawah, dia menemukan saudara-saudaranya di ruang makan menghabiskan sarapan mereka.

“Si kunyuk baru bangun.” Kata Raymond di antara suapan. Raymond mengenakan setelan yang tidak pas, yang tidak bisa menahan bahunya yang lebar. Dia memakai dasi biru dibalik jasnya.

“Selamat pagi, Daniel.” Nidya memberi Daniel senyum sedih yang mengisyaratkan bahwa dia merasa kasihan pada Daniel, tetapi dia tidak bisa melakukan apa-apa.   JUDI ONLINE SLOT 

“Kenapa kamu berjalan sangat lucu?” Adelia memandang Daniel dari atas ke bawah saat Daniel duduk dan mengambil sarapan untuk dirinya sendiri.

“Hanya pegal-pegal karena kemarin.” Daniel berbohong sambil membalik dasi merahnya di atas bahunya untuk menjauhkannya dari makanan.

“Apakah kamu hernia, bro?” Raymond menertawakan leluconnya sendiri dan menatap istrinya. Nidya terpecah antara mendukung suaminya atau tidak ingin mempermalukan Daniel yang malang lebih jauh. Nidya memilih yang pertama dan tertawa kecil, tetapi tidak melakukan kontak mata dengan salah satu dari mereka.

Sabtu, 28 September 2024

KISAH PEMUDA DESA BERHUBUNGAN BADAN SAMA WANITA CANTIK

 



Hai suhu semuanya. setelah sekian lama jadi silent reader. Gw mau ikutan nulis juga ah disini. maaf kalo ceritanya berantakan. harap maklum sebelumnya ga pernah buat cerita. Semua nama tokoh di cerita ini saya ganti. kalo kejadiannya ya silahkan di tebak aja deh fiktif atau fakta. Gw jamin bukan repost deh.kalo gak percaya boleh di cek di semua forum hehehehe. yuk ah kita mulai

Sebelumnya perkenalkan nama gw Edi. gw hidup, bernafas, dan mencari makan di sebuah daerah di jawa tengah, Sebuah daerah di sekitar pantai selatan.
kehidupan disini ya kaya biasa penduduk jawa tengah ya bertani. Gw disini hidup sama kakek nenek juga sepupu cewek 1 orang. Orang tua gw kerja nyari duit di ibukota. Postur badan gw ya standar seperti kebanyakan orang. tinggi 170 cm. BB 70kg kira2. ga pernah nimbang juga sih. tapi proporsional dan agak kekar dengan kulit coklat gelap khas orang2 petani. adek sepupu gw namanya TARI. orangnya ga begitu gemuk tapi bisa di bilang montok. Umur kita ga beda jauh sih. Sekitar 2 tahun lebih muda dari gw. Kita sudah hidup bareng di rumah nenek dari kecil. bahkan kalo dulu sering mandi bareng. kadang kalo hujan turun selalu mandi bareng di bawah talang air. Waktu itu gw SMK dan adik sepupu gw yg namanya Tari itu di SMP. karna emang pemales jadi dia sempet tinggal kelas walopun sebenernya otaknya encer moncer, cuma penyakit malesnya itu udah stadium 3,5 kali yak.  POLA SLOT GACOR INI

Setiap hari gw selalu bantu mbah ( kakek nenek ) kesawah. ya nyangkul, nyiram tanaman palawija, bahkan angon kambing. Kalo lagi angon kambing tuh sering banget kalo lagi laper nyari pepaya yg udah mateng di pohon kebun orang. kalo lagi jaga kebun malem2 suka ambil singkong orang juga buat di bakar buat makan malem. hehehe. jangan ditiru yak. Gw tipikal orang yg supel. gampang banget kenal sama orang dan bergaul sama orang. ga heran dengan muka yg tampan ini ( narsis hehehe…) banyak orang yg suka (mungkin lebih enak dibilang simpati ya ehhe) dan baik banget sama gw dan keluarga gw, karna sebisa mungkin gw jaga nama baik keluarga.

Di suatu siang di sekolah gw, pelajaran olahraga pada saat itu. Sebenernya males ikut pelajaran karna seringnya kalo pelajaran olah raga biasanya ikut olahraga 30 menit sisanya nongkrong di kantin soalnya ni guru olah raga sebut saja Pak Nasikun orangnya juga pemales. kadang kasih perlengkapan olahraga doang trus ngilang gak tau kenapa. tapi siang ini ga tau dia kesambet setan mana jadi betah banget ngawasin kita. mau gak mau ya acting deh olahraga seadanya. Karna gw seneng jg sama sepakbola jadi gw ngambil bola futsal trus ngajakin temen2 koplak gw buat futsal aja seadanya yg penting keliatan ada aktifitas (pencitraan). udah 10 menit gw sama temen2 nendang2in bola gak jelas tiba2 ni bocah2 maen pada gak konsen. Dion, amir, tarjo, slamet pada gak konsen main bolanya ampe bolanya kemana nendangnya kemana. mata mereka menuju 1 titik di koridor sekolah. Ternyata ada pemandangan bagus di koridor sekolah menuju ruang guru. pemandangan itu adalah “BU MUS”. Guru bahasa inggris yg jadi idola cowo2 mesum di sekolah ini. Udah pasti jadi idola karna punya wajah cantik. kulit putih, badan proporsional walopun udah punya anak 3. yg bikin ngiler para pria penjahat lendir ini adalah buah dada dan pantat yg montok. karna dia sering olahraga setiap pagi setelah subuh sebelum mengajar. Bu Mus ini tinggal di rumah dinas yg di berikan sekolah di lingkungan tidak jauh dari sekolah. maklum selain beliau guru juga sebagai wakil kepala sekolah. di sekolah kami ber 5 sering dikatain sebagai PL=Penjahat lendir karena selain gw, 4 orang temen gw ini bisa di bilang pemasok video panas yg bikin panas dan puyeng kepala atas juga bawah (BF bahasa gaulnya).


                                            “Good Morning bu” ucap tarjo.

sambil di keplak kepala tarjo sambil dion ngomong “gundulmu amoh, Iki wis awan.(kepala lu lembek….ini udah siang)”.
bu mus cuma senyum dengan senyum manis kepada kita. seketika itu kita berlima bengong ngeliatin tuh bemper kekanan kekiri. saat asik bengong ngeliatin Pemandangan tadi tanpa disadari ada bola tenis melayang tepat menuju kantong menyan gw dan seketika “ADDUUUUUUUHHHHHHHH”. gw teriak kenceng yg bikin yg lagi bengong sadar dan malah tertawa kenceng setelah mereka tau kantong menyanku kena bola tenis.
Sambil mengaduh kesakitan samar2 gw liat 2 orang cewe buru2 mendekatiku yg lagi guling guling di tanah karna nahan ngilunya kena bola ( mungkin para cowo pernah ngerasain kena jackpot juga ). cewe itu ternyata Lina dan Suci. Lina adalah primadona di sekolah tapi jomblo. dg body yg aduhai yg bisa di bilang toketnya lebih besar dari rata2 dan wajah yg manis pasti banyak cowo yg coba mendekati. Suci adalah cewe tomboy dg perawakan lebih tinggi dari lina. sekitar 170 cm. banyak siswa siswi gosip katanya mereka pasangan lesbi. tapi gw ga percaya begitu aja.

sambil di papah tarjo gw dibawa ke UKS
“Ed, biji mu ilang ndak? pecah yo? hahahahaha” tarjo ngoceh  POLA SLOT GACOR INI
“ndak…pindah ke jidatmu” jawab gw kesel
“mangkanya kalo liat bokong jangan bengong…ada bola mau mendarat di sarang burung sampai ndak tau. hahahahaha ” dion sama slamet becanda.
“sakit ya ed? aduh maaf ya…duh pas kena itu lagi….nanti kamu mandul dong?” tanya lina
“eh anggak. cuma linu” jawabku
“hahahahahhaa…manuk mu di dol ae neng O*X….wis ra kanggo…( burungmu jual aja di O*X. udah gak kepake )” ucap. Slamet. kompak geng PL ketawa ngakak.

memang mereka adalah sahabat2 gw yg gokil tapi mulutnya kaya ember bocor….kalo ngomong ga pake filter…

Setelah sampai di UKS bel pergantian pelajaran berbunyi. gw rebahan di kasur UKS yg tipis ga ada enak2nya sambil menahan sakit
“bro. kita ke kelas dulu ya. mau ketemu BMW…kita tinggal ya” ucap Dion. BMW yg di maksud adalah Bu Mus. guru Bahasa inggir. karena sekarang jadwal pelajaran bahasa inggris
” oke lah. dah sana..aku malah tambah linu liat mukamu” ucap gw ke dion. Dion ini ber gigi tonggos. dan berwajah unit. jadi orang yg baru kenal sama dia pasti ketawa liat mukanya. bukan aneh sih. tapi ebih ke unik dan lucu.
” daaaaah…Lin jagain temen ku yo….ojo di sepong sik…masih linu. hahhahahaa” kata slamet
” ih dasar item…emang gw cewe apaan?…sana lu” jawab keras Lina.
” Lin..gw ke kelas dulu ya. ada tugas yg blm gw kerjain” kata suci
” yowis. gw disini dulu. bilangin ke pa sodiran gw di UKS nemenin Eddy
” oke. duluan ya ed. semoga cepet sembuh”kata suci
” oke ci. makasih ya.”kata gw dan suci pun pergi tinggal kita berdua. Gw sama Lina

” dah lu tiduran aja. Lurusin kakinya. rileks aja. biar ga tambah sakit. lagian pake bengong sih. nih pake ini. semprotin sendiri. pas di situ ya( nunjuk kontol gw), gw ke kelas dulu, lin mau ke kelas ga?” tanya isti. Isti adalah temen sekelas lina yg kebetulan saat gw masuk dia lagi di UKS.
” enggak ah. gw disini dulu. ngerasa bersalah gw sama eddy”jawab lina
” ya udah, gw duluan ya” kata siti
lina sama gw cuma ngangguk doang tanda mengiyakan.

tanpa sadar kontolku ereksi. mungkin karna rasa linu sampai tidak sadar kontolku ereksi. gw sadar kontol gw ereksi saat mau semprotkan penahan rasa sakit. maka gw pakai selimut. kemudian di dalam selimut gw buka celana sedikit dan di semprot..teras adem. tapi bikin kontol yg tegang itu jadi mati rasa..agak aneh sih,,kenapa kena bola tenis malah tegang. ” ah sudahlah” ucap dalam hati

selesai semprot gw tutup dan selimutan kembali kemudian gw lait kesamping. ternyata lina lagi ngeliatin gw.
” eh lu liat ya barusan?” tanya gw
” enggak kok. kan ketutup selimut. tapi dari tadi kayanya keras tuh” ucap lina
” brarti lu ngeliatin dr tadi dong?” tanya gw
” ya abis keliatan gede” jawab lina sambil cekikikan.


                                                   ” buset ni cewe vulgar amat” dalam hati gw. tapi dia udah dewasa. ngapain jg pake malu2 kan udah sama2 dewasa

” Lin, gw boleh nanya gak?” tanya gw
” apaan?tapi jangan nanya yg aneh2 ya”jawab lina
” enggak kok, lu kan cantik, baik pula, banyak cowo yg ngedeketin. kok masih Jomblo aja?”tanya gw
” ah enggak ah, mereka semua brengsek, lagian bukan selera gw juga.”jawab lina

dilanjutkan dg obrolan lainnya sampai jam sekolah selesai dan gw pun pulang. Gw pulang pake sepeda kumbang tua tapi masih konclong berkat perawatan mbah kakung( kakek ) yg hampir setiap sore di lap dan di bersihkan. kebayang kan abis kena jackpot terus pulang pakai sepeda. ya, dijalan sambil mengayuh sepeda sambil meringis kecil karna masih sedikit linu. mungkin efek obat semprot penghilang rasa sakit itu mulai hilang.

Sampai rumah gw liat jam dinding jam 14.10 siang. udah jelas semua orang masih di sawah karna biasanya pulang menjelang magrib atau paling cepet setelah ashar begitulah pikir gw. setelah masuk kerumah langsung gw buka celana abu2 gw sama sempak gw di ruang tamu. gw pengen liat gimana keadaan kontol gw setelah kena jackpot tadi. gw pegang2 dan liat2 kontol gw di bolak balik memang tidak ada memar apa lagi luka. cuma memang linunya masih kerasa.

lagi asik liat kondisi kontol gw di ruang tamu tiba2 tari teriak ” aaaaaaaaaawwww”. gw kaget tapi belum sempat menutupi kontol gw. ternyata Tari sepupu gw abis mandi dan cuma di lilit handuk. karna tangannya menutup muka maka handuknya lepas dan terpampang lah body bugil tanpa sehelai benang pundi depan gw. seketika kontol gw keras tegang maksimal. body Tari memang aduhai. gw baru sadar ternyata sepupu gw punya body yg bikin gw langsung terangsang. toket yg bulat kencang besar ( mungkin ukuran 36 D kali ya) dan memek yg ditumbuhi rambut tipis. sedang asik bengong sambil menikmati pemandangan di depan gw tari berkata” mas itu di tutup burungnya. nanti lepas” seketika gw kaget dan menutupi pake celana sekolah yg tergeetak di lantai

“kok udah pulang? ga ke sawah?” tanyaku
” enggak, lagi males,abis ngerjain PR, lagian ngapain sih mas liat2 burung sendiri kaya gt? udah ketularan homo ya? amit amit”jawab tari
” enak aja, gw masih normal..buktinya bisa ngaceng liat tetek sama memek kamu”kata gw
“wuuuu dasar laki-laki. liat tetek aja langsung ngaceng, dasar otak mesum”kata tari
” biarin. suruh siapa pamer tetek gede di depan gw, dah sana pakai baju”kata gw
” iya mas bawel.”kata dia

haduuuuh udah linu malah ditambah ngaceng pula. makin ga enak nih rasa kontol gw…mau dikocok sendiri juga sakit. akhirnya gw memutuskan untuk tidur dan celana pun gw pakai lagi.

“mas. bangun mas, mas”kata Tari sambil menggoyang goyang kan badan gw yg tidur di kursi kayu di ruang tamu. ruang tamu kami masih sangat sederhana. meja dan kusri terbuat dari kayu tanpa busa empuk seperti sofa.
gw kaget dan bangun seketika langsung duduk. tanpa sengaja saat bangun ternyata tangan gw langsung merangkul leher belakang tari dan kepala tari tertekan ke bagian kontol gw yg entah kenapa masih tegak berdiri. dan gw lupa pake CD dan resleting gw masih terbuka jadi saat gw bangun kontol gw keluar lubang resleting dan hampir mengenai mulut tari.

gw liat sekeliling dan ada suara mengaduh. ” aduh mas. sakit”
ternyata tari yg kepalanya tertekan tangan gw. ” iya maaf. ada apa sih?”kata gw
” mas takut mas. ujan deres. lampunya mati”kata Tari
“dasar penakut” dalam hati gw
“takut mas, ada petir kenceng banget”ujar tari
” mbah udah pulang?” tanya gw
” udah tapi pergi lagi tadi mau ke hajatan mas Tumijo bantu masak sama pasang tenda”jawab tari

dan gw baru sadar ternyata kontol gw udah tegang dan keluar dari lubang resleting. Tari sesekali melirik kontol gw. memang kata temen2 gw geng PL sih paling gede dari mereka. maklum suka dikasih ramuan dari mbah buyut dulu waktu beliau masih hidup. gw sengaja biarin dulu tari puas liat kontol gw. setelah cukup lama baru gw bangun dan benerin celana gw.  POLA SLOT GACOR INI

karna saking takutnya tari dekap erat tangan gw sampai susah buat masukin kontol gw ke celana
“lepasin dong. susah nih masukinnya”kata gw
” takut mas”jawab tari
” ah takut mulu.”kata gw

belum sempat benerin kontol gw yg posisi tegang tiba2 “DDDUUUUUUUUAAAAAAARRRRRRRRRRRRR”
petir menyambar pohon di depan rumah kita yg berjarak sekitar 100 meter dari rumah.
sontak tari loncat dan memeluk gw dengan posisi gendong depan. dengan tangan melingkar di leher gw dan kaki Tari melingkar di pinggang belakang gw…dan tak di sangka. Tari yg saat itu pakai rok memposisikan kontol gw pas di memek dia.

duh rasanya gak karuan…antara linu, berat karna menggendong tari di depan dan posisi kontol gw pas banget di memek dia.

dan Tari pun menangis ” mas, tari takut, hiks hiks”
” dah dik gpp, ya udah cari lilin dulu yuk “kata gw. tp dg posisi seperti ini sulit banget buat jalan.
“dik turun dulu ya, mas cari lilin dulu”kata gw
” ga mau mas. takut, hiks hiks”. kat tari sambil merengek
dia bergoyang goyang sehingga kontolku pun yg pas di lubang vaginanya tergesek gesek bikin makin horny ampe ubun2.
” ya udah yuk bobo sama mas” kata gw dan di mengangguk. kemudian tari gw rebahkan di ranjang gw, ranjang besi tua peninggalan orang tuaku waktu masih muda. dan tari tetap memeluk leherku sehingga gw tersungkur dan akibatnya bibir ketemu bibir deh. entah setan mana yg lewat sampe bikin horny sampai ubun2 dan gw langsung melumat bibirnya yg tipis merah merekah. awalnya tari diam tapi lama2 dia membalas.

tiba2 listrik nyala lagi dan kita menyudahi bertukar ludah menikmati bibirnya yg seksi. sambil menyeka air matanya dari pipi.
tidak berapa lama mbah kami pulang. dengan meminjam payung dr saudara mbah pulang karna khawatir keadaan kami.


Rabu, 25 September 2024

IZINKAN AKU MEMILIH



                                    Hai semua perkenalkan namaku Faza. Aku berasal dari ibu kota Negara tercinta ini dan sekarang sedang menjalani proses studi di salah satu universitas yang berada di provinsi Jawa Tengah. Mungkin ini adalah cerita lanjutan dari cerita sebelumnya yaitu Kisah si Badan Babi. Pastikan agan-agan semua membaca cerita itu terlebih dahulu agar setidaknya tidak bingung dengan jalan cerita di cerita ini (haha). Ya walaupun mungkin cerita ini tidak akan banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di cerita sebelumnya, karena jujur saja, otak saya buntu memikirkan bagaimana kelanjutan permasalahan yang ada di cerita sebelumnya oleh sebab itu, di cerita ini akan fokus ke kisah cinta dan lendir Faza bersama teman-temannya. Ya mungkin saja akan ada sedikit bumbu-bumbu konflik yang mirip-mirip dengan cerita sebelumnya. MENYALA SLOT MAXWIN 

Oke langsung saja cerita ini diambil latar dua tahun setelah aku menjadi kekasih Winda, perempuan yang aku kagumi karena kepolosan serta ketulusan hatinya. Sudah dua tahun tanpa terasa aku berpacaran dengan Winda. Selama dua tahun itu aku seperti menemukan sosok pendamping impian. Karena Winda dengan telatennya membangunkan aku untuk bangun pagi dan melakukan ibadah, jika aku “bolos” sekali saja tidak melakukan ibadah pagi, sepanjang hari aku dihiraukannya. Bahkan saat dikelaspun dia seperti tidak mengenaliku. Jika sudah seperti itu maka yang aku lakukan adalah malam-malam aku menuju kosannya yang tidak jauh dari kosanku, kemudian aku memberi hadiah berupa aksesoris-aksesoris untuk memperindah penampilannya dengan jilbabnya. Biasanya jika memang barang tersebut adalah barang yang sangat ia inginkan maka dia akan langsung luluh, tetapi jika tidak ya percuma aku memberikannya hadiah dan aku harus pasrah menunggu dia kembali seperti semula. Dia juga yang telaten menemaniku lari pagi tiap hari jika tidak ada kelas pagi. Hingga akhirnya penampilanku sudah tidak seperti babi lagi. Kini tubuhku sudah ideal. Ya tidak bisa dibilang ideal juga sih, namun lebih baik dibandingkan keaadanku 2 tahun lalu. Orang tuaku selalu bertanya mengapa anaknya kini jauh lebih “kurus” saat kuliah tiap kali aku pulang ke ibu kota saat liburan semester.


                                                  Hubunganku dengan Zahra baik-baik saja. Kini aku sudah tidak pernah bercinta dengannya lagi karena aku sudah memiliki Winda yang sangat aku sayangi. Walaupun Winda jarang memberiku “jatah” dan sekalinya dikasih mungkin hanya “nyusu” saja di kamar kosku, namun itu cukup untuk menahan hasrat bercintaku. Aku dengar-dengar Zahra sedang didekati ketua umum di organisasiku yaitu Mas Jordi, namun dia selalu menampik hal itu lalu mengubah topik percakapan tiap kami membahas hal itu. Aku awalnya tidak mengerti kenapa Mas Jordi beralih dari Mba Nayla menuju Zahra, padahal jika diliat dari tampang dan tubuh, Mba Nayla menang dalam segala aspek (ya sebagai seorang yang pernah menikmati kedua tubuh itu makanya aku bisa menilai demikian haha).

Hubunganku dengan Hani?

Ya seperti yang diduga, dia bukan lagi menjadi seorang yang aku kenal dulu. Sikapnya terhadapku berubah total. Sikapnya sekarang dingin terhadapku. Aku pernah menyapanya setelah masa liburan saat aku sudah menjadi pacar Winda untuk sekedar meminta maaf.

“buat apa kamu minta maaf, emang kamu pernah ngelakuin salah ke aku?” ucapnya kala itu dan ia langsung pergi meninggalkan aku.

Aku masih ingat betul kejadian itu. sepertinya aku tidak akan melupakannya walaupun aku sudah memiliki istri kelak (haha). Aku sempat berdiskusi dengan Winda tentang sikap Hani terhadapku, namun Winda juga bercerita bahwa ia sudah tidak saling tegur sapa lagi dengannya. Sikapnya sama seperti terhadapku. Winda juga turut sedih, dan menyayangkan sikap Hani.  MENYALA SLOT MAXWIN 

Aku mendapat cerita dari Devi bahwa dia sangat terpukul. Menurut penuturannya, Hani sangat tidak terima aku memilih Winda ketimbang dirinya. Devi yang tidak tahu apa-apa bahkan sampai bertanya kepadaku, apa yang aku lakukan terhadap dirinya. Aku hanya memberi tahu bahwa memang dulu aku sangat dekat dengan dirinya, mungkin dia mengira aku mendekatinya hanya untuk mendekati Winda, aku berdalih demikian. Devi hanya manggut-manggut dan akhirnya aku diceramahi oleh dirinya kala itu.

Hubungan dua sejoli antara Dimas dan Tia masih berlanjut. Bahkan mereka kini sudah menyewa rumah kontrakan yang berisi hanya mereka berdua. Aku tidak mengerti kenapa pemilik rumah kontrakan tersebut memberikan izin kepada dua orang itu yang notabenenya belum jadi suami istri yang sah. Aku dan Tama sering main ke kontrakannya dan ya rumah yang minimalis dan hanya berisi dua kamar satu kamar mandi, dapur dan halaman belakang yang bisa digunakan untuk menjemur pakaian.

“kalian nanti nikah dirumah ini aja” Ujarku becanda kepada Dimas dan Tia kala itu.


                                                “gak ah za, dirumahku aja yang di Wonosobo. Kosong juga itu rumah” Ujar Tia dengan tampang sedikit serius.

Kemudian hubungan Tama dengan Zakiyah? sedikit rumit hubungan dua orang ini. Ternyata Zakiyah memiliki sifat “drama queen” yang cukup kental di dalam dirinya. Saat ada masalah di dalam hubungan mereka, Zakiyah tanpa ragu memposting hal tersebut di semua media sosialnya. Hal itu sedikit membuat Tama risih karena merasa privasi hubungannya tidak ada lagi. Ia sering menggerutu jika sudah terjadi hal itu. Aku hanya bisa menyemangatinya (haha).

Aku belum tahu kabar lanjutan mengenai Yanti yang “dilecehkan” oleh kedua orang gila Mamat dan Toni. Mereka berdua sudah tidak terlihat paska dibawa oleh Mas Reza saat makrab tempo waktu. Suatu hari saat kami sedang rapat di sekretariat organisasi kami, datanglah dua orang polisi dan sempat berbincang-bincang dengan Jordi kala itu. Aku tidak tau kelanjutan kasusnya seperti apa, namun yang aku tahu memang Mas Reza kecelakan bersama dua orang itu.

Sedangkan Mira?

Aku mendapat kabar bahwa ia sempat berpacaran dengan Mas Jodi namun sudah putus karena hal yang aku tidak tahu juga.

Sekarang masuk ke dua Wanita idaman para lelaki hidung belang yang ada dikampus yaitu Mba Nayla dan Mba Kintan. Aku tidak tahu kenapa, akhir-akhir ini mereka seperti sepasang kekasih. Kemana-mana bersama. Aku sekilas melihat ada yang berbeda dari Mba Kintan. Wajahnya seperti sangat bahagia. Bentuk tubuhnya juga sekilas berubah menjadi lebih seksi walaupun masih terbalut pakaian-pakaian muslimah. Tapi tidak tahu kenapa, aku bisa merasakan perubahan pada Mba Kintan.

Aku tidak menemukan Wahyu di kampus dua tahun ke belakang. Aku mendapat kabar bahwa ia sudah dipindahkan oleh orang tuanya menuju luar negeri untuk bersekolah disana. Ya aku tidak peduli juga dengannya dengan pengalaman buruk selama aku mengenalnya kala itu.

Oiya aku mungkin belum menceritakan tentang keluargaku? Agan-agan bisa langsung skip bagian ini jika memang kurang membutuhkannya (haha).

Ibuku merupakan pengusaha kue online yang sudah cukup mempunyai nama. Beliau memulai bisnis ini setelah bangkit dari keterpurukan setelah kami ditipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengaku-ngaku sebagai pegawai bank dan secara kebetulan saat itu Bapak dan Ibuku menjadi “pemenang” di suatu undian. Pada awalnya memang kami tidak percaya karena nilai tabungan mereka juga tidak banyak-banyak amat. Namun oknum tersebut mendatangi rumah kami dan berbicara dengan sangat meyakinkan. Sehingga mereka jatuh oleh tipu muslihatnya. Sedangkan kakakku Rani, ia harus rela tidak melanjutkan pendidikan karena hal itu juga. Kejadian itu tepat sekali saat Rani lulus SMA 6 tahun lalu. Keluarga kami belum memiliki dana yang cukup untuk Rani berkuliah sehingga ia mau tidak mau harus mencari pekerjaan. Namun, sekarang Rani terlihat cukup nyaman di pekerjaannya. Sehingga ia sepertinya sudah melupakan keinginannya untuk berkuliah.

Oh iya. Aku juga sepertinya belum menceritakan masa laluku di cerita sebelumnya. Aku mulai dari kejadian keluargaku yang ditipu saja. Setelah kejadian itu memang keluargaku seperti goyah karena Ibu dan Bapakku saling menyalahkan. Aku dan Rani awalnya merasa tidak nyaman karena hal ini. Akhirnya kami sering kabur-kaburan dari rumah. Beruntung bagi Rani karena memiliki teman-teman yang bersedia mendengarkan ceritanya, sedangkan aku. Aku saja di sekolah merasa kurang di hargai oleh teman-temanku. Hanya beberapa temanku saja yang masih menganggapku manusia, namun mereka juga tidak selalu ada saat aku membutuhkannya.

Aku mencari pelarian dengan melaksanakan hobiku saja. Suatu hari aku meminjam kamera temanku itu dan berkelana mencari gambar-gambar yang kurasa indah. Aku lalu men-unggah gambar-gambar itu di semua sosmedku. Awalnya memang tidak ada yang menanggapi gambar-gambar itu. Akupun cuek dengan hal itu karena memang itu hanya sekedar hobi dan upayaku mencari pelarian akibat kondisiku di rumah maupun di lingkungan sekolah. Namun beberapa minggu aku selalu meng-unggah gambar-gambarku, aku mendapatkan sebuah pesan yang berisi tawaran untuk menjadi fotografer untuk suatu majalah. Mereka memberi tahu bahwa satu gambar bisa dihargai 10-30 ribu. Aku sedikit tertarik dengan upahnya dan berpikiran “lumayan untuk nambah-nambah uang jajan”. Aku lalu mengiyakan dan aku bertemu dengan orang yang disebutkan dipesan itu. Kami akhirnya sepakat dengan dan aku memulai mengambil foto untuk majalah itu. Harga gambar yang tadinya hanya 10-30 rb, semakin lama semakin naik karena hasil jepretanku dan aku juga mulai mempelajari aplikasi peng-edit gambar.  MENYALA SLOT MAXWIN 


                                     Aku akhirnya mendapatkan uang yang cukup untuk membeli kamera sendiri. Awalnya orang tuaku curiga karena ada paket datang ke rumah dan berisi kamera yang harganya cukup mahal. Akhirnya aku memberanikan diri untuk menceritakan semua hal dan aku mengeluarkan segala unek-unek ku. Rani juga melakukan hal yang sama. Akhirnya orang tua kami sadar bahwa semua tindakan mereka selama ini tidak ada gunanya. Mereka memutuskan untuk berdamai dan mulai membuka bisnis kue kecil-kecilan dan terus berkembang sampai sekarang.

Aku masih menerima bullying di lingkungan sekolah setelah kejadian itu. Bahkan aku sering masuk ruangan BP karena membalas perbuatan mereka, namun yang membuatku kesal adalah mereka yang mem-bully ku malah tidak mendapatkan hukuman yang setimpal, sebaliknya aku yang merupakan korban, sering sekali dipanggil orang tuanya. Orang tua ku memang tau betul anaknya tidak akan melakukan hal itu kalo memang bukan untuk membela diri, sehingga orang tuaku memang hanya “meng-iyakan” kata-kata dari guru BPku. Merekalah yang menyuruhku untuk kuliah di luar Jakarta agar tidak bertemu dengan orang-orang yang dengan mudahnya menjelek-jelekkan fisik orang.

Sebelumnya mohon maaf untuk ilustrasi akan di sembunyikan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan haha.

Cerita ini ane usahakan tidak macet ditengah jalan, tapi mungkin part-part awal akan cepat update, tapi untuk part-part yang sudah cukup jauh, belum bisa ane tentukan haha. Mohon doanya dan semangatnya agar cerita ini bisa sampe TAMAT hahaha.

Selasa, 24 September 2024

AWALNYA KARENA NGINAP, AKHIRNYAA…


                                       “Linda… Kamu dapet koas dimana?” Tanya Shela.


“Dapet di Bogor Shel… Kamu dapet dimana?” Jawabku.
“Sama dong.. Aku juga di Bogor kamu ga usah ngekos lahh tinggal dirumah aku aja..” Ajak Shela.
“Waahh boleh tuh… Biar kita bisa bareng-bareng terus… Tapi boleh ga ama ortu kamu?” Tanyaku.
“Pasti boleh lahh… Nanti aku yang ngomong ama mama.” Jawab Shela.
“Oke dehh Shel… Thanks yah.. Daahh…” Jawabku lagi.   SLOT CASINO ONLINE

Aku Linda 26thn sekarang sedang koas setelah sekian lama kuliah kedokteran. Tinggi badanku 165cm berat 49kg. Aku punya pacar namana Adit dia pacar pertamaku baru saja jadian 1bln yang lalu dia juga sedang koas tapi di Malang. Shela temen baik ku saat kuliah setelah setengah tahun koas baru bisa sama-sama lagi karena dapat koas yang sama di bogor dan memang Shela berasal dari bogor dia punya rumah disana. Shela mengajak aku untuk tinggal dirumah dia saja dibogor aku sih mau-mau saja sekalian irit nge kos.

“Shel… Sudah tanya mama kamu belum tentang aku mau tinggal dirumah kamu selama koas?” Aku SMS Shela.
“Sudah kok Lin… Mama setuju kok kamu tinggal sama kita nanti… Rumah jadi ramai kata mama” Balesan SMS dari Shela.
“Ohh oke dehhh… Tolong bilangin makasih yah ke mama km… Berarti besok kita jalan bareng yah kerumah kamu? Ketemu dikampus yah?” SMSku lagi.
“Iyah ketemu dikampus aja yah Lin.. See you besok yahh…” SMS Shela.

Aku tidak bales lagi SMS Shela. Setelah baca SMS Shela aku mulai beres-beres baju dan barang-barang yang akan aku pakai di bogor nanti. Aku beres-beres sampai malam setelah itu saking capenya aku langsung tertidur. Keesokan harinya aku baru mandi kemudian siap-siap ke kampus.

“Pa.. Ma.. Aku pergi dulu yah..” Panggilku saat bertemu Papa dan Mamaku sedang makan diruang tamu. Seperti biasa aku cipika-cipiki dulu sama papa dan mamaku. Setelah itu aku langsung jalan ke kampus.

“Halo Lin… Yukk mama ku sudah jemput tuh…” Panggil Shela pas aku sampai kampus.
“Ohh kamu sudah nunggu lama yah? Maaf yah Shel…” Jawabku
“Ga kok baru aja aku dan mama sampe kok.” Jawab Shela sambil jalan menuju mobil mamanya.
“Halo tante aku Linda temen Shela… Maaf yah aku lama… Maaf juga sudah ngerepotin tante aku tinggal dirumah tante selama koas” Aku menyapa mamanya Shela.
“Iyah Linda… Tidak apa-apa kok… Biar rumah jadi ramai juga… Sudah siap yah?? Yuk berangkat” Jawab mama Shela.
“Oke Tante.” Jawabku.

Selama diperjalanan aku, Shela dan Mamanya seru ngobrol dan bercanda. Ternyata mamanya Shela itu bernama Sherly dokter spesialis penyakit dalam dan papanya shela bernama Ivan seorang businessman. Hari ini mamanya sengaja cuti untuk menjemput aku dan Shela ke bogor. Tidak terasa 1,5 jam perjalanan kebogor kami sudah sampai dirumah Shela. Shela punya rumah yang lumayan besar bertingkat 2. Setelah sampai aku dan shela langsung beres-beres barang bawaan, ternyata aku tidur bareng Shela kamar Shela cukup besar untuk kita berdua. Akhirnya kita selesai beres-beres dan tidak lama terdengar suara tante Sherly ngajak kita makan siang.

                                      
                                           “Shela… Linda… Ayoo kita makan siang dulu…” Panggil tante Sherly.

“Iyaahhh ma…” Triak Shela dari kamar.

Aku dan Shela langsung turun keruang makan dan disambut oleh tante Sherly. Kami bertiga langsung makan setelah selesai aku dan Shela ijin untuk tidur siang dulu karena kecapaian. Tidak terasa pas aku melek dan lihat jam sudah jam 7 kurang berarti aku tertidur 3 jam lebih. Dan saat aku melihat sebelah Shela sudah tidak ada berarti dia sudah bangun lebih dulu. Aku masih diranjang sambil duduk dan mengucek mata. Samar-samar terdengar suara Shela seperti tertawa cekikikan dan ada suara lelaki mungkin itu om Ivan. Sebelum keluar aku minum segelas air putih kemudian keluar dari kamar. Pas keluar dari kamar diruang tamu lantai 2 aku melihat om Ivan sedang memangku Shela dan Shela pun bergelendotan dengan leher om Ivan dan tangan kiri om Ivan tepat di samping payudara Shela dan tangan kanan dipahanya. Mana Shela cuma memakai kaos yang agak ketat dan celana hot pants. Akupun agak canggung melihat mereka dan langsung menegur om Ivan.
“Sore om… Aku Linda temen kuliah Shela.” Sapaku.
“Ehh iyah Linda… Shela sudah cerita tentang kamu kok. Anggep saja rumah ini seperti rumah kamu yah.” Jawab om Ivan.
“Ohh iyah om. Makasih banyak om.” Jawabku lagi sambil jalan kearah tangga untuk turun kelantai bawah.

Pas aku sambil jalan menuruni tangga tak lama kemudian terdengar suara Shela “aahhhh.. Papa nakal nih hihihihi.. Daahh papa..” Kemudian ga lama Shela pun berada dibelakang ku sambil memanggil aku.

“Lin mau kemana?” Tanyanya.  SLOT CASINO ONLINE
“Mau nyari mama km Shel.. Siapa tau butuh bantuan.” Jawabku tampa menoleh kebelakang dan sambil mikir kok om Ivan dengan Shela segitu dekatnya yah? Apakah Shela tidak risih tangan om Ivan kena payudaranya? Sambil jalan aku masih memikirkan kejadian tadi. Sesampainya aku di dapur aku kembali kaget melihat tante Sherly. Dia hanya memakai daster terusan dan sepertinya tidak memakai BH.

“Tante ada yang Linda bisa bantu?” Tanyaku.
“Eh Linda.. Ga usah gapapa kamu ngobrol saja sama Shela ini tante bisa urus sendiri. Dah sana keruang tamu saja.” Jawab tante Sherly.
“Yuk Lin kita keruang tamu saja.” Kata Shela sambil menarik tangan ku.

Pas sampai diruang tamu kita langsung duduk sambil menyalakan TV. Walaupun sambil nonton aku masih memikirkan kejadian diatas tadi dan aku putuskan untuk coba bertanya dengan Shela.

“Shel tadi pas aku keluar dari kamar aku liat tangan om Ivan disamping dada kamu. Apa kamu ga risih Shel? Tanyaku.
“Ohh.. yang tadi itu? Ahh engga Lin biasa aja… Lagian dia kan papa aku sendiri… Emang hampir setiap hari kok papa megang dada aku malah sering juga jilat dada aku lohh hihihihihihi..” Jawab Shela dengan santainya. Aku kaget setengah mati dengan jawaban Shela.
“Haa?? Pegang?? Jilat??” Jawabku kaget.
“Hahahaha… Santai aja Lin.. Iyahh papa sering kok remes dadaku terus abis itu dijilat-jilat deh putingku hihihihihi… Jadi gini Lin ceritanya beberapa tahun lalu mama dapet artikel kalau ada cara mengurangi resiko kangker payudara dengan cara sering di remas payudarannya. Terus mama ngajarin ke papa bagaimana cara remasnya. Jadi hampir setiap hari payudara mama diremas sama papa. Selang beberapa hari mama juga nyuruh papa terapi payudara aku juga terapinya sih cuman remas doang tapi lama-lama papa jadi jilatin juga payudaraku. Awalnya sih risih Lin tapi lama-lama enak juga hihihihihihi… By the way enak lohh kamu mau coba diterapi juga ga? Hihihihihi…” Jawab Shela masih dengan nada santai.
“Haa?? Ogaahh… Orang pacar aku aja belum pernah liat payudaraku apalagi pegang. Terus masa sekarang om Ivan yang pegang-pegang payudaraku duluan? Lagian emang ada artikel seperti itu Shel?” Tanyaku lagi.
“Gapapa lah pacar kamu ga bakal tau ini Lin hihihihihi… Ada kok bentar aku cariin dulu yah.” Jawab Shela sambil ngutak-ngatik HPnya.

Dan aku pun kembali nonton dengan tatapan kosang sambil mikir apa iyah ada hubungannya kalau diremas panyudaranya jadi mengurangi resiko kangker? sepertinya tidak pernah dibahas waktu kuliah deh kataku dalam hati. Setelah beberapa menit Shela mencari artikelnya akhirnya dapat dan langsung dikasih ke aku HPnya.

“Ini Lin coba kamu baca dulu deh.” Kata Shela. Akupun mulai membaca artikelnya memang dari website yang sepertinya bisa dipercaya dan isi artikelnya juga bukan untuk orang awam karena orang awam tidak begitu mengerti bahasa kedokteran. Setelah hampir selesai aku membaca artikelnya kemudian terdengar suara tante Sherly memanggil.
“Shela… Linda… Ayo kita makan dulu…” Triak tante Sherly.
“Oke mah…” Jawab Shela.
“Yuk Lin kita makan dulu..” Ajak Shela sambil berjalan keruang makan. Aku pun menaruh HPnya kemudian ikut berjalan keruang makan. Sesampai diruang makan ternyata om Ivan sudah ada dimeja sambil mengambil nasi.
“Ayo Linda makan sama-sama. Anggap saja rumah sendiri.” Ajak om Ivan.
“Iyah om.. Makasih om.. Slamat makan..” Jawabku.

                                              Selama makan kami tidak banyak ngobrol sampai Shela sudah selesai makan dan aku hampir selesai. Tiba-tiba Shela memanggil om Ivan.

“Pa… Kata Linda mau ikut diterapi payudara juga toh hihihihihihi… Boleh kan pa?” Kata Shela sambil tertawa. Om Ivan pun sedikit terkejut.
“Ohh boleh banget.. Entar habis makan langsung ikut aja ke kamar om Linda nanti om pijitin deh payudara kamu hehehehe…” Jawab om Ivan santai. Aku yang terkaget-kaget dan malu langsung menjawab ajakan om Ivan.
“Aahhh… Ga usah om… Makasih om… Kalau saya mau saya bisa sendiri om..” Jawabku sambil tertunduk malu.
“Ihh… Papah maunya pijitin payudara Linda… Mentang-mentang punya Linda kelihatannya lebih kencang dari mamah punya yah pah? Hihihihihi… Berapa size BH kamu Lin?” Susul tante Sherly. Aku bingung tante Sherly tidak marah karena om Ivan bilang mau pijitin payudara aku. Dan aku mendengar om Ivan tertawa juga.
“Ahh.. Tante kok nanya itu sih? Aku kan malu” Jawabku sambil tetap menunduk malu. Mungkin kalau hanya ada aku, Shela dan tante Sherly sih aku akan jawab langsung, tapi sekarang kan ada om Ivan masa aku haru kasih tau ukuran BH aku didepan om Ivan juga?
“Gapapa kok Lin ga usah malu ama om Ivan… Payudara kamu bagus gitu tuh, pacar kamu pasti suka pegang dada kamu deh hihihihihi.. Hayoo berapa ukuran BH kamu?” Jawab tante Sherly santai. Aku makin malu saja rasanya mukaku memerah panas.
“3… 36B tante… Ga pernah tante aku baru 1bln pacaran tante ga mau yang aneh-aneh sebelom aku nikah tan.” Jawabku lagi.
“36B yah? Pantas kencang gitu… Wahh kl papah pijitin payudara Linda menang banyak kamu pah, masih belum terjamah payudara Linda.” Kata tante Sherly. Kemudian serentak terdengar suara tawa om Ivan dan Shela. Aku masih tertunduk malu mendengar canda tante Sherly.
“Sudah-sudah kasihan Linda malu tuh.. Yuk sayang papa pijitin payudara kamu siapa tau nanti bisa semontok Linda hehehehehe.. Linda kalau mau ikutan dipijitin langsung aja ke kamar om yah Lin” Ajak om Ivan ke Shela.
“Iihh… Papa masih ngarep aja mijitin payudara temen aku.. Yuk paa… Lin aku dipijitin dulu yahh kalau kamu mau ikutan boleh kok hihihihihi…” Kata Shela.
“Ahh… Engga dehh… Kamu ajah aku bantuin tante Sherly beres-beres abis itu mau mandi.” Kataku sambil beres-beres meja bantu tante Sherly.
“Udah Lin kamu mandi ajah… Ini kerjaan tante kok sudah biasa..” Kata tante Sherly sambil aku melihat Shela sedang digandeng om Ivan menuju kamar om Ivan dan tante Sherly dilantai bawah.
“Gapapa tante aku bantuin ajah..” Kataku lagi sambil ikut beres-beres.

Kurang lebih setengah jam aku bantuin tante Sherly beres-beres dan cuci piring sambil tante Sherly nanya tentang koasku. Sekarang aku mau mandi untung kamar Shela punya kamar mandi sendiri jadi lebih nyaman. Sambil mandi aku masih memikirkan Shela kenapa dia tidak risih payudaranya di pegang sama om Ivan. Apakah pas di pijit Shela memakai BH atau tidak? Kalau tidak berarti om Ivan akan menyentuh salah satu daerah yang paling sensitif dari tubuh Shela. Apakah tante Sherly tidak masalah dengan itu semua? banyak sekali pertanyaan yang ada di otakku. Kurang lebih setengah jam aku mandi akhirnya selesai, setelah selesai aku langsung mengeringkan tubuhku kemudian berpakaian barulah aku keluar dari kamar mandi. Pas aku keluar dari kamar mandi ternyata Shela masih belum ada dikamar. Kok lama sekali? Emang segitu lama kah? Akhirnya aku memilih untuk tidak memikirkan itu. Aku langsung mengambil HP dan menelpon pacarku lumayan lama aku ngobrol dengan pacarku. Setelah itu aku baca-baca buku untuk persiapan besok sudah mulai koasnya.

“Tokk tokk ceklekk…” Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar Shela dibuka aku baru sadar ternyata aku ketiduran pada saat baca-baca buku tadi. Lalu aku melihat jam ternyata sudah hampir jem 12 malam, kayanya tadi pas aku selesai mandi baru jam 9 lewat deh. Pas aku menoleh ke pintu aku lihat Shela hanya memakai celana dalam saja tanpa ada benang apapun di bagian atas tubuh Shela aku kaget sekali melihat keadaan Shela tapi aku terpanah ke payudaranya ternyata payudara Shela cukup besar dan kencang tapi ada tanda merah seperti bekas remasan tangan.

“Shel kok kamu terlanjang dada gitu? Hampir totaly naked malah?” Tanyaku dengan tidak bisa menutupi betapa kagetnya aku.
“Iyah neh Lin… Si papa nakal banget sihh hihihihihihi…” Jawab Shela santai sambil berjalan kekamar mandi tanpa menutupi ketelanjangan tubuhnya dariku dan tidak menutup pintu kamar mandi pula. Aku kaget dengan kata-kata “nakal” yang diucapkan Shela.
“Haa?? Nakal gimana Shel? Bukannya kamu cuman dipijitin saja payudaranya? kok sampai hampir terlanjang bulat gitu sih?” Tanyaku tambah penasaran
“Kamu penasaran yahh Lin? Kalau kamu penasaran harusnya tadi kamu ikut saja ke kamar papa. Pasti kamu juga akan balik kekamar sini seperti aku deh hihihihihihihi..” Jawab Shela masih dengan nada santainya sambil membersihkan tubuhnya dikamar mandi. Aku kaget juga dengan jawaban Shela dan membayangkan kalau aku juga hampir terlanjang seperti Shela dan dilihat oleh om Ivan. Tidak pernah terbayang olehku untuk terlanjang didepan orang yang bukan suamiku nanti.
“Iihhh… Aku tidak akan mau tubuhku dilihat oleh pria yang bukan suamiku nanti Shel.. Tapi aku bingung kenapa kamu bisa sampai terlanjang seperti itu? Apa kamu tidak malu kalau om Ivan melihat hampir seluruh tubuh kamu? Terus apa tante Sherly tidak marah kalau kamu hampir terlanjang bulat di depan papa kamu sendiri? Terus kok lama banget ngapain saja kamu disana?” Sambungku lagi.
“Sabar bu… Satu-satu dong tanyanya penasaran banget yah? Hehehehehe. Ya udah aku ceritain.” Jawab Shela sambil berjalan ke ranjang dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi badannya.
“Jadi tadi abis kita ngobrol dimeja makan aku langsung ke kamar dengan papa, pas sampai dikamar papa duduk diranjang sambil menyalakan TV kemudian seperti biasa aku langsung duduk disamping papa tidak lama papa langsung mulai memijit payudara aku. Awalnya sih dari luar baju tapi lama-lama tangan nakal papa mulai masuk kedalam baju dan langsung memegang payudaraku seutuhnya hihihihihi..” Lanjut Shela.
“Loh berarti kamu dari tadi tidak memakai BH dong?” Kataku menyelak cerita Shela.

                                          “Aku emang tidak pernah memakai BH kalau dirumah Lin biar adem dan salah satu pemicu kanker payudara kan BH Lin masa kamu lupa? Makanya sudah kamu juga ga usah pakai BH kalau dirumahku tenang saja papa sudah sering liat punya aku dan punya mama kok seharusnya sudah biasa yah. Tapiii entah deh sepertinya papa agak tertarik dengan payudara kamu Lin soalnya punya kamu besar dan kecang gitu, terus tadi pas sambil pijitin aku si papa nanya ‘apa aku pernah lihat payudara kamu?’ aku jawab aja ‘belum pa.. nanti kalau sempet aku fotoin buat papa hihihihihi’ gituu.” Jawab Shela. Yah ampun aku kaget dengan jawaban terakir Shela, dia mau foto payudara aku dan kasih lihat ke om Ivan?

“Aahh kamu Shel jangan macam-macam yah… Enak saja kamu maen fotoin payudara aku dan kasih lihat ke om Ivan.” Jawabku kesal.
“Dikit aja lah Lin biar papa ga penasaran ama dada kamu yang kencang itu hihihihihi” Lanjut Shela sambil melepas handuknya dan membelakangiku ternyata Shela tidak memakai apa-apa lagi dibalik handuknya kemudian dia memakai tanktop dan hot pants pendek tanpa menggunakan BH dan CDnya.
“Engga… Pokoknya aku ga mau. Dah balik ke pembicaraan kita tadi kalau dipijitin aja kok bisa ampe lebih dari 3 jam sih? Apa om Ivan ga pegel toh pijitin kamu selama itu?” Tanyaku lagi.
“Yahh gitu dehh seperti biasa papa mulai pijit payudaraku dari bawah keatas beberapa kali setelah ituu tangan papa sudah berenti di putingku makanya papa ga pegel hihihihihihihi… Terus ga lama mama masuk untuk mandi tapi tangan papa masih diputingku papa memilin-milin putingku hingga mama selesai mandi terus mama minta gantian. Pas mama dipijitin papa aku nonton TV deh.” Penjelasan Shela. Aku kembali kaget om Ivan bermain-main dengan puting putrinya sendiri? Terus Shela sepertinya biasa aja putingnya dipegang-pegang sama om Ivan.
“Yah ampun Shela apa kamu ga risih yah kaya gitu? Sampai puting kamu dipegang-pegang sama papa kamu sendiri. Terus apa mama kamu tau?” tanyaku.  SLOT CASINO ONLINE
“Pas pertama-tama aku dipijitin papa sih riish juga Lin, aku sama ama kamu Lin payudaraku juga belum pernah dijamah pria sampai papa pijitin aku beberapa tahun lalu. Mama tau kok malah yang pertama kali yang nyuruh papa pijitin dada aku kan mama. Awal-awal aku agak canggung gitu tapi selang berapa menit aku mulai relax terus lama-kelamaan ternyata enak juga geli-geli gimana gitu kamu musti coba deh pasti nanti kamu ketagihan Lin hihihihihihi..” Jawab Shela. Dengar kata-kata Shela aku tanpa sengaja langsung membayangkan bagaimana kalau payudaraku dipijit-pijit sama om Ivan, apa lagi sampai memilin-milin putingku. Membayangkan saja aku merinding takut.
“Ahh kamu udah gila Shel aku ngebayangin saja sudah takut. Terus udah gitu doang? Kok kamu bisa sampai terlanjang gitu kalau cuma gitu doang?” Lanjut tanyaku.
“Hmm.. Sebenernya sih engga Lin ada yang papa aku lakukan lagi setelah mama tertidur hihihihihihi… Biasa mama abis dipijitin paling 15 menit juga langsung ngantuk abis itu papa balik ke aku lagi sih hihihihihii…” Jawab Shela lagi.
“Haaa?? Kamu ngapain lagi abis itu?” uberku.
“Ada dehh… Kalau kamu penasaran besok malam kamu ikut aja Lin tapi jangan salahin aku yah kalau kamu nanti kamu balik kekamar ini dengan terlanjang seperti aku tadi hihihi. Udah ah tidur dulu yuk ngantuk nih besok kan kita masuk pagi. Good night Lin.” Jawab Shela sambil masuk ke selimut disebelahku. Aku jalan ke saklar lampu untuk matiin lampu.
“Good night Shel.” Jawabku. Tapi aku masih ga ngerti maksudnya ‘ada deh’ Shela itu apa? Dan apa jadinya kalau aku besok ikutan kekamar om Ivan apa yang akan terjadi? Aku langsung berusaha membuang pikiran itu jauh-jauh dan berusaha untuk tidur.

Senin, 23 September 2024

Akhirnya Ku setubuhi Seketaris ku Yang Cantik

 



                                     Karena Beban pekerjaan yang terlalu menyita waktu Remon, Dia mencari hiburan dengan seringnya membaca cerita dewasa disitus web dewasa. Hal itu menjadikan Remon mempunyai ide untuk menyetubuhi sekretarisnya yang bernama Stela di ruang kerjanya. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!.  RTP SLOT GACOR TOP

Cerita Dewasa Ide Nakal Menyetubuhi Sekretaris – Perkenalkan namaku Remon, usiaku 28 tahun, aku adalah seorang Laki-laki tampan, bertubuh proposional, dan berkehidupan mapan. Berawal dari lulusnya aku, dari salah satu universitas dan kebetulan aku adalah lususan terbaik atau kumlot ditahun kelulusanku. Setelah aku lulus, aku mulai mencari pekerjaan dengan didampingi dari restu orang tua yang menginjinkan aku untuk merantau. Orang tuaku berfikir saat itu memang sudah saatnya mencari pekerjaan karena aku adalah seorang laki-laki yang kelak menjadi kepala keluarga.
Selain itu menurut orang tuaku, aku juga sudah tahu baik dan buruknya kehidupan di dunia ini. Singat cerita, akupun mendapat pekerjaan, nasibku yang beruntung, setelah kurang lebih 3 tahun aku mengabdi pada tempat kerjaku. Karena prestasi dan loyalitasku pada perusahaanku sangat baik, maka diangkatlah aku oleh atasanku sebagai kepala cabang di sebuah wilayah.
Dari awal bulan sampai saat ini selama aku bekerja, hal-hal yang indah selalu tersaji pada lingkungan kerjaku.Walaupun laporan pekerjaan bertumpuk-tumpuk itu tidak menjadi masalah. Gaji dan fasilitas yang diberikan oleh perusahaanku sangatlah sesuai dengan beban pekerjaanku. Kini dunia nasih telah mengantarkan aku pada kesuksesan yang sangat membuat aku puas.
Aku yang dulunya seorang lelaki kampung dan lugu, kini telah menjadi laki-lakiyang berkehidupan mapan dan mengenal kehidupan malam yang liar. Posisi ruang kerjakuyang ada di gedung bertingkat, dengan posisi ruang kerja yang berada di sudut memberi pemandangan penuh ke arah jalanan. Pada pagi hari mataku selalu dihadapkan oleh lalu lalang paha yang mulus dan dada penuh para wanita karir.
Pemandangan itu selalu terlihat oleh kedua mataku. Memang sifat dasar seorang wanita, selalu ingin lebih dan dikagumi oleh lawan jenisnya. Aku adalah salah satu Laki-lakiyang selalu mengagumi keindahan bentuk tubuh dan wajah para wanita karir yang cantik serta menggairahkan itu. Perusahaan tempatku bekerja bukanlah yang terbesar diantara ribuan perusahaan yang ada di Jakarta.
Tetapi perusaahanku juga bukan perusahaan yang kecil dan bisa dipandang sebelah mata, karena perusahaan ini telah memeberiku dengan gaji yang lumayan besar. Meskipun untuk pekerjaan ini aku harus meniggalkan segalanya, seperti waktu, hobby, sahabat, dan semuanya yang berhubungan denganku. Karena itulah kesibukan ini harus aku imbangi dengan sesuatu hiburan yang bisa meredakan beban ini.  RTP SLOT GACOR TOP
Untuk menghilangkan beban dan kejenuhan pekerjaan yang terlalu banyak, maka dari itu aku mulai mencari hiburan dengan mulai membaca situs web dewasa dari internet untuk sekedar meredakan bebanku. Dengan hal itu rupanya cukup untuk menghibur dan meredakan rasa stress akibat pekerjaan. Sampai suatu hari aku mempunyai fikiran untuk, bagaimana aku bisa mendapatkan kepuasan lebih dari meja kerjaku ini. Sampai pada akhirnya aku menemukan ide untuk hal tadi.
Berawal dari Sekretarisku yang bernama Stela, dia adalah seorang wanita yang berasal dari desa yang sama denganku. Kampung halaman yang sama membuat kami merasa lebih dekat dibandingkan dengan teman atau rekan kerja lainnya. Pada akhirnya aku mempunyai ide untuk membuat Stela agar menjadi lebih dekat denganku, yaitu dengan cara memberikan beban pekerjaan yang agak berat kepada Stela. Karena dia sekretarisku aku memberikan pekerjaan berat, agar dia semakin dekat denganku.
Namun jelas kedekatanku dengan Stela tidak untuk berpacaran, karena aku tidak mau ada ikatan yang nantinya akan terikat dan memberi batas untukku. Dulu aku merasa rambutnya yang panjang dan selalu harum itu begitu menarik. aku katakan itu padanya dan kami menjadi semakin dekat. Kemudian aku juga merasa matanya adalah mata terindah yang pernah aku temui. Aku juga katakan itu dan kami juga semakin dekat. Terakhir aku mulai merasa kalau Buah dadanya yang Stela adalah buah dada yang paling indah diantara wanita kari lainya.
Ditambah lagi pantat yang sintal, sangat serasi dengan pinggang yang ramping itu. Apalagi kalau ke bawah lagi, pahanya sungguh putih mulus sampai kaki. Kakinya yang indah itu selalu terbalut dengan sepatu hak tinggi, hal itu adalah daya tarik yang tak dapat kutahan lagi. Terkadang aku tersenyum sendiri ketika sedang membayangkan Stela sembari menikmati Coffe. Ketika aku meraih sebuah laporan di mejaku, beberapa saat aku berfantasi membayangkan tubuh indah Stela jika dia tanpa busana.
Sampai pada akhirnya saat itu aku memutuskan menghubungi Stela dengan alasan soal laporan, suara merdu kembali bergumam akrab, berisi penjelasan dan sedikit gurau. Dia memang tidak pernah canggung menghadapiku. pengakuannya aku telah dianggapnya sebagai saudara tuanya sendiri. dan pengakuanku aku menganggapnya sebagai korban yang potensial. Tentu saja cukup pengakuan dalam hati. Lalu setelah itu aku menelfon Stela untuk datang ke ruanganku,
“ Stela, tolong kamu kesini yah, tolong jelaskan laporanmu yang kemarin padaku. Jangan jelasin dari telefon, oke !!! ”, perintahku.

                               “ Baiklah Pak, saya akan segera keruangan Bapak ”, ucap Stela.
“ Ceklek ”, suara gagang telfon yang kuletakan.
Kini peluang mulai terbuka, setelah beberapa menit menungu Stela, wanita berpantat sintal-pun datang. Dengan mengenakan blazer tanpa dalaman membuat aku terkesima. Saat itu diapun mulai menerangkan laporannya sembari duduk didepanku. Saat itu mataku bekerja keras, pada wajahnya biar dia tahu bahwa saat itu aku sedang serius (padahal itu hanya trikku saja agar bisa dekat dengan Stela). Ditengah keseriusan Stela sesekali mataku mencuri-curi untuk melihat belahan dadanya. 
Sejenak aku menghela nafas, bermaksud menunjukkan ketidaknyamananku atas keterangannya dan posisi duduk kami yang dibatasi oleh meja kerja. Lalu aku berkata,
“ Udah, coba kamu ke samping sini, terangkan lagi, gak enak ngeliat huruf terbalik ”, ucapku.
“ Baiklah Pak, ” jawabnya singkat.
Lalu dia-pun beranjak berdiri kemudian berpindah di sampingku. Bagiku gerakannya seperti potongan Film Dewasa dalam gerak lambat memutari meja besar milikku dan berdiri disampingku. Saat itu posisi Stela merunduk dan tubuh kami-pun sekrang begitu dekat. Lalu Stela kembali menerangkan laporan tanpa sedikit kesalahanpun. Sambil berpura-pura serius tangan kananku mulaui hinggap di pinggulnya Stela. 
Entah saat itu dia sadar atau tidak dengan kelakuanku, yang jelas saat itu Stela hanya diam saja. Gerakan tanganku yang mulai nakal, saat itu aku mulai meraba wilayah pinggangya yang indah itu. Saat itu Stela tiba-tiba terdiam, dan,
“ Pak tagannya tolong jangan disitu !!! ” protesnya.
“ Sssstttt… udah teruskan, kamu nurut aja sama Bapak…”, ucapku sembari tersenyum dan sambil melanjutkan aktivitas tanganku, namun kali ini agak ke bawah.
“ Pak, jangan seperti itu, saya tidak suka dengan perlakuan bapak yang seperti ini kepada saya …” ucapnya menegurku.
Hemmm… tanpa menjawab aku-pun mulai meraih pundak Stela yang saat itu bisa terjangkau oleh tanganku karena dia merunduk. Kemudian aku menarik tubuhnya dan menjilat telinganyadengan lidahku yang mendidih. Saat itu dia sempat menolak, sangat wajar karena saat itu baru tahap pembukaan. Ketika rongga mulutku sudah dipenuhi oleh daun telinganya dia berbisik,
“ Ssss… Aghhh… Jangan Pak… Ssss… ”, ucapnya dengan sedikit mendesis lirih.
Saat itu aku tidak peduli, tangan kirikupun mulai menarik rambutnya. Aku mempererat cengkraman tanaganku pada rambutnya, mencegah agar leher jenjangnya menjauh dari bibirku yang sudah haus akan birahiku. Tangan kananku mulai menjelajahi punggungnya, pantatnya dan juga paha sekalnya , lalu kubisikkan,
“ Aku sayang kamu Stel ”,ucap gombalku untuk meluluhkan Stela.
Belum sepat stela menjawab saat itu aku menimpa dengan bisikan mautku lagi,
“ Sungguh Stel, aku sangat sayang padamu, Jujur dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam ”, ucapku memantapkan.
Entah bagaimana prosesnya, saat itu aku merasakan perubahan sikap pada Stela yang berlangsung hanya beberapa menit saja. Perubahan itu membawa nampaknya membuat hati Stela Luluh. Kini kami-pun sudah saling berpagutan, bibir kami mulai mengeluarkan jurus-jurus andalan seolah saling berusaha untuk mengalahkan. Saat itu tangankum-pun mulai menggerayangi hampir keseluruh bagian tubuh Stela.
Aku mulai berani meraba, meremas dan bahkan aku menyingkap rok kerjanya yang mini itu ke atas. Pantat kenyal itu kini-pun mulai kuremas tanpa terhalang lagi oleh rok mini yang digunakan Stela. Dia muali bereaksi dengan remasanku itu, matanya yang mulai sayu karena terhanyut dalam kenikmatan remasanku pada pantatnya. Dengan nafasnya yang mulai tidak teratur, tangan kirinya bertumpu pada meja.
Tubuhnya yang saat itu meliuk-liuk penuh gairah, tangan kanannya-pun mulai menjambak rambutku. Saat itu kami bergumul semakin panas dan liar. Gerakan kami semakin tak terkontrol, hasrat sex kami begitu liar dan tidak dapat tertahan lagi. Ditengah pergerumulan kam yang panas, aku mulai merengkuh tubuhnya dengan sangat erat. Kini kami-pun saling berpelukan dan melekat dengan sangat erat.
Sembari berpelukan kami saling mencumbu dan saling melepas hasrat kami. Puas dengan itu, lalu akupun mulai melepaskan celana dalam Stela dan aku membuka resleting celanaku untuk mengeluarka Kejantananku yang dari taid sudah menegang keras. Setelah itu akupun meminta Stela untuk menunggin dengan posisi tangan stela yang bertumpu dengan meja dan posisinya membelakangiku. Lalu,
“ Ssss… aghhh… Stela sayang, mari kita lepaskan hasrat kita yang sudah lama terpendam ini ”, ucapku.
“ Baiklah, Pak… oughhh… ”, jawabnya singkat.
Kemudian aku mulai berdiri dengan posisi dibelakang stela dan mulai membenamkan kejantananku yang dari tadi sudah tida sabar untuk menyelam kedalam Vagina Stela,
“ Blezzzzzzzzzzzzzz… Ssssss… Aghhhhhhhh… ”, terbenamlah kejantananku pada Vagina Stela yang rupanya sudah tidak perawan lagi.
“ Oughhh… Nikmat sekali Vagina kamu Stel, aku merasa kejantananku seperti terpijat dalam kehangatan yang luar biasaaa…Oughhhh… ”, ucapku.  RTP SLOT GACOR TOP
Saat itu Stela tidak menjawab, dia hanya bisa menikmati kejantananku yang begitu perkasanya. Aku mulai menghujani degan sodokan-sodokan maut pada liang senggama Stela, dan stela-pun,
“ Ughhh… Sss… Aghhh… terus Pak, jangan berhenti, puaskan aku hari ini pak !!! Aghhhh… ”, ucap Stela mulai menikmati.
“ Baiklah Stel, aku akan memberikan kenikmatan yang luar biasa hari untukmu… Oughhh… ”, ucapku sembari terus menghujani sodokan pada Vagina Stela.
Dengan konstan tapi pasti, aku terus menyodok Vagina Stela, menit demi menit berlalu. Tidak terasa kamipun sudah 15 menit melakukan hubungan sex di ruangan kerjaku.
“ Oughhh… Pak… Aghhh… bapak perkasa sekali… aghhh…”, desah stela. 
“ Stel Vaginamu benar-benar nimat… Ughhh… Ssss… Aghhh…” pujiku kepada Stela sembari terus menyodok Vagina Stela.
Masih tetap dengan posisi sex yang tadi, aku terus menghujamkan serangan-serangan mautku,
“ Pak…. Oughhh… Aku mau keluar pak… Sss… Aghhh….”, ucap stela nampak akan mencapai puncaknya.
“ Jangan keluarkan dulu Stela Sayang, tahan dulu yah… Aku juga mau keluar nih… Ssss… Aghhhhh…”, ucapku.
“ Iya Pak.., Oughhh…”, jawab Stela.
Mendengar kata-kata Stela tadi, kini aku mulai mengerahkan seluruh tenagaku untuk menambah panasnya hubungan sex ini,
“ Plakkk… Plakkk… Plakkk… Pyekkk… Pyekkk …. Plakkk… Plakkk…” Suara hentakan sex kami yang semakin panas.
Saat itu permainan kamipun semakin menggila, Vagina Stela yang dari sudah becek oleh lendir kawinya membuat suara persetubuhan kamipun semakin memanas. Lalu
“ Ughhhh… Ssss… Aghhhh… Ayo pak keluarkan !!! aku sudah tidak tahan lagi Pak… Ughhhh… ”, ucap Stela.
“ Iya Stel, sebentar lagi aku juga akan keluar, Aghhhh… ”, ucapku.
Percakapan kecil kami tadi, memicuku untuk segera menyemburkan lahar panasku yang dari tadi tertahan dalam kehausan sex. Dan tidak lama setelah itu,
“ Ughhhh…. Aku mau keluar Stel… Aghhhh… ” ucapku,
“ Ayo pak cepat keluarkan, aku sudah tidak tahan lagi… aghhhh… ”, Ucap Stela.
Lalu setelah itu kurasakan ada denyutan-denyutan pada kejantananku, dan badanku mulai mengejang,  
“ Aghhhhhhh… Crottttt… Crottt… Crottt… Ughhhh… Aku keluar Stel… Ssss… Aghhhhhhh…”, ucapku.
Pada akhirnya aku-pun mendapatkan klimaksku. Selang berapa detik setelah kau mendapatkan Klimaksku Stela-pun akhirnya melepaskan hasratnya yang dari tadi tertahan,
“ Syurrr… Syurrr… Syurrr… Syurrr… ”, terasa lendir kawin Stela yang telah keluar bercampur denga spermaku yang mebanjiri liang senggamanya.
“ Aku juga keluar Pak… sungguh sangat puas sekali aku dengan permainan sex ini. Terima kasih Pak ”, ucap Stela puas.
Lendir-lendir kenikmatan kamipun bercampur aduk menjadi satu didalam liang senggam stela. Posisi Stela masih seperti tadi, dengan posisi menungging dan dengan kedua tanganya bertumpu pada meja kerjaku. Dengan posisi kejantananku yang masih teryancap di Vagina Stela, lendir kawin kami yang tadi bercampur aduk, gini tertumbah dan mengalir melalui sela-sela pantat Stela yang sital dan padat itu.
Sungguh sekretaris yang menakjubkan Stela ini, selain melayaniku dalam pekerjaan, dia juga melayani kebutuhan sexsku yang menggebu-gebu tadi. Setelah itu aku-pun mencabut kejantananku dari liang Vagina Stela yang becek itu. Lalu,
“ Terima kasih ya Stel, engkau benar-benar Sekretaris yang hebat… Emuaacchh ”, ucapku sembari memberikan kecupan kecil pada bibir Stela.
“ Iya Pak sama-sama. Aku juga merasa puas dengan permainan sexs tadi Pak… emuaacchhh… ”, jawabnya sembari membalas kecupanku pada bibirku.
Kemudian kamipun segera merapihkan diri dan membersihkan lendir-lendir kawin kami yag tertumpah tadi menggunakan tissue basah yang ada dalam mejaku. Setelah selesai, Stela-pun bermaksud akan kembali keruangannya, tapi sebelum pergi aku berkata kepada Stela,
“ Sayang… lain kali kita ulang lagi yah !!! bey …”, ucap nakalku.
“ Iya Bos kesayanganku ”, jawabnya singkat dengan centil.
Lalu Stela-pun beranjak pergi utuk kembali keruangan kerjanya, setelah itu kami-pun mulai beraktifitas dan melanjutkan pekerjaan kami kembali. Hubungan sex kami saat itu tidak ada yang mengetahuinya kecuali kami, hanya meja, kursi dan deretan buku lemari buku-ku yang menjadi saksi bisu kami.
Semnejak kejadian hari itubungan kami-pun terus berlanjut tanpa ada iktan Entah sampai kapan hubungan ini akan berakhir. Hari-hari kerja kami dipenuhi dengan kehangatan dan hubungan Sex, di sela-sela pekerjaan kami. Sungguh sekretaris yang cerdas, cantik dan menggairahkan. Terima kasih Stela sekretaris kesayanganku, engkau telah menjalankan tugasku dan memuaskan hasrat sexku. Selesai.

Terungkap Fakta Baru di Balik Pembunuhan Kacab Bank BUMN

  Jadi intinya... Rekonstruksi pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN MIP digelar dengan 17 tersangka. Rekonstruksi mengungkap penculikan MIP di...