Nama saya linda , umur saya 22 tahun. Saya adalah seorang mahasiswi di perguruan tinggi di Jakarta. Saat ini saya udah berada di tingkat akhir dan dalam masa penyelesaian skripsi aja. Sebelum saya memulai cerita indah saya, saya mendeskripsikan diri saya. LAPAK GAMING
Tinggi saya 165 cm dengan berat 47 kg, Rambut saya panjang sepinggul Kulit saya putih juga bersih. Dengan bibir mungil dan seksi, Payudara saya tak terlalu besar dengan ukuran 33 B.
Pada bulan kemarin, ada seorang pria berumur 26 tahun meminta saya menjadi pacarnya. Permintaannya itu tak mungkin saya tolak, karena ia adalah sosok yang selalu saya impi-impikan. Ia seperti pangeran bagi saya, Badannya yang lumayan tinggi dan juga atletis selalu membuat saya terpana.
Namanya adalah Rudi, ia kekasih pertama saya. Rudi udah bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta, Rudi orangnya juga sangat romantis. Ia selalu bisa membawa saya melayang tinggi, ribuan rayuan maut yang mungkin terdengar gombal bagai puisi di telinga saya sejauh ini hubungan kami berdua masih biasa aja.
Beberapa kali kami berdua berciuman dengan lembut pada saat di dalam mobilnya atau saat berada di tempat yang sunyi. Namun lebih dari hal itu kami belum pernah melakukannya, tapi terkadang menginginkan yang lebih dari berciuman dan membayangkannya aja sering membuat saya masturbasi.
Tepatnya tiga bulan hari jadian kami, Rudi dan saya ingin merayakan hari tersebut. Setelah melakukan diskusi yang cukup panjang, akhirnya kami putuskan berlibur ke puncak.
Hari yang saya tunggu datang juga, Rudi berjanji akan menjemput saya pukul 08.00 WIB. Dari kemarin rasanya saya tak bisa tidur karena jantung saya berdebar-debar menantinya, untuk hari yang begitu istimewa ini. Saya juga memilih pakaian yang sangat istimewa, saya mengenakan kaos ketat berwarna putih dan celana jeans rambut panjang saya ini hanya saja jepit saja.
Karena takut nanti basah saat bermain-mian di dekat air terjun, akhirnya saya membawa sepasang baju ganti dan juga sekaligus baju dalam. Nggak lama kemudia Rudi pun datang dengan mobil Mercedez Benz putihnya, Rudi yang selalu tampil menawan di mata saya. Padahal ia hanya memakai kaos hitam polos aja dan celana jeans pendek.
“Udah siap berangkat kamu, Lin...?” saya hanya mengangguk lalu segera masuk ke dalam mobilnya itu. Perjalanannya pun tak memakan waktu lama karena jalanan masih sepi, Sekitar 1 jam kemudian kami pun sampai di tempat wisata, namun ternyata pintu masuk ke area wisata itu masih ditutup.
“Masih tutup tempatnya, yank.... Kami pun jalan dulu aja ke tempat lain, gimana ya?” tanya saya
“Coba kita lebih ke atas lagi, siapa tau ada pemandangan yang cukup bagus.”
Rudi segera menjalankan mobilnya itu, nggak begitu banyak pemandangan yang menarik. Di sekeliling terlihat sepi, Rudi lalu memarkir mobilnya.
“Kita tunggu di sini saja ya Beb, Sambil ngemil roti coklat yang saya beli. Sayank belum sarapan, kan?”
“iya ni mas.. linda juga sangat lapar”
Sembari makan roti, Rudi dan saya berbincang-bincang mengenai tempat yang akan kami kunjungi itu. Tiba-tiba saja....
“iiiihhh linda sayank, sudah besar kenapa makannya belepotan gitu sih kayak anak kecil aja.” katanya sambil tertawa kecil. Saya jadi malu dan mengambil tisu, belum lagi saya membersihkan mulut saya. Rudi tiba-tiba mendekat, mari biar bersi'i.” saya tak berpikir macam-macam.
Namun Rudi tak mengambil tisu dari tangan saya, ia malah mendekatkan bibirnya dan menjilat semua coklat di sekeliling bibir saya. aaaah... udara segar pagi yang dingin membuat jantung saya berdebar cukup kencang. LAPAK GAMING
“tu.. udah bersihkan.” kata Rudi sambil tersenyum manja. Namun wajahnya masih dekat, hanya sekitar 2cm di hadapan saya. Saya berterima kasih dengan suara sedikit lembut.
Rudi hanya tersenyum saja kemudian dengan lembutnya, tangan kanannya membelai pipi saya. mendongakkan dagu saya, Bisa saya lihat matanya yang hitam memandangi saya. Membuat saya makin bergetar aja, saya benar-benar berusaha mengatur nafas saya seketika ciuman Rudi mendarat di bibir saya.
Saya pun membalas ciumannya itu saya lingkarkan kedua tangan saya di lehernya Rudi. Saya rasakan tangan kanan kiri membelai rambut saya dan tangan kanannya membelai lengan saya, tak berapa lama saya rasakan ciuman kami sudah berbeda kami merasakan ada gairah di sana. Sekali-kali Rudi menggigit bibir saya dan membuat saya mendesah keenakan, “aaahhhh.....” refleks saya memperat pelukan saya meminta yang lebih.
Namun Rudi justru mengakhirinya ciuman itu, “AKU CINTA KAMU SAYANK” kemudian mengecup bibir saya dengan buru-buru dan melepaskan pelukannya. Saya hanya tersenyum dan menjawab, “Aku JUGA Beeb”. dalam lubuk hati saya benar-benar meresa malu, karena mendesah tadi. Mungkin saja kalau saya tak mendesah tadi, ciuman tersebut akan berlanjut lebih lagi. aduuuhh... bodohnya diriku ini, Rudi kemudian menjalankan mobilnya menuju tempat wisata itu.
Kami bermain wahana di tempat wisata itu dari pagi hingga malam menjelang magrib, nggak terasa udah pukul 18.30 WIB. Sebelum pulang. Kami makan malam di salah satu restoran sederhana, selesai makan saya melihat jam tangan saya udah menunjukkan pukul 21.00WIB.
“aduh beb....! udah jam segini beb, Kos linda sudah tutup lah ni. linda lupa pesan maw pulang agak malam, gimana ini ya beb?”
“aaduuh.... gimana ya beb? kan gak mungkin juga kamu tidur di kos Rudi kan sayank.”
“iiih jadi gimana ni dong beb??”
“Sudah jangan cemas gitu, kita cari jalan keluarnya sama-sama sambil jalan aja ya.”
Dalam perjalanan saya benar-benar sangat bingung, di mana saya tidur malam ini?
“Sayank, kita tidur di penginapan aja gimana ya. Di daerah sini kan banyak sekali penginapan, Gimana sayank?”
“Iya sudah deh beeb.... dari pada linda tidur di luarkan”
Nggak lama kemudiaan Rudi berhenti di sebuah penginapan kecil dengan harga yang lumayan, namun ternyata kamarnya udah penuh karena ini adalah hari liburan dan banyak sekali yang menginap. Sampai di penginapan yang keempat, akhirnya ada juga kamar yang kosong namun hanya satu.
Karena udah hampir pukul 22.00 kami pun memutuskan untuk mengambil kamar itu, sampai di dalam kamar Rudi langsung saja berbaring di atas kasur yang ukurannya itu bisa dibilang cukup besar. Saya karena merasa badan lengket-lengket, saya langsung saja masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi. Di dalam hati merasa dongkol juga. LAPAK GAMING
Kalau tau nginap satu kamar gini, saya akan bawa baju dalam saya yang seksi. Terus pakai baju yang seksi juga, soalnya saya hanya bawa tank top sama celana jeans panjang saja.
Hilang udah harapan saya untuk bisa merasakan keindahan bersama Rudi, setelah selesai mandi. Saya segera keluar kamar mandi, nampaknya Rudi udah tertidur. Sedih juga melihaat ia udah tidur, saya pun naik ke atas kasur dan membuat ia terbangun lagi.
“Sudah selesai mandi ya Beb....”
“Iya ni.. sayank ga mandi??”
“nggak bawa baju ganti sama handuk ni”
“Di dalam kamar mandi ada handuk kok, Pakai baju itu lagi saja mas”
Karena Rudi mungkin merasa gerah, jadi ia pun mengikuti saran saya tadi. Gantian saya yang merasa ngantuk, segera saya tarik selimut saja dan memejamkan mata saya tanpa berpikir apa-apa lagi. Hanya beberapa menit saat saya tertidur, saya merasakan ada sentuhan dingin di pipi saya dan ciuman di kening saya.
Saat saya membuka mata saya, terlihat Rudi setengah telanjang. Hanya ada sehelai handuk saja yang membalut bagian bawahnya itu, badannya yang atletis itu terlihat begitu jelas dan juga penampilannya membuat saya menahan nafas saya.
“Nggak kedinginan ya beb, gak pakai baju gitu. Hanya pakai handuk aja,” ucap saya dengan senyum penuh birahi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar