Jumat, 14 Oktober 2022

kisah perempuan-perempuan yang mengalami pelecehan seksual di pusat pengobatan tradisional

 Pusat pengobatan tradisional dengan menggunakan tumbuhan asli Amazon, yang dikenal dengan nama ayahuasca menarik banyak pasien dan juga turis.




Pusat pengobatan ini disebutkan memberikan bantuan untuk mereka yang mengalami kecanduan, depresi dan trauma.

Namun sejumlah perempuan melontarkan tuduhan para dukun mencabuli mereka, satu sisi gelap dari pusat pengobatan itu.
Saat Rebekah pertama kali mencoba pergi ke ayahuasca di Peru pada 2015, ia mengatakan hanya karena sekedar ingin tahu.

Saat itu saya pikir menarik dan saya ingin mencoba saja," kata Rebekah, seorang warga Selandia Baru yang berumur 20-an tahun. Ia meminta BBC untuk tidak mengunkap namanya.

"Saya berkunjung ke pusat pengobatan dan saya merasa nyaman," ceritanya.

Pusat pengobatan tradisional Ayahuasca yang menggunakan berbagai tanaman ini dapat membawa memori lama yang hilang.

Setelah kembali ke rumah, saya merasa hubungan dengan keluarga jadi jauh lebih kuat. Saya merasa lebih mudah untuk bercerita apapun," tambahnya.

Pengobatan di Ayahuasca didahului dengan upacara pada malam hari, dipimpin oleh dukun. Dukun perempuan atau laki akan minum cairan coklat pekat, campuran dua tanaman Amazon, baru kemudian membantu terapi orang-orang yang datang.

Tanaman ini digunakan oleh berbagai suku di kawasan Amazon selama berabad-abad dan belakangan ini terjadi peningkatan tinggi dan dikenal dengan tren "wisata ayahuasca".

Sejumlah pengobatan tradisional dibuka. Orang-orang yang datang bertujuan untuk membantu masalah kesehatan mental. Ada sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa ayahuasca dapat menjadi pengobatan efektif.

Sekitar setengah jam setelah upacara dimulai, campuran cairan ini mulai terasa pengaruhnya dan sang dukun akan mulai melantunkan mantra atau yang dikenal dengan icaros, yang membantu para peserta merasakan berbagai pengalaman masa lalu.

Yang menenggak campuran ini ada yang muntah dan terkadang ada yang mengalami diare.

Saat Rebekah berkunjung, dia adalah satu-satunya perempuan yang datang tanpa pasangan. Ia merasa sang dukun memberikan perhatian khusus padanya.

"Cara dia merawat saya sangat berbeda, dan saat itu saya tidak curiga. Namun kalau saya coba ingat lagi, harusnya saya sudah mulai curiga," kata Rebekah.

Setahun kemudian, Rebekah kembali ke pengobatan tradisional yang sama di Peru. Dukun yang sama memimpin upacara.

Sekali lagi, kata Rebekah, ia diperlakukan berbeda dengan yang lain. Ada semacam rayuan. Dukun itu juga mulai mencurahkan cerita ke Rebekah.

"Ia terus cerita bahwa ia banyak masalah termasuk dengan istrinya dan bahwa hasrat seksualnya tidak tersalurkan. Dan saya adalah orang yang dapat mengobatinya."

Rebekah saat itu berusia 20 tahun dan sang dukun berusia 50 tahun.

"Ia juga berjanji akan memberikan kekuatan spiritual bila kami berhubungan."

Rebekah mengatakan dukun mencabulinya dan membujuknya melakukan tindak seksual.

"Menjijikkan," katanya. "Dia kan dukun, seharusnya dia punya moral tinggi dan saya percaya padanya.

Setelah dicabuli, Rebekah meninggalkan pusat pengobatan itu dan Perlu.

"Saya memesan tiket pesawat dan keluar dari semua itu," tambahnya.

Ia merasa dikhianati dan terus bertanya mengapa seseorang yang seharusnya memandu dan melatihnya "justru mengeksploitasi kekuatan yang dimilikinya."

Dukun yang dituding Rebekah masih menjadi ketua di pusat pengobatan tradisional yang mendapatkan lima bintang terkait tingkat pelayanan.

"Dia masih di situ," kata Rebekah, yang masih merasa marah atas pengalamannya.

Tangannya bergetar. "Ada pusat-pusat pengobatan lain yang masih beroperasi. Ada sejumlah perempuan yang mengalami pencabulan di sana."

Short presentational grey line

Para dukun dituduh melakukan pencabulan dan banyak kesaksian pelecehan seksual ini di forum internet.

Satu nama yang banyak muncul adalah Guillermo Arévalo, dukun terkenal yang mendapat penghargaan dari Kongres Peru atas upayanya dalam pembangunan yang berkelanjutan.

"Dia sering berkunjung ke Canada," kata satu perempuan berusia 40an yang kami panggil Anna.

"Bisnis ini cukup menguntungkan dengan upacara besar. Banyak yang datang dan harus membayar sekitar US$228 (Rp3 juta) untuk datang dan bertemu dengan Guillermo. Dia memiliki status khusus dan untuk duduk dengannya di satu upacara seperti satu penghargaan," kata Anna.

Anna, yang sangat tertarik dengan pengobatan alternatif, berharap ayahusca dapat membantunya mengatasi kecanduan heroin.

Pada mulanya ia sangat terkesan pada Arévalo.

"Seperti banyak orang lain, saya terkesan dengan kehadiran dan kemampuan dukun yang memimpin upacara," katanya.

"Mantranya (mengesankan). Ia adalah dukun yang bagus."

Namun upacara yang ia ikuti tujuh tahun lalu secara dramatis mengubah pendapat Anna soal pengobatan tradisional Amazon itu.

"Kondisi saat itu gelap gulita, ruangan tak ada jendela. Banyak orang saat itu.

"Saya masih merasakan efek obat. Terdengar berbagai suara, ada yang menangis, ada yang mendesah atau mengucapkan berbagai hal yang tak masuk akal."

"Kalaupun saya mengucapkan sesuatu, tak akan ada orang yang menanggapi," kata Anna.

Guillermo datang dan duduk di samping saya, ada perasaan lega karena saya merasa akan mendapatkan bantuan," ceritanya.

"Ia mulai melantunkan mantra dan meletakkan tangan di atas perut saya, hal yang normal. Namun kemudian tangannya meraba celana saya. Saya merasa membeku tak bisa bergerak. Saya terlentang ketakutan. Dia kemudian meraba seputar payudara saya," tambahnya lagi.

Yang Anna ingat adalah "tidak percaya (apa yang dilakukan dukun) dan bingung."

Anna perlu waktu enam tahun untuk bisa menyuarakan apa yang terjadi padanya.

"Perempuan disyaratkan untuk menerima perlakukan seperti ini. Bagi saya, yang mengalami kecanduan dan mengalami hubungan tak baik dengan pria, serta sejarah pelecehan seksual pada masa kecil, merasa ada kesamaan dengan pengalaman saya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terungkap Fakta Baru di Balik Pembunuhan Kacab Bank BUMN

  Jadi intinya... Rekonstruksi pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN MIP digelar dengan 17 tersangka. Rekonstruksi mengungkap penculikan MIP di...