Hal yang paling aku benci adalah menunggu dan hal tersebut terjadi sekarang di saat pesawat yang akan membawaku ke Jakarta mengalami delay lebih dari 1 jam. Hari ini aku akan pergi menuju jakarta untuk menuntut ilmu disana, orang tuaku menitipkan aku pada saudaranya di jakarta, ini merupakan kali keduanya aku di titipan sebelumnya di titipan kepada saudara ibuku semasa SMP di kota Jombang, Jawa Timur. Disana aku disuruh masuk pondok pesantren agar aku memiliki akhlak yang terpuji dan sekarang aku dititipan lagi ke jakarta untuk melanjutkan sekolah SMA disana.
Aku mungkin terlihat sangat penurut tapi sebenarnya aku hanya malas berdebat dengan orang tuaku apalagi dengan papaku yang sangat keras terhadap pillihannya, tidak ada satu orang tua pun di dunia yang mau menjerumuskan anaknya hal itulah yang membuatku untuk terus mengikuti kemauan kedua orang tuaku. mereka selalu beralasan untuk mendidikku supaya tidak terlalu manja terhadap orang tua dan tidak selalu mengandalkan orang tua, mereka ingin aku berhasil dengan jerih payahku sendiri tanpa bantuan orang tua, seperti diketahui aku adalah anak pertama dan aku memiliki adik perempuan, dan keluargaku merupakan keluarga yang terpandang dan kaya raya di kota pahlawan. POLA GACOR MAXWIN
Suryadharma merupakan nama dari kakekku yang telah tiada, beliau memiliki 3 orang anak yaitu Retno Suryadharma, Teddy Suryadharma, dan Teguh Suryadharma. dari ketiga saudara itu hanya papaku yang tinggal disurabaya dan meneruskan usaha kakek, sedangkan Om teguh memilih untuk menjadi anggota kepolisian dan tanteku Retno seorang pengacara dan sekarang tinggal di kota Jogjakarta.
“Pesawat DelayAir dengan nomor penerbangan KC022T telah siap untuk di berangkatkan, bagi penumpang harap segera memasuki jalur yang sudah ditentukan”, suara tersebut sentak membangunkanku dari tidurku, dengan sedikit lemas dan malas aku pun menuju pesawat untuk penerbangan ke jakarta, seperti biasa tak ada satu orang dari keluargaku yang mengantarkan kepergianku, orang tuaku terlalu sibuk terhadap kerjaannya.
Sebelum aku menaikin pesawat tak lupa aku BBM Om teguh “Om aku sudah berangkat, mungkin sampai bandara soetta pukul 15:30 sore”,
tak lama berselang Om teguh pun membalas “Ok bro, nanti yang jemput tante rahma yaa.. soalnya om ada urusan mendadak, maaf yaa”,
aku membalasnya dengan singkat “no problem”.
Sudah lama sekali aku tidak melihat Tante Rahma mungkin sudah 3 tahun, dalam pikirku apakah Tante masih sama seperti dulu dengan muka judesnya yang menyebalkan itu,
“Hari yang sangat membosankan” ujarku.
Sesampainya aku di bandara Soetta aku pun menelepon Tante Rahma,
“Hallo Tante Rahma !”, ucapkan dalam telepon.
“iya.. ini siapa yaa ??”, tanya tante dengan nada sinis. Seperti yang kuperkiraankan, sangat judes dan sinis, serasa bicara dengan seorang musuh.
“Ini Nathan Tante, saya sudah sampai di bandara soetta dan sekarang ada di pintu keluar, saya memakai baju warna putih dan jaket abu-abu”, jelasku kepada tante.
“kamu lurus saja ke arah jalan parkiran, tante di dalam mobil jazz warna putih, cepet ya” singkat jawabnya.
dan “tut.. tut.. tut…” telepon pun di matikan oleh tante. “monster macam apa wanita ini, sangat menyebalkan”, ujarku pelan.
Tanpa pikir panjang aku pun lansung menuju lokasi mobil tante, setelah ketemu mobilnya aku pun memasukan barang bawaanku di bagasi mobil dan setelah itu aku pun duduk di kursi belakang mobil.
“heh.. duduk depan sini, emang tante supir kamu apa”, ujar tante dengan sedikit kasar.
“Maaf tante, saya ga ada maksud seperti itu”, jawabku gugup. POLA GACOR MAXWIN
Setelah duduk di kursi depan aku pun menjulurkan tanganku untuk mencoba berjabat tangan dengannya tapi tante acuhkan kan jabatan tangaku itu,
“ahh.. sudahlah kalau ga mau ya udah, dasar monster”, ucapku dalam hati.
Tidak terasa ternyata aku sudah 1 jam di dalam mobil dan belum juga sampai rumah, dan selama itu pula kita berdua hanya berdiam diri saja tanpa adanya obrolan yang berarti. Aku benar-benar tidak mengerti kenapa tante begitu galak dan tak ramah kepadaku, sesekali aku mencoba melirik tante mencoba memperhatikan penampilannya yang begitu kharismatik dengan kemeja kerja lengan pendek warna biru gelap dan rok mininya terlihat seksi, terlihat bagaimana paha putih mulus dari belahan roknya dan bagaimana bentuk lekukan dari roknya yang begitu ketat sehingga pantat dan pahanya begitu terlihat besar dan seksi.
Tiba-tiba tante membetulkan spion tengah mobil dan di saat itu pula terlihat dengan jelas bentuk ketiak dan warna BH yang di pakai tante, tante memakai BH warna putih terlihat jelas tapi sayang payudaranya tidak terlihat tapi yang paling menarik perhatian adalah daerah sekitar ketiak tanteku dimana sangat putih tapi ada sedikit rambut yang tumbuh dan ada sedikit cairkan di ketiaknya, mungkin itu adalah keringatnya tapi entah kenapa hal sejorok itu malah membuat nafsu birahiku tambah menggelora, kupandangi secara detail sampai aku pun membayangkan hal-hal yang aneh.
Sekelebat ayunan tangan mengayun di depan mataku
“heh.. lihat apa kamu”, bentak tanteku.
Mampus aku terlalu asyik melototin ketiak tante jadi gak sadar kalau tante tau kelakuanku,
“anu tante.. maaf, tante”, jawabku dengan ketakutan.
Dengan tidak mempedulikanku dan sangat acuh tante diam aja dan melanjutkan untuk pokus menyertir mobilnya. Tidak kebayang apa yang bakal terjadi bila tante cerita kepada Om, ahh sudahlah bilang aja kalau lagi ngelamun, itulah gerutuku dalam hati dengan sedikit gemetaran.
“Tante ini masih lama yaa sampai kerumah”, ucapku pelan.
Semoga aja hal ini bisa mencairkan suasana, walaupun rada males juga menghadapi sifat monsternya itu.
“sejam lagi… mungkin”, singkat jawabnya.
Seperti dugaanku jawaban yang singkat padat dan memuakan terlontar dari mulutnya.
Ngomong-ngomong soal Tante Rahma, beliau merupakan wanita karir dan ibu rumah tangga dengan satu anak yang sudah dewasa, tentang sifatnya memang sangat menyebalkan bahkan sangat kontras dengan sifat Om teguh yang begitu ramah dan asyik banget. Tante rahma ini walaupun usianya sudah 42 tahun tapi bentuk badannya menurutku sangat bohai atau bisa di bilang padat berisi sesuai lah dengan tinggi badannya yang sekitar 165cm, rambut panjang dengan warna sedikit blonde (maklumlah orang berduit), dengan memakai kacamata alah eksmud terlihat jelas bahwa wanita ini adalah wanita karir, mengenai parasnya seh biasa-biasa aja tidak sesuai seleraku mungkin bisa dibilang cantiknya karena putih doank (coba kulitnya gelapan dikit, pasti jelek) tapi kharismanya lah yang bicara dan yang membentuk paras dan laku begitu sangat dikagumi.
Akhirnya penderitaanku berakhir sudah, sampai juga di rumah Om teguh setelah perjalanan panjang selama 2,5 jam.
“puj.. puji ! bantu nathan dan tunjukin kamarnya”, sedikit teriak si tante kepada pambantunya.
Setelah parkir mobil di garasi si tante langsung masuk tanpa sepatah kata terucap darinya untukku, dalam hatiku cuma bilang mungkin dia marah gara-gara kejadian di mobil tadi. Tak lama beselang muncullah seorang wanita membantu itu menurunkan barang bawaanku dan mengantarku ke kamar.
“Makasih ya mbak !”, ujarku santun.
“iya mas.. sama-sama”, jawabnya dengan menunduk. POLA GACOR MAXWIN
Dia pun keluar dan aku sendiri di kamar, ku coba memperhatikan setiap sudut kamarku secara detail. kamarnya lumayan besar dan ada kamar mandi didalamnya, ranjang yang empuk, lemari ada 1 tapi sangat besar dengan cermin seukuran badan kita, ada sofa kecil di dalam kamar tapi tidak ada televisi dan AC nya pun rusak, aku pun berjalan menuju kamar mandinya ternyata ada shower dan bak mandi yang cukup besar untuk tiduran dan berendam, di sisi lain ada toilet untuk buang air besar, kamar ini hampir mirip kamar di hotel berbintang, dan di samping ranjang ada jendela yang langsung menghadap ke taman kecil dan kolam ikan.
Setelah rapi-rapi pakaian, kamar dan mandi, aku pun bersantai sejenak di kamar sambil melepas lelah, tak di sangka waktu sudah menunjukan pukul 19:45 malam. Seseorang membuka pintu kamarku yang tidak terkunci karena memang sedang rusak kuncinya,
“hi.. lama tak jumpa, kawan.. apa kabar !”, ucap dari orang tak asing lagi.
“Hi.. om, kabarku baik om!”, jawabku gembira.
Kitapun bertemu kangen dan bercakap-cakap layaknya teman yang lama tak jumpa, memang seperti itulah Om ku yang satu ini, begitu hangat dan care terhadapku. Akhirnya Om mengajakku untuk keluar dan makan malam bersama dengan anggota keluarganya, disana sudah menunggu Tante Rahma dan kita pun makan malam bersama dengan sedikit canda tawa sebagai bumbunya, seperti biasa Tante begitu judes sekali terhadapku, kukira di depan Om ku tante bakal sedikit ramah sikapnya terhadapku tapi tidak sama sekali. dan Om ku pun juga masa bodoh akan hal tersebut, dia santai saja mengajakku ngobrol dan bercanda sembari juga candain istrinya yang mirip monster itu.
Wow… gila sudah jam 09:30, hari gini aku baru bangun tidur apa yang bakal di pikirin oleh Om dan Tante kalau tau akan hal ini. Tidak biasanya aku bangun se-siang ini, aku pun buru-buru bangun dan langsung mandi secepat mungkin dan membereskan kamar tidurku. Aku memang sangat mandiri dari dulu, apapun yang berhubungan dengan kegiatanku bakal aku kerjakan sendiri supaya memiliki rasa tanggung jawab. Aku pun keluar kamar dan rumah terlihat sangat sepi, hanya ada seorang mbak-mbak yang sedang memasak di dapur.
“mbak, sedang apa ??”, tanyaku.
“lagi masak air mas”, jawabnya pelan.
“orang rumah pada kemana ya mbak ?? sepi amat nih rumah”, lanjutku.
“udah pada berangkat kerja semua mas”, jawabnya lagi.
“jam berapa biasanya berangkat mereka ??”, tanyaku lagi.
“kalau Tuan 6:30 sudah berangkat, kalau Nyonya jam 09:00”, jawabnya lagi.
aku pun pergi mengelilingi rumah kediaman om yang cukup besar ini, ada kolam renang di belakang ada saung juga di ujung kolam renang, dan aku tiba di samping kamarku yang terdapat kolam ikan dan ada taman kecil. Aku pun duduk santai di kolam tersebut, dan tak lama kemudian mbak yang tadi terlihat membawa ember berisi air panas menuju ruangan di deket taman kecil sampai kamarku, ohh ternyata ruang itu kamar mandi dan si mbak tadi masak air untuk mandi air hangat. aku pun pergi meninggal tempat tersebut takut di kira ngintip karena posisiku hanya berjarak 8m dari kamar mandi itu.
Menaiki tangga untuk menuju lantai 2 dari rumah itu, aku pun sampai di ruang kosong yang lumayan besar dan terdapat tali-tali yang memanjang dan beberapa bak untuk pakaian, mungkin ini adalah tempat jemuran. aku berjalan menuju ujung untuk melihat keadaan di bawah, lokasi tempat jemuran ini tepat di atas kamarku. aku pun melihat-lihat pemandangan dari atas dan tanpa ku sadari aku bisa melihat kamar mandi yang di masukin si mbak tadi, ada lubang yang cukup besar di atap kamar mandi itu sehingga aku bisa melihat jelas si mbak yang sedang melepaskan pakaiannya, pikiranku pun campur aduk dan binggung harus pergi atau stay disini untuk menikmati pemandangan ini. Aku sembunyi di balik dinding pembatas untuk mengintip si mbak agar tidak ketahuan, dan si mbak pun merasakan ada yg memperhatikan sehingga dia melonggok ke atas dan untungnya dia tidak melihatku karena terhalang dinding.
Aku coba perhatikan lagi ternyata dia sudah melepaskan semua pakaiannya, ku coba perhatikan secara detail lekuk tubuhnya, dia pun menguyur badannya dengan air dan kemudian membasuhnya dengan sabun, di olesnya sabun tersebut ke lehernya, kemudian ke buah dadanya yang lumayan besar lalu di putar-putar buah dadanya tersebut dengan menggunakan sabun, terlihat dia sangat telaten sekali memutar-mutar buah dadanya tersebut kemudian dia basuh tangannya dan di angkatlah tangannya ke atas lalu dia basuh ketiaknya dengan sabun. Sial apa yang terjadi dengan otakku, kenapa setiap kali aku melihat ketiak seorang wanita pasti cepat sekali burungku tegang, apakah aku mengalami kelainan sex, ahh sudahlah aku hanya ingin menikmati moment ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar