Sebuat utas (thread) kisah perempuan yang hamil di luar nikah mendadak viral di media sosial Twitter.
Curhatan itu pertama kali dibagikan oleh akun @kocheeeeeeeng.
Dalam utas tersebut, pemilik akun menceritakan bahwa orang tuanya tidak mengetahui perihal kehamilannya bahkan hingga ia
Aku hamil di luar nikah. Mengandung 9 bulan 10 hari tanpa ada satupun orang yang tau, bahkan keluargaku yang serumah," tulis perempuan ini membuka ceritanya di Twitter.
Di utas tersebut, pengunggah menyebut Angga sebagai nama samaran untuk pria yang telah menghamilinya itu.
"Tahun 2015 lalu, aku pacaran sama cowok. Sebut aja namanya Angga. Selisih umur kita 3 tahun, lebih tua aku.
Waktu itu dia masih sekolah kelas 2 SMA, dan aku kuliah semester 5. Kita jalanin hubungan ini kurang lebih 2 tahun," ungkapnya.
Meski berjalan normal seperti hubungan muda mudi pada umumnya, namun ia mengaku adakalanya mereka melakukan hal yang lebih jauh selama pacaran yakni berhubungan intim.
Akibat perbuatannya itu, ia akhirnya hamil dan memberitahu kepada sang kekasih soal berita tersebut dan mengaku ingin menggugurkan kandungannya.
Namun hal ini justru membuat pasangan ini mengalami cekcok, karena Angga ingin bertanggung jawab atas perbuatannya dan berjanji akan menjaga calon bayinya.
Alhasil karena perempuan ini dengan teguh mempertahankan keputusannya, ia kemudian melakukan segala cara untuk dapat menggugurkan kandungan termasuk menemui dukun yang direkomendasikan seorang teman.
Wanita itu bersama Angga memutuskan untuk bertemu keluarga Angga.
Beruntunglah keluarga Angga mau menerima kabar tersebut dengan tenang dan membantunya dalam proses melahirkan.
Setelah melahirkan, akhirnya wanita itu mengizinkan Angga untuk memberitahu keluarganya terkait kondisinya saat ini.
"Katanya Ibu langsung shock, langsung nangis teriak-teriak. Katanya Ibu gak bisa ngomong apa-apa cuma bisa nangis. Aku ikut nangis pas diceritain kejadian itu," tulisnya.
Di akhir ceritanya, perempuan ini menitipkan pesan bagi pasangan muda yang belum menikah agar tidak melakukan hubungan intim sebelum waktunya.
"Apa yang terjadi di masa lalu harus dijadikan pembelajaran. Yang jelas : bagaimana jalan hidup kita kedepan, kita sendirilah yang menentukan!"
"Berfikir panjang sebelum melakukan sesuatu itu PERLU. Jangan karna enak se titik, susahnya seumur hidup."
"Pesanku untuk muda mudi diluar sana, meskipun ini terdengar klise tapi baiknya kalian jauhi dunia sex sebelum waktunya. Tunggu lah sampai kalian resmi nikah," jelasnya.
Kepada Tribunnews, pemilik akun mengaku saat ini kehidupannya sudah kembali normal, dan sang anak telah menjadi cucu kesayangan kakek dan neneknya.
"Kondisi saya saat ini baik-baik saja, semua sudah kembali normal," kata pemilik akun @kocheeeeeeeng.
Psikolog, Kurniasih Dwi Purwanti, memberi tanggapan terhadap masalah tersebut.
Menurutnya keputusan sang perempuan untuk menyembunyikan kehamilannya karena takut akan respon dari orang tuanya.
"Perilaku menyembunyikan kehamilan jelas karena dia belum dapat bertanggung jawab atas perialakunya, ketakutan kemarahan orang tua juga menjadi latar belakang," kata Kurniasih kepada Tribunnews, Kamis (14/5/2020).
Kendati demikian Kurniasih juga menyebut perlu dilihat lebih dalam dari sisi pribadi pelaku yakni perempuan yang mengunggah cerita tersebut di Twitter.
"Tujuan menggunggah dengan detail dan jelas menyebutkan harapan agar tidak ada kasus seperti dia."
"Ini bisa menjadi hal positif agar jadi pembelajaran namun juga hal yang kurang tepat karena dapat diakses darimana saja."
Lebih lanjut terkait perilaku yang menyembunyikan rahasia terkait kehamilannya ini, menurut Kurniasih diperlukan pendalaman cerita baik dari sisi pribadinya maupun sisi kehidupan keluarga pemilik akun.
"Perilaku yang telah dilakukan (melakukan hubungan seksual sejak muda) diperlukan keputusan yang luar biasa."
"Sehingga dinamika kepribadian yang ia resapi sebagai anak, anggota keluarga, mahasiswa dan masyarakat perlu dikaji lebih dalam."
Begitu pula sampai dia menyembunyikanya hingga melahirkan, kita bisa melihatnya juga dari sisi keluarga, pola asuh, pola komunikasi hingga latar belakang keluarga tersebut sampai pelaku berbuat demikian," jelasnya. (*) SELESAI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar