Jumat, 29 November 2024

Sex Artis Kisah Seru Ngewe Rida di Kantornya

 


Cerita sex artis porno dewasa, kisah seks dewasa ngentot, kumpulan cerita panas birahi ngewe janda, foto hot bugil dewasa birahi, komik hentai dewasa porno bergambar.

Rida adalah seorang gadis 20 tahunan yang bekerja di sebuah bank negeri di kota Bkl. Ia tinggal di rumah kos bersama seorang rekan wanitanya, Ita, yang juga bekerja di bank yang sama walaupun pada cabang yang berbeda. Ia memiliki tubuh yang kencang. Wajahnya cukup manis dengan bibir yang penuh, yang selalu dipoles dengan lipstik warna terang. Tentu saja sebagai seorang teller di bank penampilannya harus selalu dijaga. Ia selalu tampil manis dan harum.  GAME DOMINO88 SLOT NYA MANTAP 

Suatu hari di sore hari Rida terkejut melihat kantornya telah gelap. Berarti pintu telah dikunci oleh Pak Warto dan Diman, satpam mereka. Dia tadi pergi ke WC terlebih dulu sebelum akan pulang. Mungkin mereka mengira ia sudah pulang. Baru saja ia akan menggedor pintu, biasanya para satpam duduk di pintu luar. Ada kabar para satpam di kantor bank tersebut akan diberhentikan karena pengurangan karyawan, Rida merasa kasihan tapi tak bisa berbuat apa-apa. Seingatnya ada kurang lebih 6 orang satpam disana. Berarti banyak juga korban PHK kali ini.

“Mau kemana Rida?”, tiba-tiba seseorang menegurnya dari kegelapan meja teller.

Rida terkejut, ada Warto dan Diman. Mereka menyeringai.

“Eh Pak, kok sudah dikunci? Aku mau pulang dulu..”, Rida menyapa mereka berdua yang mendekatinya.

“Rida, kami bakal diberhentikan besok..”, Warto berkata.

“Iya Pak, aku juga nggak bisa apa apa..”, Rida menjawab.

Di luar hujan mulai turun. Cerita Dewasa

“Kalau begitu.. kami minta kenang-kenangan saja Mbak”, tiba-tiba Diman yang lebih muda menjawab sambil menatapnya tajam.

“I.., iya.., besok aku belikan kenang-kenangan..”, Rida menjawab.

Tiba-tiba ia merasa gugup dan cemas. Warto mencekal lengan Rida. Sebelum Rida tersadar, kedua tangannya telah dicekal ke belakang oleh mereka.

“Aah! Jangan Pak!”. GAME DOMINO88 SLOT NYA MANTAP 

                              Diman menarik blus warna ungu milik Rida. Gadis itu terkejut dan tersentak ketika kancing blusnya berhamburan. “Sekarang aja Rida. Kenang-kenangan untuk seumur hidup!”.

Warto menyeringai melihat Diman merobek kaos dalam katun Rida yang berwarna putih berenda. Rida berusaha meronta. Namun tak berdaya, dadanya yang kencang yang terbungkus bra hitam berendanya mencuat keluar.

“Jangannnn! Lepaskannn!”, Rida berusaha meronta.

Hujan turun dengan derasnya. Diman sekarang berusaha menurunkan celana panjang ungu Rida. Kedua lelaki itu sudah sejak lama memperhatikan Rida. Gadis yang mereka tahu tubuhnya sangat kencang dan sintal. Diam-diam mereka sering mengintipnya ketika ke kamar mandi. Saat ini mereka sudah tak tahan lagi. Rida menyepak Diman dengan keras.

“Eit, melawan juga si Mbak ini..”, Diman hanya menyeringai.

Rida di seret ke meja Head Teller. Dengan sekali kibas semua peralatan di meja itu berhamburan bersih.

“Aahh! Jangan Pak! Jangannn!”, Rida mulai menangis ketika ia ditelungkupkan di atas meja itu.

Sementara kedua tangannya terus dicekal Warto, Diman sekarang lebih leluasa menurunkan celana panjang ungu Rida. Sepatunya terlepas.

Diperlakukan seperti itu, Rida juga mulai merasa terangsang. Ia dapat merasakan angin dingin menerpa kulit pahanya. Menunjukkan celananya telah terlepas jatuh. Rida lemas. Hal ini menguntungkan kedua penyiksanya. Dengan mudah mereka menanggalkan blus dan celana panjang ungu Rida. Rida mengenakan setelan pakaian dalam berenda warna hitam yang mini dan sexy. Mulailah pemerkosaan itu. Pantat Rida yang kencang mulai ditepuk oleh Warto bertubi-tubi, “Plak! Plak!”.

Tubuh Rida memang kencang menggairahkan. Payudaranya besar dan kencang. Seluruh tubuhnya pejal kenyal. Dalam keadaan menungging di meja seperti ini ia tampak sangat menggairahkan. Diman menjambak rambut Rida sehingga dapat melihat wajahnya. Bibirnya yang penuh berlipstik merah menyala membentuk huruf O. Matanya basah, air mata mengalir di pipinya.

“Sret!”, Rida tersentak ketika celana dalamnya telah ditarik robek.

Menyusul branya ditarik dengan kasar. Rida benar-benar merasa terhina. Ia dibiarkan hanya dengan mengenakan stocking sewarna dengan kulitnya. Sementara penis Warto yang besar dan keras mulai melesak di vaginanya.

“Ouuhh! Adduhh..!”, Rida merintih.

Seperti ******, Warto mulai menyodok nyodok Rida dari belakang. Sementara tangannya meremas-remas dadanya yang kencang. Rida hanya mampu menangis tak berdaya.

Tiba-tiba Diman mengangkat wajahnya, kemudian menyodorkan penisnya yang keras panjang. Memaksa Rida membuka mulutnya. Rida memegang pinggiran meja menahan rasa ngilu di selangkangannya sementara Diman memperkosa mulutnya. Meja itu berderit derit mengikuti sentakan-sentakan tubuh mereka. Warto mendesak dari belakang, Diman menyodok dari depan. Bibir Rida yang penuh itu terbuka lebar-lebar menampung kemaluan Diman yang terus keluar masuk di mulutnya. Tiba-tiba Warto mencabut kemaluannya dan menarik Rida.

“Ampuunnn…, hentikan Pak..”, Rida menangis tersengal-sengal.

Warto duduk di atas sofa tamu. Kemudian dengan dibantu Diman, Rida dinaikkan ke pangkuannya, berhadapan dengan pahanya yang terbuka.

“Slebb!”, kemaluan Warto kembali masuk ke vagina Rida yang sudah basah.

Rida menggelinjang ngilu, melenguh dan merintih. Warto kembali memeluk Rida sambil memaksa melumat bibirnya. Kemudian mulai mengaduk aduk vagina gadis itu. Rida masih tersengal-sengal melayani serangan mulut Warto ketika dirasakannya sesuatu yang keras dan basah memaksa masuk ke lubang anusnya yang sempit. Diman mulai memaksa menyodominya.  GAME DOMINO88 SLOT NYA MANTAP 

“Nghhmmm..! Nghh! Jahannaammm…!”, Rida berusaha meronta, tapi tak berdaya.

Warto terus melumat mulutnya. Sementara Diman memperkosa anusnya. Rida lemas tak berdaya sementara kedua lubang di tubuhnya disodok bergantian. Payudaranya diremas dari depan maupun belakang. Tubuhnya yang basah oleh peluh semakin membuat dirinya tampak erotis dan merangsang. Juga rintihannya. Tiba-tiba gerakan kedua pemerkosanya yang semakin cepat dan dalam mendadak berhenti. Rida ditelentangkan dengan tergesa kemudian Warto menyodokkan kemaluannya ke mulut gadis itu. Rida gelagapan ketika Warto mengocok mulutnya kemudian mendadak kepala Rida dipegang erat dan…

“Crrrt! Crrrt!”, cairan sperma Warto muncrat ke dalam mulutnya, bertubi-tubi.


                                             Rida merasa akan muntah. Tapi Warto terus menekan hidung Rida hingga ia terpaksa menelan cairan kental itu. Warto terus memainkan batang kemaluannya di mulut Rida hingga bersih. Rida tersengal sengal berusaha menelan semua cairan lengket yang masih tersisa di langit-langit mulutnya.

Mendadak Diman ikut memasukkan batang kemaluannya ke mulut Rida. Kembali mulut gadis itu diperkosa. Rida terlalu lemah untuk berontak. Ia pasrah hingga kembali cairan sperma mengisi mulutnya. Masuk ke tenggorokannya. Rida menangis sesengggukan. Diman memakai celana dalam Rida untuk membersihkan sisa spermanya.

“Wah.. bener-bener kenangan indah, Yuk..”, ujar Warto sambil membuka pintu belakang.

Tak lama kemudian 3 orang satpam lain masuk.

“Ayo, sekarang giliran kalian!”, Rida terkejut melihat ke-3 satpam bertubuh kekar itu.

Ia akan diperkosa bergiliran semalaman. Celakanya, ia sudah pamit dengan teman sekamarnya Ita, bahwa ia tak pulang malam ini karena harus ke rumah saudaranya hingga tentu tak akan ada yang mencarinya.

Rida ditarik ke tengah lobby bank itu. Dikelilingi 6 orang lelaki kekar yang sudah membuka pakaiannya masing-masing hingga Rida dapat melihat batang kemaluan mereka yang telah mengeras.

“Ayo Rida, kulum punyaku!”, Rida yang hanya mengenakan stocking itu dipaksa mengoral mereka bergiliran.

Tubuhnya tiba-tiba di buat dalam keadaan seperti merangkak. Dan sesuatu yang keras mulai melesak paksa di lubang anusnya.

“Akhh…, mmmhhh.., mhhh…”, Rida menangis tak berdaya.

Sementara mulutnya dijejali batang kemaluan, anusnya disodok-sodok dengan kasar. Pinggulnya yang kencang dicengkeram.

“Akkkghhh! Isep teruss…!, Ayooo”.

Satpam yang tengah menyetubuhi mulutnya mengerang ketika cairan spermanya muncrat mengisi mulut Rida. Gadis itu gelagapan menelannya hingga habis. Kepalanya dipegangi dengan sangat erat. Dan lelaki lain langsung menyodokkan batang kemaluannya menggantikan rekannya. Rida dipaksa menelan sperma semua satpam itu bergiliran. Mereka juga bergiliran menyodomi dan memperkosa semua lubang di tubuh Rida bergiliran.

Tubuh Rida yang sintal itu basah berbanjir peluh dan sperma. Stockingnya telah penuh noda-noda sperma kering. Akhirnya Rida ditelentangkan di sofa, kemudian para satpam itu bergiliran mengocok kemaluan mereka di wajahnya, sesekali mereka memasukkannya ke mulut Rida dan mengocoknya disana, hingga secara bergiliran sperma mereka muncrat di seluruh wajah Rida.

Ketika telah selesai Rida telentang dan tersengal-sengal lemas. Tubuh dan wajahnya belepotan cairan sperma, keringat dan air matanya sendiri. Rida pingsan. Tapi para satpam itu ternyata belum puas.

“Belum pagi nih”, ujar salah seorang dari satpam itu.

“Iya, aku masih belum puas…”.

Akhirnya muncul ide mereka yang lain.

Tubuh telanjang Rida diikat erat. Kemudian mereka membawanya ke belakang kantornya. Bagian belakang bank itu memang masih sepi dan banyak semak belukar. Rida yang masih dalam keadaan lemas diletakkan begitu saja di sebuah pondok tua tempat para pemuda berkumpul saat malam. Hujan telah berhenti tetapi udara masih begitu dinginnya. Mulut Rida disumpal dengan celana dalamnya. Ketika malam semakin larut baru Rida tersadar. Ia tersentak menyadari tubuhnya masih dalam keadaan telanjang bulat dan terikat tak berdaya. Ia benar-benar merasa dilecehkan karena stockingnya masih terpasang.

Tiba-tiba saja terdengar suara beberapa laki-laki. Dan mereka terkejut ketika masuk.

“Wah! Ada hadiah nih!”, aroma alkohol kental keluar dari mulut mereka.

Rida berusaha meronta ketika mereka mulai menggerayangi tubuh sintal telanjangnya. Tapi ia tak berdaya. Ada 8 orang yang datang. Mereka segera menyalakan lampu listrik yang remang-remang. Tubuh Rida mulai dijadikan bulan-bulanan. Rida hanya bisa menangis pasrah dan merintih tertahan.

Ia ditunggingkan di atas lantai bambu kemudian para lelaki itu bergiliran memperkosanya. Semua lubang di tubuhnya secara bergiliran dan bersamaan disodok-sodok dengan sangat kasar. Kembali Rida bermandi sperma. Mereka menyemprotkannya di punggung, di pantat, dada dan wajahnya. Setiap kali akan pingsan, seseorang akan menampar wajahnya hingga ia kembali tersadar.

“Ini kan teller di bank depan?”

Mereka tertawa-tawa sambil terus memperkosa Rida dengan berbagai posisi. Rida yang masih terikat dan terbungkam hanya dapat pasrah menuruti perlakuan mereka. Cairan berwarna putih dan merah kekuningan mengalir dari lubang pantat dan vaginanya yang telah memerah akibat dipaksa menerima begitu banyak batang penis. Ketika seseorang sedang sibuk menyodominya, Rida tak tahan lagi dan akhirnya pingsan. Entah sudah berapa kali para pemabuk itu menyemprotkan sperma mereka ke seluruh tubuh Rida sebelum akhirnya meninggalkannya begitu saja setelah mereka puas.,

Kamis, 28 November 2024

IGO Seksi SPG Perawan Mesum Kurang Puas

 

Pengalaman Seks Hot Belum Cukup Umur-kisah bokep , kisah bokep terbaru, kisah bokep, kisah ngentot 2016, kisah ngentot terbaru, kisah ngentot,usiaku saat itu masih 6th, kelas 1 SD, sedangkan fira, mbak sepupuku, aku lupa berapa usianya, tapi waktu itu dia sudah kelas 4 SD. dia anak yg lincah, cantik, putih dan tubuhnya padat berisi. kami sering bermain bersama, main petak umpet, kemah-kemahan, dan tentu saja dokter-dokteran. seperti biasa hari itu aku main kerumahnya, orang tuanya sedang sibuk berjualan di warung samping rumah hingga kami hanya berduaan saja di ruang keluarga. “dek, main kemah-kemahan yuk” kata mbak fira. aku menurut saja, lalu kami membuat tenda dari selimut. kamipun bermain ular tangga di dalam tenda dengan beralaskan tikar. tapi rupanya mbak fira bosan dengan permainan itu, “dek, main yg lain yuk, main dokter-dokteran aja gimana?”, aku pun mengiyakan, dan sesuai kesepakatan akulah dokternya sedangkan mbak fira adalah pasiennya.
kisah bokep 2016, kisah bokep terbaru, kisah bokep, kisah ngentot 2016, kisah ngentot terbaru, kisah ngentot,Kisah Ngentot  RTP NYA MANTAP 100% 
setelah merapikan ular tangga mbak fira memberikan stetoskop mainan padaku lalu dia berbaring di atas bantal yg ia bawa ke dalam tenda. seperti biasa aku menempelkan stetoskop ke dadanya layaknya seorang dokter. tapi tanpa aku duga dia menyingkapkan t-shirt nya hingga tampak perutnya, dadanya dan tentu saja putingbuah dadanya yg berwarna pink.

masih ku ingat waktu itu buah dadanya masih belum tumbuh sama sekali, rata, hanya saja putingnya terlihat mencuat dengan pembuluh darah tipis dan halus di sekitarnya. tampak jelas pembuluh berwarna hijau kebiruan itu karena begitu putihnya kulit mbak fira. karena masih kecil aku nggak terangsang sama sekali oleh pemandangn itu, tapi yg jelas waktu itu ada perasaan tertarik dalam diriku untuk mengetaui lebih jauh tentang tubuh mbak fira. aku diminta sekali lagi menempelkan stetoskop ke dadanya. kulakukan hal itu, bahkan iseng ku tempelkan stetoskop ke putingbuah dadanya. “dek, puter-puter stetoskopnya di daerah situ” akupun menggesek-gesekkan stetoskop di daerah putingbuah dadanya. “ih, geli ya, terus dek jangan berhenti” kata mbak fira.

udara di dalam tenda memang panas hingga kami berdua mulai berkeringat, mungkin itulah yg membuat mbak fira melepas t-shirtnya, atau mungkin juga dia sudah tidak tahan lagi dengan rangsangan di putingbuah dadanya. stetoskopku masih terus bergerilya di kedua putingbuah dadanya. sesekali mbak fira meraba dan memijit-mijit sendiri putingnya sembari memejamkan mata dan sedikit mendesah merasakan geli di putingbuah dadanya.

                               mbak fira menyuruhku membukakan roknya. awalnya aku hanya menyingkapkan saja roknya hingga terlihat celana dalamnya. “gak usah disingkap gitu dek, dilepas aja semuanya, celana dalamnya juga ya” pinta mbak fira. akupun melakukannya. pertama aku lepaskan roknya, lalu aku pelorotkan celana dalamnya hingga akhirnya mbak fira benar-benar telanjang bulat dengan tubuh yg mengkilap basah oleh keringat. aku lihat gundukan kemaluannya, dan aku masih ingat kemaluan yg montok, mungil, dan tanpa ada bulu sama sekali, dan juga teringat jelas daerah disekitar belahan kemaluannya merona merah, mungkin karena celana dalam yg terlalu ketat. melihat pemandangan itu timbul hasratku untuk mengetaui tubuh mbak fira lebih jauh, meskipun aku masih kecil tapi dalam dunia medis dikatakan bahwa anak kecil pun memiliki kelebihan, mungkin itulah yg membuat kemaluan mungilku menjaditerangsang. “dek, coba kamu periksa kemaluan mbak, stetoskopnya di gesek-gesek juga seperti tadi” kata mbak fira. aku melakukannya, ku tempelkan stetoskop ke kemaluannya, lalu ku gesek-gesekkan secara perlahan. aku lihat mbak fira mendesah lebih keras, dia terlihat menelan ludah, memejamkan mata, sesekali melihat ke arah kemaluannya. “kenapa mbak, geli ya?” tanyaku. “geli banget dek, coba kamu geseknya lebih cepat dikit rasanya enak banget dek”  RTP NYA MANTAP 100% 

rupanya mbak fira belum puas dengan hanya seperti itu. “dek coba kamu pegang kemaluan mbak, di usap-usap biar cepet sembuh soalnya kemaluan mbak gatal”. aku pun mengusap kemaluannya, rasanya halus banget, hangat dan empuk. aku lihat mata mbak fira merem melek merasakan geli di daerah kemaluannya. “dek sekarang coba kamu masukin jari kamu ke kemaluan mbak” perintah mbak fira. aku bingung, aku tidak melihat ada lubang disana, hanya gundukankemaluandengan sebuah lekukan garis yg membelah tepat ditengah kemaluannya.

rasa keingin tauanku makin menjadi, kelebihanku makin tinggi, dan kemaluanku pun bertambah terangsang. lalu aku menguak belahan kemaluannya dengan jari-jari mungilku. wah sungguh menakjubkan pemandangan di dalam. bagian dalam kemaluannya berwarna pink, dan terlihat basah, pun menebarkan aroma khas kemaluan, ada daging yg menonjol di bagian atas kemaluannya, dan kini aku tau itulah yg dinamakan klitoris, ku lihat juga ada setitik lubang yg ternyata itu adalah lubang kencing, dibawahnya ada sebuah lubang kira-kira sebesar jari telunjukku pada saat itu, mungkin lubang itulah yg dimaksudkan mbak fira.

aku langsung memasukkan jari telunjukku ke dalam lubang itu, rasanya hangat dan licin. “ya terus masukin aja jari kamu dek, tapi pelan-pelan aja” kata mbak fira. akupun memasukkan jariku makin dalam dengan perlahan. semakin dalam jariku semakin terasa panas, dan kurasakan sangat licin dan berlendir. “ah..sakit dek, pelan-pelan donk..aahhh..oh..oh..oh..ya gitu dek, puter-puter aja jari kamu di dalam ato kamu keluar masukin aja jari kamu” desah mbak fira dengan mata merem-melek. tapi aku keluarkan lagi jariku, aku amati cairan licin yg melumuri jariku, tidak berwarna tapi sangat licin dan aroma khasnya begitu menyengat, bukannya bau, tapi justru aroma itu membuat kelebihanku makin memuncak. “loh kok dikeluarin lagi dek, masukin lagi donk gak apa-apa kok, ayo donk dek masukin lagi, enak banget nih” kata mbak fira kesal.

mbak fira menekuk kedua lututnya lalu mengangkangkan kedua pahanya lebar-lebar hingga tampak jelas bagian dalam kemaluannya. sekali lagi aku masukin jariku kedalam lubang kemaluannya. kemudian aku putar-putarkan jariku. mbak fira memejamkan mata merasakan kenikmatan itu. lalu aku keluar masukkan jariku. kulihat mbak fira menggigit bibir bawahnya yg mungil sembari tetap terpejam. mbak fira meraih tanganku yg satunya lalu menyuruhku memainkan putingbuah dadanya. kini kedua tanganku sama-sama bermain. yg kiri memainkan putingbuah dadanya sedangkan yg kanan memainkan kemaluannya. mbak fira tetap terpejam, kedua tangannya memegangi bantal sehingga terlihat ketiaknya yg halus putih dan berkeringat, sungguh sangat seksi. “mmh..mmh…oh..oh..terus dek jangan berhenti..oh..oh agak dipercepat dikit dek” mbak fira meracau. aku pun mempercepat gerakan jariku di kemaluannya, aku putar-putar, aku keluar masukkan begitu seterusnya. desahan mbak fira makin kencang. “oh..oh..lebih cepat dek”, gerakan jariku yg tadi sudah cepat kini lebih ku percepat lagi hingga kemaluannya berbunyi karena bergesekan dengan dengan jariku yg bergerak sangat cepat. “ceplok…ceplok..” bunyi itu makin keras dan cepat seiring dengan gerakan jariku. “mmh..mmh..enak banget dek..terus..terus..oh..oh..” mbak fira meracau tidak karuan. tubuhnya menggelijang tidak beraturan.

wajahnya memerah, keringatnya bercucuran. pinggulnya terangkat ke atas, bergerak ke kanan ke kiri. tangannya makin erat memegangi bantal. desahannya makin keras seperti orang kesetanan. sesekali tubuhnya tersentak. dan sentakan paling hebat membuat lutut kanannya yg ditekuk kini lurus kembali. pingulnya bergerak makin tak beraturan. pahanya yg kanan merapat ke paha yg kiri hingga jariku sempat terlepas dari kemaluannya tapi aku masukkan kembali dengan sangat cepat. pinggulnya terangkat sekali lagi.

mencondong ke arak kiri. kurasakan jariku seperti tersedot kedalam kemaluannya. dinding-dinding kemaluannya menekan jariku kuat sekali. dan akhirnya sebuah teriakan yg cukup keras keluar dari mulut mbak fira “dek mbak mau pipis..ah..ah..gak tahan lagi dek..oh..oh..ah..ahhhh…ahhhh…arrrggghhhhh”. aku cabut jariku dari kemaluannya “crot..crot..crooot”kemaluanmbak fira menyemprotkan cairan. cairan itu mengenai pahanya, lalu aku lihat cairan itu mengalir deras darikemaluanmbak fira. pinggulya kini turun kembali. tapi cairan itu masih tetap saja keluar membanjiri tikar. aku lihat mata mbak fira masih terpejam. mulutnya menganga dan nafasnya tersengal-sengal.

“ah..enak banget dek, tapi mbak fira pipis, abis udah gak tahan lagi sih” mbak fira kini mulai tenang kembali. matanya terbuka dan melihat ke arahku penuh dengan kepuasan. tangan kirinya memegang kemaluannya yg belepotan cairan. mbak fira merasakan cairan itu lalu mengamatinya. “ini apa ya kok licin?”. dia pun bangkit, duduk dan mengamati vaginya. tangannya meraih cairan kental berwarna bening keputih-putihan yg masih menggenang di tikar tepat di bawah kemaluannya. “ini bukan kencing, tapi apa ya?” dia pun membauinya. aku melakukan hal serupa. aku colekkan jariku ke cairan itu dan aku amati. cairan kental yg licin dan berbau sedikit amis. “ini memang bukan kencing mbak” kataku. “iya, tapi apa ya kok tadi rasanya seperti mau kencing, dan pas keluar rasanya enak banget dek, beda kalo kencing seperti biasanya”.  RTP NYA MANTAP 100% 

                                dan kini aku tau itu adalah cairan orgasme, mbak fira tadi telah mengalami orgasme yg hebat dan mungkin untuk yg pertama kalinya. dan kini pun aku tau lendir licin yg menebarkan aroma khaskemaluanpada saat pertama kali aku memasukkan jariku kekemaluanmbak fira itu adalah cairan lubrikasi yg akan keluar saat seorang perempuan sedang terangsang. cairan ini rupanya berguna sebagai pelumas dan sebagai pemberi aroma pada kemaluan.

dengan keadaan yg masih telanjang bulat mbak fira berdiri dan keluar tenda. cairan orgasmenya masih menetes dari kemaluannya. dia kembali ke dalam tenda dengan sebuah lap bersih. lalu dia me-lapkemaluandan pahanya yg belepotan cairan orgasme. dia juga membersihkan tikar yg masih tersisa cairan orgasme. tadi cairan itu begitu banyak, tapi rupanya telah diserap oleh tikarnya. kini semuanya telah bersih, hanya saja aromake maluan masih juga memenuhi tenda. mbak fira memakai kembali pakaiannya. “dek, lain kali kamu mau gak main yg kayak tadi?” tanya mbak fira. “mau mbak, sepertinya asik banget, sampe kemaluankuk berdiri” jawabku. “hah..kemaluan kamu berdiri..ha..ha..tapi kamu janji jangan cerita ke spa-spa klo kita main yg kayak tadi, klo kamu cerita nanti kita bisa dimarahi sama ortu”. “ok deh mbak, aku janji gak akan cerita ke spa-spa” kataku

itulah pengalaman pertamaku tentang seks. sejak saat itu aku sering melakukan hal seperti tadi. di semua tempat pun jadi, asalkan tidak ada orang yg melihat. kadang di dalam tenda, kadang di kamar mbak fira dan bahkan kami pernah melakukannya di sofa ruang tamu. cerita ini adalah nyata dari penglamanku sendiri, bukan orang lain, hanya saja nama di samarkan, terserah anda percaya atau tidak. terlepas dari anda percaya atau tidak tapi kini anda tau bahwa anak kecilpun bisa terangsang karena mereka memilik kelebihan, dan bahkan mereka bisa mengalami orgamse seperti yg di alami orang dewasa.,,

Rabu, 27 November 2024

Bugil Crot Masuk Lubang Perawan

 

 Sebelumnya aku ingin memperkenalkan namaku dengan samaran panggil saja Lina aku adalah salah satu mahasiwi PTS di Jakarta, dan aku ngekos didaerah di dekat kampus khusus perempuan, secara singkat tentang diskripsiku aku berbadan sexy denga tinggi 170 cm dan berat badanku 55 kg ukuran payudaraku 36 B aku juga masih perawan.

Saat pulang dari kampus aku langsung menuju ke kosa kosan karena badanku sudah capek dan lelah pikiran sehabis berpusing ria denga mata perkuliahan , karena keburu aku langusng mengambil kunci yang biasanya aku taruh di bawah keset, tapi aku cari selama 15 menit kunci tersbut tidak ada “ apa mungkin aku lupa menaruhnya” Karena tidak mempunyai serep kunci aku menuju ke bapak kosr\t dan meminta kunci serep lainnya yang di pegang oleh Pak Enrik.  SLOT MENYALA GACOR TERUS
Aku segera menuju ke rumah Pak Enrik yang berada disamping gedung kosanku. Kebetulan sekali dia sedang berada di halaman.
“Pak, maaf, saya bisa minta kunci cadangan kos saya gak? kunci saya hilang”
“Oh bisa bisa dik, ayo ikut saya ke dalam” Kami berdua masuk ke dalam rumah Pak Enrik yang kosong, mungkin istrinya sedang pergi. Tiba-tiba Pak Enrik memelukku dari belakang dan mulai meraba pantatku.
Seketika aku mulai berontak tapi lengan Pak Enrik sangat kuat menahan dadaku.
“Pak, apaansih, lepas! Lepasin pak!” teriakku.
“Hahaha, cewek bodoh! kuncimu itu sebenernya nggak hilang, cuma akunya aja yang pengen make kamu sekarang makanya aku umpetin.”
“Aaaah brengsek lepas! Lepaaas!” teriakku, rasanya suaraku mulai serak berteriak terus-terusan.
“Sudah kamu diam saja! Kita bakal bersenang-senang, pokoknya memek kamu bakal aku masukin kontolku, pasti kamu suka!” jawab Pak Enrik sambil melucuti bluksku.
“Pak jangan pak, biarin saya pergi pak, jangan” aku memohon. Sekarang aku tinggal bra dan rok pendek saja, dan Pak Enrik mulai menyeretku ke kamarnya dan menjatuhkanku ke kasurnya.
Dia membuka bajunya dan mulai menciumi mulut, leher, dan tetekku yang masih terbungkus bra merahku.
“Ahh..ahhh pak udah, jangan” desahku yang mulai menikmati tangan kekar Pak Enrik yang mulai meremas tetekku.
Lalu Pak Enrik melepas braku dengan kasar. Tetekku yang bulat besar mencuat dan mebuat Pak Enrik makin horny, dia lalu menciumi dan mengenyot tetekku ku dengan keras.
“Ah..pak ah.. enak pak.. aah sshhh sakit pak ah enak..” rintihku menahan rasa nikmat. Mulut Pak Enrik mengulum pentilku dengan liar, akupun meronta-ronta karena sensasi mulut Pak Enrik.
“Wah besar banget tetekmu dik, asik” kata Pak Enrik sambil menampar tetekkananku sehingga menjadi kemerah-merahan. Aku merasa memekku sudah banjir basah dengan cairan hornyku.
Setelah permainan mulut Pak Enrik yang daritadi mengenyot tetekku, dia sekarang melepas rok dan celana dalamku.

                                Dia mulai menjilati memekku yang basah dan aku tersengat rasa nikmat luar biasa saat lubang memekku dimasuki lidah Pak Enrik yang hangat. SLOT MENYALA GACOR TERUS

“Ah.. sshh, aah ah yaah” desahku nikmat. Memekmu enak banget dik, masih rapet, mulus, putih” puji pak Enrik sambil memasuki jari telunjuknya ke dalam memekku lalu mulai mengocoknya keluar masuk.
“Aaah akh sakit pak pelan-pelan ah..”erangku kesakitan. Rasanya nikmat sekali apalagi saat Pak Enrik mulai mengocok lobang memekku dengan tiga jari.
“Kyaaaa aaaah ssssshhh haaaaa nikmat sekali aahh” aku menggelinjang tak keruyaan. Lalu aku merasa pentil tetekku mengeras dan memekku semakin basah, sepertinya aku akan orgasme.
“AAAAHHHH….. bapak aaaaah…. nikmaaaat!!!” teriakku saat gelombang nikmat orgasmeku membuat tubuhku kaku sejenak, tetapi Pak Enrik semakin asyik mengemut itilku.
Aku menjadi lemas sesaat, tetapi saat Pak Enrik kembali meremas tetekku sembari menjilati air hornyku, aku mulai terangsang lagi.
“Enak kan? Nah sekarang sepong kontolku” perintah Pak Enrik sambil mengeluarkan kontolnya yang sudah ngaceng. Kontol Pak Enrik besar sekali batangnya, membuat memek basahku semakin berdenyut-denyut ingin dingentotin dengan kontol itu.
Aku memasukkan kontol itu ke mulutku dan mengulumnya. Aku merasakan rasa asin gurih precum Pak Enrik dan mulai menikmatinya. Pak Enrik membelai-belai kepalaku sambil merem-melek keenakan.
Setelah kuservice kontol kekar Pak Enrik lalu ia bersimpuh diantara kedua pahaku yang sudah siap dingentotin, dia mulai menggesek-gesekkan kepala kontolnya di bibir memekku sehingga aku makin terangsang.
Kepala kontol Pak Enrik mulai masuk ke memekku dan rasanya sakit sekali tetapi nikmat. “Ahh… pak sakit pak pelan-pelan..” Lalu Pak Enrik berhasil memasuki batang kontolnya full ke memekku.
“Ahhhh sakiit ah ah sshhhh yeaaah” erangku sambil menggelinjang keenakan karena kontol besar Pak Enrik mulai majumundur keluarmasuk memekku yang sangat rapat.
“Shhh oooh yeaah memekmu rapet banget dik, masih perawan ya?” kata Pak Enrik sambil menyodok memekku dengan sangat kencang.  SLOT MENYALA GACOR TERUS
Terdengar bunyi plak plak plak karena Pak Enrik menyodokku dengan cepat dan keras dan tetekku melompat-lompat karena sodokan Pak Enrik yang luar biasa. “Ahh.. ah pelan-pelan pak ngilu banget aaah” aku memohon tapi Pak Enrik tidak menghiraukan.
Memek putihku makin basah dan tetekku terus melompat-lompat. Lalu Pak Enrik menyuruhku untuk nungging dan mulai mengentoti ku dengan Doggy Style. Rasanya nikmat sekali sekaligus perih karena Pak Enrik dengan liar menyodokku dan meremas tetekku dari belakang.
“Ahhh ah ahh… yeashh.. shhh ngentot!” desah Pak Enrik keenakan, aku pun dengan alami mendesah keenakan karena kontol besar Pak Enrik yang seakan mengoyak memek mulusku. “Saya mau keluar lagi paak aaah!!” teriakku, kali ini pasti lebih dahsyat.
“Ah ah ah shh aku juga dik aaargggghhh…!!” Crot crot crot sperma Pak Enrik menyembur kedalam memekku, rasanya hangat bercampur dengan cairan hornyku. Kami lalu merebahkan diri di kasur, sangat kelelahan tetapi sangat nikmat.
Aku melihat darah keperawananku keluar dari bibir memekku bersamaan dengan sperma Pak Enrik. Setelah itu aku mengambil kunci kosanku dan kembali pulang. Sejak saat itu kami rutin mengentot di kosan ku dengan Pak Enrik. Aku mulai Kecanduan.,

Selasa, 26 November 2024

Baju Baru Ditukar Keperawan

 

ini diambil dari pengalaman pribadi dari seorang laki-laki bernama Angga (nama disamarkan). Di cerita ini mengisahkan angga yang melepaskan perjakanya dengan seorang asisten rumah tangga yang bekerja dirumahnya. Kebetulan sekali asisten itu masih berumur 16 saat itu, dan kebetulan dia juga masih Virgin. Yang paling seru dari cerita sex ini ini adalah, Sari rela melepas keperawanannya untuk Angga demi bisa membelikan baju baru untuk keluarganya. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ???  SLOT  NYA GACOR BOS  langsung saja simak cerita dibawah ini !!!

Cerita Dewasa Baju Baru Ditukar Keperawan – Salam sejahtera para maniak sexs, perkenalkan nama saya Angga, usia saya sekarang 26 tahun, tinggi badan saya 172 cm danberat badan 57 kg. Saya akan menceritakan kisah sex-ku dengan ART (asisten rumah tangga)-ku yang masih muda belia. Di usiaku yang masih beranjak dewasa ketika aku masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, aku suka sekali menonton film Dewasa (BF).

Kisah mesum-ku yang ini bagiku adalah cerita sex yang tak terlupakan bagiku, karena ini adalah pengalaman pertamaku dimana saya telah melepas perjaka di usia yang masih belum saat-nya. Kisah Ini berawal dari kutemukan-nya koleksi kaset film Dewasa (BF) disela tumpukan lipatan pakaian Paman saya didalam lemarinya. Oh iya, walaupun dulu masih SMP, namun perawakanya saya hampir sama dengan Sari sat itu.

Berhubung dulu media pemutar film yang dimiliki dirumah kami adalah adalah DVD player, maka saya hanya bisa memutar film menggunakan DVD player. Kebetulan DVD player dan TV itu berada ruang utama rumahku, jadi mau tidak mau aku harus menoton Film itu diruang tengah itu secara diam-diam. Pada tengah malam, hampir setiap hari saya menjelajahi rumah demi mendapatkn koleksi kaset yang baru.

Hari berganti hari, saya selalu menemukan kaset film Dewasa (BF) yang selalu membuat saya penasaran dengan setiap penemuan kaset film Dewasa (BF) yang saya temukan. Walaupun aku sudah menemukan banyak kaset, untuk menikmati memutar kaset itu diperlukan waktu dan suasana yang tepat. Sampai pada akhirnya, saya mendapatkan kesempatan itu, dimana semua keluarga saya saat itu pergi keluar kota.

                      Kepergian mereka selama dua malam, amat membuatku bahagia, walaupun saat itu masih ada satu orang dirumahku, yaitu ART-ku. Saya sendiri tidak ikut dengan mereka dan saya beralasan akan ada belajar kelompok dengan teman satu kelasku. Dengan masih ada-nya keberadaan ART-ku saya tetap tidak leluasa untuk menonton film Dewasa (BF) hasil jarahanku itu, saya-pun tetap harus mencari waktu yang tepat.

Seiringnya waktu berjalan malam hari-pun telah tiba, karena saya sangat penasaran dengan film Dewasa (BF) itu, saat itu juga saya memutuskan untuk menonton film pada tengah malam. Saya memutar film Dewasa (BF) itu, masih dengan sedikit kewaspadaan walaupu tidak seperti biasanya, ketika semua anggota keluarga ada dirumah semua.

Tanpa membuang waktu lagi, saya segera memutar film, adegan demi adegan mulai kunikmati, sebagai laki-laki normal sangatlah umum jika merasa sangek (horny) ketika melihat Film Mesum itu.hha. Saat itu ditengah seru-nya menonton Film Mesum, dengan tiba-tiba munculah suara, “Klekkk” , secara nalar saya-pun menengok, ternyata setelah saya cek, itu suara pintu kamar ART saya.  SLOT  NYA GACOR BOS

Betapa panik-nya saat itu saya para pembaca, apalagi kamar ART saya ini berada tepat disamping ruang tengah pada rumah-ku itu. Yang bikin saya semakin khawatir, remote DVD playernya macet bray, gila nggak tuh ???,hha… yah, mau tidak mau Film Dewasa (BF) itu-pun saat itu terus berputar. Tetapi saat itu saya beruntung, ternyata ART saya tidak terlalu memperhatikan dengan apa yang saya tonton.Hhe.

Saat itu dia-pun terus menuju kamar mandi untuk buang air kecil, sekembalinya dia ke kamar mandi, saya-pun dapat mengatasi permasalahan pada remote sial tersebut. Saat itu lalu saya berpura-pura seolah-olah sedang menonton acara TV seperti biasanya, dan dia-pun kembali tidur dikamarnya. Film-pun selesai Film itu saya tonton semua. Lalu saya mengakhiri adegan film itu dengan membersihkan Torpedo (kontol) saya.

Tapi setelah menonton film itu, tiba-tiba jantungku berdegup kencang. Saya merasa malam ini, saya harus bisa untuk melihat secara langsung Kewanitaan seorang gadis. Saat itu berhubung saya belum pernah sama sekali, fikiran mesumku-pun memberi sinyal untuk mencoba mengintip Kewanitaan ART saya.

Tanpa berpikir panjang saya memberanikan diri untuk memasuki kamarnya yang wangi. Saat itu dia tertidur lelap sekali, jantungpun semakin tidak menentu dengan pikiran-pikiran jahat yang telah terlintas dibenak. Sayapun mengendap mendekatinya. dia mengenakan Pakaian tidur tipis. Saat itu dia tidur terlentang, sehingga hal itu memudahkan saya untuk memulai aksi saya.

Saaat itu saya mengelus wajahnya yang lumayan cantik, mulus sekali. dan tertarik untuk memegang Buah Dadanya yang terlihat putingnya, karena dia sepertinya tidak mengenakan bra ketika tidur. Saya buka perlahan kancing bajunya, dan merentagkannya lebar. Lalu tampaklah Buah Dada yang kencang berisi, putingnya yang berwarna merah kecoklatan pun terlihat jelas.

Saya-pun semakin tak karuan, nafas, detak jantung, semuanya. Kemudian saya mencoba menurunkan celana pendeknya dengan perlahan dan hati-hati. Karena bahan celana yang dipinggangnya hanya berbahan karet elastis saja, jadi dengan mudah saya menurunkan celana-nya. Setelah terbuka dan tentunya ART saya belum sadar akan perbutanku, saat itu saya terkejut sekali, ternyata dia tidak mengenakan Celana Dalam.

                              Saat itu nampaklah Kewanitaan dengan bulu kewanitaan yang sedikit dan tampak tidak pernah dicukur, terlihat bersih dan mulus sekali Kewanitaan ART saya. Warna kulitnya adalah terlihat putih, dan Kewanitaan agakberwana kemerahan. Pada malam itu itu pertama kali-nya saya melihat Kewanitaan secara langsung, seketika itu saya-pun ingin meneruskan aksi-ku malam itu, tanggung, hha.

Mumpung ART saya masih tidur pulas, jadi kenapa tidak melanjutkan pekerjaan setengah jalan ini, ucapku dalam hati. Saya-pun mulai memegangi puting, Buah Dada dan Kewanitaan yang saya dambakan itu secara perlahan, sungguh mulus sekali Vagina itu. Kejantananku-pun seolah ingin terbang kawan.wkwkwk. Kewanitaan Sari saat itu telah becek dan hangat, ketika saya sedang menikmatinya, tiba-tiba,

“ Den Angga, Den sedang apa? kenapa saya jadi begini? “ , ucapnya kaget.

“ A… aa… anu… eumm… ”, saya terbata-bata tak bisa menjelaskan.

“ Kamu mau apa? mau memperkosa saya? ”, tanyanya lagi. SLOT  NYA GACOR BOS

“ Maaf, saya nggak bermaksud begini, tadinya saya cuma… .cuma… . ”, balasku.

“ Cuma apa Den Angga ?? tadi Den Angga nonton film jorok khan tadi? ”, serunya.

Saat itu saya-pun terkaget, ternyata dia mengetahui kalau saya tadi menonton film Dewasa (BF),

“ Saya tahu kok, dan saya sering ikut lihat secara diam-diam ”, ucapnya.

“ Maaf, saya tadi cuma penasaran ingin melihat secara langsung apa yang ada di dalam film itu, cuma mau lihat barang kamu aja, solanya aku belum pernah ”, ucap saya.

“ Ya sudah, Tidak apa-apa Den Angga”, balasnya tanpa membetulkan pakaian-nya yang terbuka.

“ Kalau mau, saya tak apa-apa telanjang buat Den Angga, bahkan melayani lebih pun tak jadi masalah ”, tambahnya.

“ Namun saya memiliki permintaan, saya ingin memberi hadiah buat keluarga saya untuk akhir tahun ini ”, pintanya.

“ Apa itu? ”, tanya saya.

“ Saya ingin memberi uang lebih dari gaji saya untuk makan dan beli baju baru buat keluarga saya ”, balasnya.

Dengan cepat saya-pun menyanggupi permintaannya dengan mempergunakan uang tabunganku untuknya. ART, yang bernama Sari itu masih belia, berumur sekitar 16 tahun, berkulit putih bersih dan memiliki tubuh langsing yang terawat. bersedia untuk melepaskan seluruh busananya tanpa terkecuali dan melayani saya.

Saat itu saya-pun meminta untuk eksekusi di dalam kamar tidur saya saja. dia pun mengiyakan. Sesampainya dikamar saya, dia yang telah tidak berbusana itu membantu saya melepaskan Pakaian sepenuhnya hingga kamipun bertelanjang bulat.
berbaringlah dia diatas ranjang,

“ Mari Den Angga, silahkan Den nimati saya !!! ”, ucapnya sembari meletakkan kedua tangan pada selangkangannya dan membuka liang senggama-nya yang merah merona.

Saya-pun menghampiri tanpa basa-basi, mungkin karena iblis telah merasuk dan menguasai tubuhku. Saya yang belum pernah melihat Kewanitaan secara langsung, sekarang ditantang untuk melakukan persetubuhan layaknya suami istri.
Saat itu saya mengawali dengan mengecup bibirnya, lalu sembari meremas Buah Dada dan mengelus putingnya yang telah mengeeras itu.

Kemudian saya turun dan mencium leher, turun ke Buah Dada dan menjilati bagian putingnya. dia pun mendesis.

“ Sssss… Aaahhh… Mas”, Racaunya.

                                  Lalu ciumanku-pun turun keperut dan berlanjut ke pinggir Kewanitaan. awalnya saya ragu untuk melakukan ini, karena dalam pikir saya Kewanitaan itu bau, ternyata beda dengan Kewanitaan milik Sari. Harum sekali Memeknya, mungkin sewaktu dia ke kamar mandi dia mengenakan pembersih Vagina. Saya mulai menciumi bibir Kewanitaan, saat itu membuat dia menjambak rambutku.

Sembari terus menRacau, karana rumah kosong, jadi tidak ada rasa khawatir pada kami berdua. Saya mulai mejilat lubang Kewanitaan yang sudah basah itu.

“ Aow… Sss… Aaahhh… Ouhhhh… ”, Racaunya.

“ Den Angga, setubuhi saya sekarang ya, saya sudah ga kuat ”, ucapnya.

Kemudian tanpa ragu, sayapun mengarahkan Penis-ku yang berukuran 14 cm ke arah Kewanitaan Sari, saya tancapkan perlahan, namun tak muat, curiga, dia masih perawan, dan Zlebbbbbbbb…

“ Aaahhh… Den… Aahhh… Ssss…. Ouhhhhh…. ”, teriak nikmat-nya diiringi kesakitannya.

Ternyata bernar, dia masih Virgin. lalu Sari berkata,

“ Den… sebentar Den ya Angga… rasanya saya sakit sekali Den… Ssssss…. ”, pintanya.
Sayapun mengehentikan aksiku sejenak,

“ Ughhh… Sssss… Aaahhh… Lagi Mas… Ouhhhh… ”, pintanya lagi.

Pada saat itu saya benamkan seluruh burung saya kedalam Kewanitaan. Dengan cara berayun berirama keluar masuk dinding Kewanitaan yang becek dan semakin kencang saya mengocok terdengar sekali suara becek tersebut,

“ Aaahhh… Eummm… Sss… Aaahhh…. Den Angga… Ughhhh… ”, Racauan demi Racauan tercipta dari bibir mungilnya.

“ Saya mau keluar ”, saya berkata.

“Den Angga, ayo buruan keluarin Kontol-nya, Ahhhh… jangan keluarin didalam ya Den… !!! Ouhhhh…”, pintanya.

Kemudian saya-pun melepaskan kenikmatan pertamakali saya tersebut dan berbaring sesuai permintaan-nya. Lalu Sari menghampiri Penis-ku dan mengocoknya secara konstan, sungguh nikmat sekali. Tidak lama setelah itu, saya-pun,

“ Sari, Oughh… Saya ma… mau keluar… Aaahhhhhh… ”, kata saya.

Lalu diapun berbalik badan, dan kini kamipun menggunakan gaya sexs 69, lalu dia membuka mulutnya dan menghisap Penisku.

“ Srupppp… Srupppp… Slepppp… Srupppp… Srupppp… ” suara hisapan pada Penisku.

Tidak lama setelah itu,

“ Crottttt… Crottttt… Crottttt… Crottttt… ”,

Tersemburlah air mani-kkencangnya, begitu nikmat sekali rsanya kawan. Dengan terus sambil melihat Kewanitaan Sari yang merekah dan berada tepat di depan wajah-ku. Setelah selesai Sari-pun berkata.

“ Den Angga, udah dulu ya Den, sekrang saya mau membersihkan diru dan mandi dulu ya… ”, katanya.

Sayapun mengiyakan sembari terbaring lemas. Setelah usai berhubungan sex dengan Sari yang memakan waktu kurang lebih 20 menit itu, tenaga saya seperti terkuras habis. Hubungan sex itu hanya satu kali saja, karena dia tidak mempersilahkan saya berhungan sex untuk kedua kalinya, lalu diapun beranjak dari kamar saya dan mandi.

Seorang gadis yang Virgin bisalihai sekali berhubungan intim, padahaldia baru pertma kali melakukanya. Ternyata menurut penjelasanya, dia sering mengintip secara diam-diam ketika saya menonton Film Dewasa (BF). Keperjakaanku-pun hilang seiring hilangnya keperawanan Sari yang cantik dan langsing itu. Namun hal itu tidak saya sesali karena hubungan sex itu adalah kenikmatan yang amat luar biasa.

Hari demi hari-pun kami sering melakukannya disaat rumah sepi, dan tentunya yang ada hanya saya dan Sari saja. Sungguh pelepasan perjaka yang sangat luar biasa untuk saya. Hanya dengan membelikan baju baru dan memeberi sedikit uang, saya bisa mendapatkan keperawanan Sari, Thanks Sari. TamaT.

Demikian cerita sex ini, selalu ikuti cerita-cerita sex yang lainya ya guest, tentunya bakal makin seru, makin Hot dan yang pasti bikin kamu horny guest.

Senin, 25 November 2024

menikmati vagina dinda yang sombong

 

Malam telah larut dimana jarum jam menunjukkan pukul 23.15. Suasana sepi menyelimuti sebuah kost-kostan yang terletak beberapa kilometer dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.. Kost-kostan tersebut lokasinya agak jauh dari keramaian sehingga menjadi tempat favorit bagi siapa saja yang menginginkan suasana tenang dan sepi. Kost-kostan yang memiliki jumlah kamar mencapai 30 kamar itu terasa sepi karena memang baru saja dibuka untuk disewakan,hanya beberapa kamar saja yang sudah ditempati, sehingga suasananya dikala siang atau malam cukup lengang. Saat itu hujan turun lumayan deras, akan tetapi nampak sesuatu telah terjadi disalah satu kamar dikost-kostan itu.

Seiring dengan turunnya air hujan, air mata Dinda juga mulai turun berlinang disaat lelaki itu mulai menyentuh tubuhnya yang sudah tidak berdaya itu. Saat ini tubuhnya sudah dalam kekuasaan para lelaki itu, rasa keputus asaan dan takut datang menyelimuti dirinya. Beberapa menit yang lalu secara tiba- tiba dirinya diseregap oleh seseorang lelaki disaat dia masuk kedalam kamar kostnya setibanya dari sebuah tugas penerbangan. Kedua tangannya langsung diikat kebelakang dengan seutas tali, mulutnya disumpal dengan kain dan setelah itu tubuhnya dicampakkan oleh lelaki itu keatas tempat tidurnya. Ingin rasanya dia berteriak meminta pertolongan kepada teman-temannya akan tetapi kendaraan antar jemput yang tadi mengantarkannya sepertinya sudah jauh pergi meninggalkan kost-kostan ini, padahal didalam  JAYA SLOT MENYALA


        kendaraan tersebut banyak teman-temannya sesama karyawan.

Dinda Fitria Septiani adalah seorang Pramugari pada sebuah penerbangan swasta, usianya baru menginjak 19 tahun, wajahnya cantik imut-imut, postur tubuhnya tinggi dan langsing proporsional. Dengan dianugerahi penampilan yang cantik ini sangat memudahkan baginya untuk diterima bekerja sebagai seorang pramugari. Demikian pula dengan karirnya dalam waktu yang singkat karena kecantikannya itulah dia telah menjadi sosok primadona di perusahaan penerbangan itu. Banyak lelaki yang berusaha merebut hatinya, baik itu sesama karyawan ditempatnya bekerja atau kawan-kawan lainya. Namun karena alasan masih ingin berkarir maka dengan secara halus maksud-maksud dari para lelaki itu ditolaknya.

Akan tetapi tidak semua lelaki memahami atas sikap dari Dinda itu. Paul adalah salah satu dari orang yang tidak bisa menerima sikap Dinda terhadap dirinya. Kini dirinya bersama dengan seorang temannya telah melakukan seuatu perhitungan terhadap Dinda. Rencana busuk dilakukannya terhadap Dinda. Malam ini mereka telah menyergap Dinda dikamar kostnya. Paul adalah satu dari sekian banyaknya lelaki yang menaruh hati kepada dirinya, akan tetapi Paul bukanlah seseorang yang dikenalnya dengan baik karena kedudukannya bukanlah seorang karyawan penerbangan ditempatnya bekerja atau kawan-kawannya yang lain, melainkan dia adalah seorang tukang batu yang bekerja dibelakang kost-kostan ini. Ironisnya, Paul yang berusia setengah abad lebih dan melebihi usia ayah Dinda itu lebih sering menghalalkan segala cara dalam mendapatkan sesuatu, maklumlah dia bukan seseorang yang terdidik. Segala tingkah laku dan perbuatannyapun cenderung kasar, karena memang dia hidup dilingkungan orang-orang yang bertabiat kasar.  JAYA SLOT MENYALA

“Huh rasakan kau gadis sombong !”, bentaknya kepada Dinda yang tengah tergolek dikasurnya.

“Aku dapatkan kau sekarang….!”, lanjutnya. Sejak perjumpaannya pertama dengan Dinda beberapa bulan yang lalu, Paul langsung jatuh hati kepada Dinda. Dimata Paul, Dinda bagaikan bidadari yang turun dari khayangan sehingga selalu hadir didalam lamunnanya. Diapun berniat untuk menjadikannya sebagai istri yang ke-4. Bak bukit merindukan bulan, Paul tidak berdaya untuk mewujudkan impiannya itu. Predikatnya sebagai tukang batu, duda dari 3 kali perkawinan, berusia 51 tahun, lusuh dan miskin menghanyutkan impiannya untuk dapat mendekati sang bidadari itu.

Terlebih-lebih ada beberapa kali kejadian yang sangat menyakitkan hatinya terkait dengan Dinda

sang bidadari bayangannya itu. Sering tegur sapanya diacuhkan oleh Dinda,tatapan mata Dindapun selalu sinis terhadap dirinya. Lama kelamaan didalam diri Paul tumbuh subur rasa benci terhadap Dinda, penilaian terhadapnyapun berubah, rasa kagumnya telah berubah menjadi benci namun gairah nafsu sex terhadap Dinda tetap bersemi didalam dirinya tumbuh subur menghantui dirinya selama ini. Akhirnya dipilihlah sebuah jalan pintas untuk melampiaskan nafsunya itu, kalaupun cintanya tidak dapat setidaknya dia dapat menikmati tubuh Dinda pikirnya. Jadilah malam ini Paul melakukan aksi nekat, diapun membulatkan hatinya untuk memberi pelajaran kepada Dinda sekaligus melampiaskan nafsunya yang selama ini mulai tumbuh secara subur didalam dirinya.

Kini sang bidadari itu telah tergeletak dihadapannya, air matanyapun telah membasahi wajahnya yang putih bersih itu. “Lihat aku, cewek *******…..!”, hardiknya seraya memegang kepala Dinda dan menghadapkan kewajahnya. “Hmmmphh….!!”, jeritnya yang tertahan oleh kain yang menyumpal dimulutnya, mata Dinda pun melotot ketika menyadari bahwa saat ini dia telah berhadapan dengan Paul seseorang yang dibencinya. Hatinyapun langsung ciut dan tergetar tatkala Paul yang berada dihadapannya tertawa penuh dengan kemenangan, “Hahaha….malam ini kamu jadi pemuasku, gadis cantik”. Keringatpun langsung mengucur deras membasahi tubuh Dinda, wajahnya nampak tersirat rasa takut yang dalam, dia menyadari betul akan apa-apa yang bakal terjadi terhadap dirinya. Disaat seperti inilah dia menyadari betul akan ketidak berdayaan dirinya, rasa sesal mulai hadir didalam hatinya, akan sikap- sikapnya yang tidak berhati-hati terhadap Paul.


             Kini dihadapan Dinda, Paul mulai melepaskan baju kumalnya satu persatu hingga akhirnya telanjang bulat. Walaupun telah berusia setengah abad lebih, namun karena pekerjaannya sebagai buruh kasar maka Paul memiliki tubuh yang atletis, badannya hitam legam dan kekar, beberapa buah tatto menghiasi dadanya yang bidang itu. Isak tangis mulai keluar dari mulut Dinda, disaat paul mulai mendekat ketubuhnya. Tangan kanannya memegang batang kemaluannya yang telah tegak berdiri itu dan diarahkannya kewajah Dinda. Melihat ini Dinda berusaha memalingkan wajahnya, namun tangan kiri Paul secepat kilat mencengkram erat kepala Dinda dan mengalihkannya lagi persis menghadap ke batang kemaluannya.. Dan setelah itu dioles-oleskannya batang kemaluannya itu diwajah Dinda, dengan tubuh yang bergetar Dinda hanya bisa memejamkan matanya dengan erat karena merasa ngeri dan jijik diperlakukan seperti itu. Sementara kepala tidak bisa bergerak-gerak karena dicengkraman erat oleh tangan Paul. “Ahhh….perkenalkan rudal gue ini sayang…..akhhh….” ujarnya sambil terus mengoles-oleskan batang kemaluannya diwajah Dinda, memutar-mutar dibagian pipi, dibagian mata, dahi dan hidungnya. Melalui batang kemaluannya itu Paul tengah menikmati kehalusan wajah Dinda. “Hai cantik !….sekarang sudah kenal kan dengan ****** gue ini, seberapa mahal sih wajah cantik elo itu hah ? sekarang kena deh ama ****** gue ini….”, sambungnya.

Setelah puas dengan itu, kini Paul mendorong tubuh Dinda hingga kembali terjatuh kekasurnya.

Sejenak dikaguminya tubuh Dinda yang tergolek tak berdaya ditempat tidurnya itu. Baju seragam

pramugarinya masih melekat rapi dibadannya. Baju dalaman putih dengan dasi kupu-kupu berwarna biru ditutup oleh blazer yang berwarna kuning tua serta rok pendeknya yang berwarna biru seolah semakin membangkitkan birahi Paul, apalagi roknya agak tersingkap hingga pahanya yang putih mulus itu terlihat. Rambutnya yang panjang sebahu masih digelung sementara itu topi pramugarinya telah tergeletak jatuh disaat penyergapan lagi. “Hmmpphhh…mmhhh…”, sepertinya Dinda ingin mengucapkan sesuatu kepadanya, tapi apa perdulinya paling-paling cuma

permintaan ampun dan belas kasihan. Tanpa membuang waktu lagi kini diputarnya tubuh Dinda menjadi tengkurap, kedua tangannya yang terikat kebelakang menempel dipunggung sementara dada dan wajahnya menyentuh kasur. Kedua tangan kasar Paul itu kini mengusap-usap bagian pantat Dinda, dirasakan olehnya pantat Dinda yang sekal. Sesekali tangannya menyabet bagian itu bagai seorang ibu yang tengah menyabet pantat anaknya yang nakal “Plak…Plak…”. “Wah sekal sekali pantatmu…”, ujar Paul sambil terus mengusap-usap dan memijit- mijit pantat Dinda.

Dinda hanya diam pasrah, sementara tangisannya terus terdengar. Tangisnya terdengar semakin

keras ketika tangan kanan Paul secara perlahan-lahan mengusap kaki Dinda mulai dari betis naik terus kebagian paha dan akhirnya menyusup masuk kedalam roknya hingga menyentuh kebagian selangkangannya.  JAYA SLOT MENYALA

Sesampainya dibagian itu, salah satu jari tangan kanan Paul, yaitu jari tengahnya menyusup masuk kecelana dalamnya dan langsung menyentuh kemaluannya. Kontan saja hal ini membuat badan Dinda agak menggeliat, dia mulai sedikit meronta-ronta, namun jari tengah Paul tadi langsung menusuk lobang kemaluan Dinda. “Egghhmmmmm…….”, Dinda menjerit badannya mengejang tatkala jari telunjuk Paul masuk kedalam liang kewanitaannya itu. Badan Dindapun langsung menggeliat- geliat seperti cacing kepanasan, ketika Paul memainkan jarinya itu didalam lobang kemaluan Dinda. Dengan tersenyum terus dikorek- koreknyalah lobang kemaluan Dinda, sementara itu badan Dinda menggeliat-geliat jadinya, matanya merem-melek, mulutnya mengeluarkan rintihan- rintihan yang teredam oleh kain yang menyumpal mulutnya itu “Ehhmmmppphhh….mmpphhhh…..”. Setelah beberapa menit lamanya, kemaluan Dindapun menjadi basah oleh cairan kewanitaannya, Paul kemudian mencabut jarinya.

Tubuh Dindapun dibalik sehingga posisinya terlentang. Setelah itu roknya disingkapkan keatas hingga rok itu melingkar dipinggulnya dan celana dalamnya yang berwarna putih itu ditariknya hingga bagian bawah Dinda kini telanjang. Terlihat oleh Paul, kemaluan Dinda yang indah, sedikit bulu-bulu tipis yang tumbuh mengitari lobang kemaluannya yang telah membengkak itu.

Dengan bernafsunya direntangkan kedua kaki Dinda hingga mengangkang setelah itu ditekuknya hingga kedua pahanya menyentuh ke bagian dada. Wajah Dinda semakin tegang, tubuhnya gentar, seragam pramugarinyapun telah basah oleh keringat yang deras membanjiri tubuhnya, Paul bersiap-siap melakukan penetrasi ketubuh Dinda. “Hmmmmpphhh……….hhhhhmmmmppp…. ..”, Dinda menjerit dengan tubuhnya yang mengejang ketika Paul mulai menanamkan batang kemaluannya didalam lobang kemaluan Dinda. Matanya terbelalak menahan rasa sakit dikemaluannya, tubuhnya menggeliat-geliat sementara Paul terus berusaha menancapkan seluruh batang kemaluannya. Memang agak sulit selain Dinda masih perawan, usianyapun masih tergolong muda sehingga kemaluannya masih sangat sempit. Akhirnya dengan sekuat tenaganya, Paul berhasil menanamkan seluruh batang kemaluannya didalam vagina Dinda. Tubuh Dinda berguncang-guncang disaat itu karena dia menangis merasakan sakit dan pedih tak terkirakan dikemaluannya itu. Diapun menyadari bahwa malam itu keperawanannya akhirnya terenggut oleh Paul. “Ahh….kena kau sekarang !!! akhirnya Gue berhasil mendapatkan perawan elo !”, bisiknya ketelinga Dinda.

Hujanpun semakin deras, suara guntur membahana memekakkan telinga. Karena ingin mendengar suara rintihan gadis yang telah ditaklukkannya itu, dibukannya kain yang sejak tadi menyumpal mulut Dinda. “Oouuhhh…..baang….saakiitt…banngg….amp uunn …”, rintih Dinda dengan suara yang megap- megap. Jelas Paul tidak perduli. Dia malahan langsung menggenjot tubuhnya memopakan batang kemaluannya keluar masuk lobang kemaluan Dinda. “Aakkhh….ooohhhh….oouuhhhh….ooohhhggh… .”, Dinda merintih-rintih, disaat tubuhnya digenjot oleh Paul, badannyapun semakin menggeliat-geliat. Tidak disadarinya justru badannya yang menggeliat-geliat itu malah memancing nafsu Paul, karena dengan begitu otot-otot dinding vaginanya malah semakin ikut mengurut-urut batang kemaluan Paul yang tertanam didalamnya, karenanya Paul merasa semakin nikmat. Menit-menitpun berlalu dengan cepat, masih dengan sekuat tenaga Paul terus menggenjot tubuh Dinda, Dindapun nampak semakin kepayahan karena sekian lamanya Paul menggenjot tubuhnya. Rasa pedih dan sakitnya seolah telah hilang, erangan dan rintihanpun kini melemah, matanya mulai setengah tertutup dan hanya bagian putihnya saja yang terlihat, sementara itu bibirnya menganga mengeluarkan alunan-alunan rintihan lemah, “Ahhh…..ahhhh…oouuhhhh…”. Dan akhirnya Paulpun berejakulasi di lobang kemaluan Dinda, kemaluannya menyemburkan cairan kental yang luar biasa banyaknya memenuhi rahim Dinda. “A..aakkhhh…..”, sambil mengejan Paul melolong panjang bak srigala, tubuhnya mengeras dengan kepala menengadah keatas. Puas sudah dia menyetubuhi Dinda, rasa puasnya berlipat-lipat baik itu puas karena telah mencapai klimaks dalam seksnya, puas dalam menaklukan Dinda, puas dalam merobek keperawanan Dinda dan puas dalam memberi pelajaran kepada gadis cantik itu. Dinda menyambutnya dengan mata yang secara tiba-tiba terbelalak, dia sadar bahwa pasangannya telah berejakulasi karena disakannya ada cairan-cairan hangat yang menyembur membanjiri vaginanya. Cairan kental hangat yang bercampur darah itu

                memenuhi lobang kemaluan Dinda sampai sampai meluber keluar membasahi paha dan sprei kasur. Dinda yang menyadari itu semua, mulai menangis namun kini tubuhnya sudah lemah sekali.

Dengan mendesah puas Paul merebahkan tubuhnya diatas tubuh Dinda, kini kedua tubuh itu jatuh lunglai bagai tak bertulang. Tubuh Paul nampak terguncang-guncang sebagai akibat dari isak tangis dari Dinda yang tubuhnya tertindih tubuh Paul. Setelah beberapa menit membiarkan batang kemaluannya tertanam dilobang kemaluan Dinda, kini Paul mencabutnya seraya bangkit dari tubuh Dinda. Badannya berlutut mengangkangi tubuh lunglai Dinda yang terlentang, kemaluannya yang nampak sudah melemas itu kembali sedikit- demi sedikit menegang disaat merapat kewajah Dinda. Dikala sudah benar-benar menegang, tangan kanan Paul sekonyong-konyong meraih kepala Dinda. Dinda yang masih meringis-ringis dan menangis tersedu-sedu itu, terkejut dengan tindakan Paul. Terlebih-lebih melihat batang kemaluan Paul yang telah menegang itu berkedudukan persis dihadapan wajahnya. Belum lagi sempat menjerit, Paul sudah mencekoki mulutnya dengan batang kemaluannya. Walau Dinda berusaha berontak namun akhirnya Paul berhasil menanamkan penisnya itu kemulut Dinda. Nampak Dinda seperti akan muntah, karena mulutnya merasakan batang kemaluan Paul yang masih basah oleh cairan sperma itu. Setelah itu Paul kembali memopakan batang kemaluannya didalam rongga mulut Dinda, wajah Dinda memerah jadinya, matanya melotot, sesekali dia terbatuk-batuk dan akan muntah. Namun Paul dengan santainya terus memompakan keluar masuk didalam mulut Dinda, sesekali juga dengan gerakan memutar-mutar. “Aahhhh….”, sambil memejamkan mata Paul merasakan kembali kenikmatan di batang kemaluannya itu mengalir kesekujur tubuhnya. Rasa dingin, basah dan geli dirasakannya dibatang kemaluannya. Dan akhirnya, “Oouuuuhhhh…Dinndaaaa…sayanggg… ..”, Paul mendesah panjang ketika kembali batang kemaluannya berejakulasi yang kini dimulut Dinda. Dengan terbatuk-batuk Dinda menerimanya, walau sperma yang dimuntahkan oleh Paul jumlahnya tidak banyak namun cukup memenuhi rongga mulut Dinda hingga meluber membasahi pipinya. Setelah memuntahkan spermanya Paul mencabut batang kemaluannya dari mulut Dinda, dan Dindapun langsung muntah-muntah dan batuk-batuk dia nampak berusaha untuk mengeluarkan cairan-cairan itu namun sebagian besar sperma Paul tadi telah mengalir masuk ketenggorokannya.

Saat ini wajah Dinda sudah acak- acakan akan tetapi kecantikannya masih terlihat, karena memang kecantikan dirinya adalah kecantikan yang alami sehingga dalam kondisi apapun selalu cantik adanya. Dengan wajah puas sambil menyadarkan tubuhnya didinding kasur, Paulpun menyeringai melihat Dinda yang masih terbatuk-batuk. Paul memutuskan untuk beristirahat sejenak, mengumpulkan kembali tenaganya. Sementara itu tubuh Dinda meringkuk dikasur sambil terisak-isak. Waktupun berlalu, jam didinding kamar Dinda telah menunjukkan pukul 1 dinihari. Sambil santai Paulpun menyempatkan diri mengorek-ngorek isi laci lemari Dinda yang terletak disamping tempat tidur. Dilihatnya album foto- foto pribadi milik Dinda, nampak wajah-wajah cantik Dinda menghiasi isi album itu, Dinda yang anggun dalam pakaian seragam pramugarinya, nampak cantik juga dengan baju muslimnya lengkap dengan ****** ketika foto bersama keluarganya saat lebaran kemarin dikota asalnya yaitu Bandung. Kini gadis cantik itu tergolek lemah dihadapannya, setengah badannya telanjang, kemaluannya nampak membengkak. Selain itu, ditemukan pula beberapa lembar uang yang berjumlah 2 jutaan lebih serta perhiasan emas didalam laci itu, dengan tersenyum Paul memasukkan itu semua kedalam kantung celana lusuhnya, “Sambil menyelam minum air”, batinnya.

Setelah setengah jam lamanya Paul bersitirahat,kini dia bangkit mendekati tubuh Dinda. Diambilnya sebuah gunting besar yang dia temukan tadi didalam laci. Dan setelah itu dengan gunting itu, dia melucuti baju seragam pramugari Dinda satu persatu. Singkatnya kini tubuh Dinda telah telanjang bulat, rambutnyapun yang hitam lurus dan panjang sebahu yang tadi digelung rapi kini digerai oleh Paul sehingga menambah keindahan menghiasi punggung Dinda. Sejenak Paul mengagumi keindahan tubuh Dinda, kulitnya putih bersih, pinggangnya ramping, payudaranya yang tidak terlalu besar, kemaluannya yang walau nampak bengkak namun masih terlihat indah menghias selangkangan Dinda. Tubuh Dinda nampak penuh dengan kepasrahan, badannya kembali tergetar menantikan akan apa-apa yang akan terjadi terhadap dirinya.

Sementara itu hujan diluar masih turun dengan derasnya, udara dingin mulai masuk kedalam kamar yang tidak terlalu besar itu. Udara dingin itulah yang kembali membangkitkan nafsu birahi Paul. Setelah hampir sejam lamanya memberi istirahat kepada batang kemaluannya kini batang kemaluannya kembali menegang. Dihampirinya tubuh telanjang Dinda, “Yaa…ampuunnn bangg…udah dong….Dinda minta ampunn bangg…oohhh….”, Dinda nampak memelas memohon-mohon kepada Paul. Paul hanya tersenyum saja mendengar itu semua, dia mulai meraih badan Dinda. Kini dibaliknya tubuh telanjang Dinda itu hingga dalam posisi tengkurap. Setelah itu ditariknya tubuh itu hingga ditepi tempat tidur, sehingga kedua lutut Dinda menyentuh lantai sementara dadanya masih menempel kasur dipinggiran tempat tidur, Paulpun berada dibelakang Dinda dengan posisi menghadap punggung Dinda. Setelah itu kembali direntangkannya kedua kaki Dinda selebar bahu, dan…. “Aaaaaaaaakkkkhh………”, Dinda melolong panjang, badannya mengejang dan terangkat dari tempat tidur disaat Paul menanamkan batang kemaluannya didalam lobang anus Dinda.

Rasa sakit tiada tara kembali dirasakan didaerah selangkangannya, dengan agak susah payah kembali Paul berhasil menanamkan batang kemaluannya didalam lobang anus Dinda. Setelah itu tubuh Dindapun kembali disodok-sodok, kedua tangan Paul meraih payudara Dinda serta meremas-remasnya. Setengah jam lamnya Paul menyodomi Dinda, waktu yang lama bagi Dinda yang semakin tersiksa itu. “Eegghhh….aakkhhh….oohhh…”, dengan mata merem-melek serta tubuh tersodok- sodok Dinda merintih-rintih, sementara itu kedua payudaranya diremas-remas oleh kedua tangan Paul. Paul kembali merasakan akan mendapatkan klimaks, dengan gerakan secepat kilat dicabutnya batang kemaluan itu dari lobang anus Dinda dan dibaliklah tubuh Dinda itu hingga kini posisinya terlentang. Secepat kilatpula dia yang kini berada diatas tubuh Dinda menghujamkan batang kemaluannya kembali didalam vagina Dinda. “Oouuffffhhh……”, Dinda merintih dikala paul menanamkan batang kemaluannya itu. Tidak lama setelah Paul memompakan kemaluannya didalam liang vagina Dinda “CCREETT….CCRROOOT…CROOTT…”, kembali penis Paul memuntahkan sperma membasahi rongga vagina Dinda, dan Dindapun terjatuh tak sadarkan diri.

Fajar telah menjelang, Paul nampak meninggalkan kamar kost Dinda dengan tersenyum penuh dengan kemenangan, sebatang rokok menemaninya dalam perjalanannya kesebuah stasiun bus antar kota, sementara itu sakunya penuh dengan lembaran uang dan perhiasan emas. Entah apa yang akan terjadi dengan Dinda sang pramugari cantik imut-imut itu, apakah dia masih menjual mahal dirinya. Entahlah, yang jelas setelah dia berhasil menikmati gadis cantik itu, hal itu bukan urusannya lagi.Cerita Mesum Menikmati Vagina Dinda yang Sombong selesai

             

Minggu, 24 November 2024

Pembantu Temanku Masih Perawan

 kisah nyata ini bermula ketika aku diajak oleh temanku Sakti (nama samaran) untuk main kerumahnya. Sakti adalah teman sebangku di sekolah. kemana-mana kami selalu berdua. aku Gugun (nama samaran), siswa kelas dua sekolah menengah atas. aku dan Sakti bersahabat baik.

siang ini Sakti mengajakku bolos kerumahnya.  karena alasan pelajaran biologi yang menjemukan.


"cabut kerumah gue yuk Gun!"  POLA GACOR MAIN SLOT

"ngapain dirumah lo?" tanyaku.

"ngapain kek. main PS kek lo. makan kek. terserah lo deh"

"nah, lo sendiri ngapain?" tanyaku lagi.

"gue mau kerumah Ani. rumahnya lagi sepi"

"gue sendirian donk dirumah lo?"

"ya gak apa-apa. mau nggak?"

"ayo deh. daripada ketemu pelajaran biologi. mending dirumah lo"


kami pun berangkat kerumah Sakti. sesampainya disana, Sakti langsung memacu sepeda motornya menuju rumah Ani. gadis cantik keturunan jawa yang sedang ia dekati. rumah Sakti sepi. hanya Yuyun (nama samaran) seorang pembantu rumah tangga yang bekerja dirumah Sakti. ibunya Sakti kerja dari pagi sampai malam. ayahnya bertugas diluar kota. Sakti yang anak tunggal menjadi anak kesayangan.


aku hanya duduk di depan tv, menyalakan PS. sesekali ke dapur membuat minum dan memasak mie instan. Yuyun diruang atas sedang sibuk menyetrika pakaian. aku bosan, mulai ku periksa isi laci lemari Sakti berharap menemukan sesuatu yang menarik. laci satu tak ada apa-apa. laci dua tak menarik. laci tiga, sebuah plastik hitam. apa ini? kubuka. dan isinya lusinan video porno milik Sakti. ini sungguh menarik dan membuatku penasaran.

satu video kunyalakan. sebelumnya kututup pintu kamar Sakti, kurapatkan gordyn sehingga menutupi seluruh jendela. ah, video porno versi jepang. aku sangat menyukainya. wanita berkulit putih serta mulus. desahan yang membuat libido meningkat. dan wajah pemerannya yang agak polos. alasan itulah kenapa aku sangat manyukai video porno jepang. tiga film telah kutonton. dan hasratku memuncak. tak ada pelampiasan. penisku mengencang. sudahlah, nanti malam saja aku kerumah Dina (nama samaran) pacarku.


perutku kembali diserang lapar. jam tangan menunjukkan pukul empat sore. dan Sakti belum pulang. aku menuju dapur, berniat membuat roti lapis coklat. langkahku terhenti ketika kulihat Yuyun, dengan posisi membungkuk sedang membereskan pakaian yang telah ia setrika. lapar di perutku hilang. kini hasrat bercintaku yang kelaparan. aku naik ke lantai atas, menghampiri Yuyun.


"eh, mas Gugun" Yuyun sadar akan kehadiranku.  POLA GACOR MAIN SLOT

"lagi ngapain Yun? sibuk banget nih keliatannya" tanyaku.

"ini mas, setrikaan lagi banyak banget. musim hujan, banyak yang belum kering" jawabnya dengan logat jawa agak kental.

"oh. gue bete dikamar sendirian. boleh ya gue disini?"

"lho? mas Sakti-nya kemana toh?"

"Sakti lagi kerumah temennya. udah dari tadi belum balik-balik"



                 aku merebahkan tubuh disamping Yuyun yang masih sibuk menyetrika pakaian. gadis jawa bertubuh pendek ini sedikit seksi. kulit yang kuning langsat serta bulu-bulu halus di tangannya membuatku makin bernafsu dengannya. kulihat bra berwarna hitam dari sela-sela lubang tangan kaosnya. hasratku menidurinya makin tinggi.


"boleh kan gue tiduran disini Yun?"

"emmmm.. kenapa ndak dikamar aja mas? disini kan Yun lagi nyetrika"

"dikamar nggak ada temen ngobrol Yun. bete sendirian"


tanganku mulai nakal menggelitik lengannya. Yuyun menampik dengan halus. gadis jawa ini membuatku nafsu. umurnya mungkin sekitar 19 atau 20 tahun-an. tentunya lebih tua dariku. tangan nakalku kembali bermain. kali ini kuusap-usap pahanya. ia kembali menampik.


"mas Gugun,  ndak boleh begitu mas" tolaknya.

"hehehehehehehehe"


tolakan dari Yuyun makin membuat tanganku nakal. kali ini mulai berani kusentuh payudaranya. dan ia kembali menolak serta menampik tanganku. aku terdiam beberapa saat. Yuyun pun diam. lalu tanganku kembali bermain di payudaranya. agak kecil namun kencang dan padat. Yuyun menampar tanganku.


"mas Gugun jangan kurang ajar ya! aku ini wanita baik-ba.."


tak sempat ia meneruskan kalimatnya, lansung kupeluk dan kuciumi bibirnya. ia berusaha melepaskan pelukanku. makin berusaha melepaskan, makin erat ku memeluknya. dan makin ganas kuciumi bibirnya. ia sedikit meronta, namun ku dekap erat tangannya. ku gigit pelan bibirnya. ku tarik lidahnya. kumainkan irama ciuman dengannya. kali ini gerakan merontanya lebih santai. ciumanku disambut olehnya. bibirku pun dibalas gigit. lidaku dibalas tarik dan kami berciuman.


sambil berciuman, tangan kananku menggerayangi payudaranya. sedikit kuremas-remas. tangan kiriku meremas pantatnya. sesekali kutampar-tampar pantatnya. Yuyun terlihat menikmati. matanya terpejam dan masih membalas ciumanku. kali ini dengan liar. libidonya mungkin meninggi saat kuremas payudaranya. kujilati leher dan sekitar telinganya. Yuyun mendesah. kujilati daun telinganya. desahannya makin keras. tanganku berpindah menuju daerah sensitifnya. vagina. ku gesek-gesek jariku ke vaginanya. ia bergetar. ia medesah. ia kenikmatan.


"mas, dikamarku aja ngelakuinnya yuk!" ajak Yuyun.  POLA GACOR MAIN SLOT


aku pun mengangguk. kamar belakang dekat dapur adalah kamar Yuyun. hujan turun lebat sore ini. aku makin bernafsu. Sakti tak mungkin pulang saat hujan lebat begini. ibunya pun nggak bakal sampai dirumah jam segini. situasi aman. situasi makin mendukung saat hujan turun. membuat bercintaku dengan Yuyun makin indah.

kamar dengan ukuran 4x3 m ini sungguh rapi. Yuyun merebahkan tubuhnya diranjang. membuka semua pakaiannya, hingga telanjang bulat. astaga kulit putihnya sungguh indah. bulu-bulu halus disekitar vaginanya memberi kesan eksotis. aku makin keranjingan.  kubuka semua pakaianku. langsung ku hantam vaginanya. kujilat klitorisnya. ia mendesah.


"aahh.. aahh.." desahan Yuyun.


makin semangat kujilati vaginanya. sambil kupilin-pilin puting payudaranya yang mulai mengeras. puting yang masih merah dan payudara yang tidak terlalu besar. pantatnya padat. pinggulnya bernilai 7. ah, pembantu yang bagus pikirku. makin garang kujilat vaginanya. terus kujilat sampai pada akhirnya..


"aah.. mas Guguuunn.. aaahhh.. aku keluar mas..."


ia klimaks.


kali ini ia kutuntun untuk menghisap batang penisku yang sedari tadi telah tegak berdiri. dibenamkan dalam-dalam penisku ke mulutnya. dengan gerakan maju mundur. kepala penisku sesekali digigit-gigit. ah, sungguh nikmat. testikel-ku disedotnya. ah, makin nikmat. cukup lama menggarap panisku dimulutnya. kali ini penisku siap memasuki lubang kenikmatan.

Yuyun sudah pasang posisi mengangkang diranjang. membuka lebar-lebar pahanya. terlihat jelas vagina dengan bulu-bulu halus yang menggoda. penisku siap meluncur. ku arahkan batang penisku ke lubang vaginanya. sebelum kumasukkan terlebih dulu ku gesek-gesek kepala penisku dimulut vaginanya. Yuyun hanya mendesah kecil. penisku langsung masuk melesat kedalam vaginanya. cukup sulit dan perlu tenaga ekstra. vaginanya sungguh rapat. Yuyun merintih, agak kesakitan. penisku tak menyerah, berusaha masuk kedalam. makin kuat kutekan. makin kuat kutekan. hingga penisku masuk. dan terbenam dalam vaginanya.


"aaahhh.." ia sedikit berteriak.


kumainkan penisku dalam vaginanya. ku goyang pinggulku. dengan gerakan maju mundur. masuk keluar. dengan perlahan-lahan. Yuyun memejamkan matanya, sedikit meringis kesakitan. dan darah segar membasahi penisku. astaga, ia masih perawan. kembali ku goyangkan pinggulku. masih dengan gerakan maju mundur seirama dengan liukkan tubuh Yuyun yang sedikit menggelinjang. merintih dan mendesah. aku makin kuat. aku makin liar menghantam vagina Yuyun. seiring teriakannya yang keluar dari mulutnya. petir pun menyambar-nyambar. hujan diluar makin lebat. membuatku makin bernafsu menggerayangi tubuh Yuyun. sambil penisku bermain di dalam vaginanya, tanganku aktif meraba-raba payudaranya. meremas dan memilin-milin putingnya. mata Yuyun masih saja terpejam. sesekali ia mengernyitkan alisnya. menggigit bibirnya. dan mendesah.


"aahh..aahh..aaahhh" desahan Yuyun mengisi ruangan.


terus kulancarkan serangan penisku ke vaginanya. gerakan maju mundur pinggulku makin buas.  makin liar dan makin kuat. makin deras juga liukkan tubuh Yuyun yang merasakan kenikmatan. aku pun makin menikmatinya, menikmati vagina Yuyun. penisku dimanjakan oleh vagina seorang perawan. rapat. menjepit dan kesat. kali ini Yuyun makin liar. ia mencabut penisku dari vaginanya, kemudian mengulum penisku dengan ganas di mulutnya. mataku mengerjap merasakan nikmat. lalu ia kembali menuntun penisku untuk kembali masuk kedalam vaginanya.



              aku pun tak mau kalah ganas. makin kupercepat goyangan pinggulku. makin cepat dan deras hantaman penisku didalam vaginanya. gerakan tubuh Yuyun makin tak terkontrol. ia makin menggelinjang. desahannya makin kuat. aku hampir klimaks.


"aahhh..ma..ma..mas Gugun. aku mau ke..keluar.." katanya terbata-bata.

"aku juga Yun"


aku hampir klimaks. penisku mengejang. vagina Yuyun bergetar. kucabut penisku, kusemprotkan cairan maniku di atas payudaranya. kental. basah dan banyak. Yuyun menggelinjang diatas ranjang. vaginanya basah oleh cairan yang keluar dari dalam vaginanya. tubuhnya lemas. begitu pula tubuhku. payudaranya dipenuhi cairan maniku. bulu-bulu halus disekitar vaginanya memberik keindahan pada tubuh gadis jawa ini.


"aahh, mas Gugun"

"haah..haah.." aku masih terengah-engah.

"tadi itu enak sekali mas" ucapnya singkat, kemudian memejamkan mata.

"aku juga enak Yun" seraya kuciumi keningnya.


dan kami pun tertidur pulas dengan badan tanpa busana.   





Terungkap Fakta Baru di Balik Pembunuhan Kacab Bank BUMN

  Jadi intinya... Rekonstruksi pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN MIP digelar dengan 17 tersangka. Rekonstruksi mengungkap penculikan MIP di...