Kamis, 24 Oktober 2024

KETAGIHAN BERCINTA DENGAN SUAMI ORANG LAIN

 

Kejadian ini tdk pernah kuduga sebelumnya, Selama ini rumah tanggaku berjalan baik dan aku tdk pernah melakukan hubungan sex selain dgn suamiku sendiri. Hendra, suamiku seorang kontraktor yg cukup besar di kota Malang Jawa Timur, hampir setiap hari waktunya habis dikantor utk mengurus proyek dan proyeknya. Aku sendiri Laras menikah dgn Hendra, kakak tingkat kuliahku di Perguaruan Tinggi Bandung, 2 tahun diatasku.  GACOR SLOT DOM88

Kehidupan seksku biasa saja, dan cenderung membosankan padahal kurasakan sampai sekarang gairahku cepat sekali memuncak dan kalau melakukan hubungan intim aku suka sekali berlama- lama menikmati dgn berbagai variasi, tetapi suamiku orangnya kuno dlm melakukan hubungan sex dgn cara yg biasa saja, dia diatas dan aku dibawah, kadang aku kepingin jg cara lain seperti pada video porno yg pernah kulihat saat suamiku pergi, tp tdk pernah kesampaian, karena pernah kuutarakan pada suamiku dia tdk menjawab apapun, sehingga kadang aku merasa tdk puas.


Utk mengisi waktu luang aku sempatkan mengikuti kegiatan kesehatan berupa senam pada sanggar senam tertentu hal ini aku lakukan utk menjaga stamina dan jg tubuhku biar tdk gembrot, dan hasilnya lumayan saat ini tinggi badanku 165 cm, rambutku hitam pekat, mata coklat, pinggangku cukup ramping pantat jg berisi dan yg penting payudaraku tdk kendor walaupn pernah menyusui dan ukurannya cukup membuat orang menelan ludah 36C.


Aku sengaja mengambil jadwal pagi karena siang sedikit aku harus sudah rapi berada dikantor pribadiku. Setelah membereskan urusan rumah aku bersiap berangkat menuju tempat senam, dgn memakai T shirt Kuning cukup ketat dan celana senam aku memagut diri dikaca, Yach,… lumayan jg pikirku, dgn tshirt tersebut payudaraku seakan tertekan dan hendak melompat keluar, aku sadari itu. Pagi ini berbeda sekali tempat senam hampir penuh, aku duduk sendiri ditepi sambil mempersiapkan baju senamku, aku menuju kekamar ganti kudengarkan ada beberapa suara ibu-ibu cekikikan sambil menceNanakan pengalamannya, Ah,… gila pikirku, mereka suka sekali sama laki-laki muda usia utk permainan sexnya.


                   “Iya Jeng Wanti,… tadi malam itu seru lho, aku tdk menygka Bobi begitu perkasa, aku dibuatnya tak berkutik dlm 4 ronde sekaligus, padahal kelihatan dia paling pendiam ya disini, dan permainannya,………. Yahuuut lho, meqiku sampai seperti mati rasa,……” CeNana salah satu ibu peserta senam.

“Ah,…. Masak sih jeng Nana,….. yach,… sayang aku nggak dapet ya,… kalau sama Dedi gimana jeng,……… itu lho anak SMA 3 yg kita temukan bersama waktu nongkrong di café Regent,….. yg itunya item dan gede.” Timpal temannya.

”Oh,….. Kalo yg itu sih lumayan, tp permainannya masih hebat si Bobi, Awalnya saja aku sudah keder dibuatnya.”   GACOR SLOT DOM88

”Masa,… aku jadi pengin mencobanya jeng,…… Lihat aja ya nanti,… aku habisin dia dgn segala tenagaku,…” celetuknya dgn geregetan.


Pembicaraan terus berlangsung secara tdk sadar aku terbawa ikut memikirkan Bobi,… Apakah Bobi itu pelatih senam yg baru 2 bulan melatih ditempatku, kalo lihat cirinya pendiam dan acuh sih memang dia,…tanpa terasa tanganku telah berada diantara dua pahaku terasa hangat dan kuraba pelan meqiu dari luar baju sanam ah,…. Cepat-cepat kubuang pikiran buruk itu aku tdk ingin terjadi sesuatu. Semakin kupikir semakin berkecamuk pikiran itu ada.


Aku ingat waktu itu Bobi memang sempat menjadi buah bibir dikalangan ibu-ibu tempatku senam tp aku tdk pernah sedikitpun ikut didalamnya. Apakah Bobi itu ya yg dibicarakan ibu-ibu. Pertama kali masuk Bobi memang sempat grogi disoraki oleh ibu-ibu bahkan sempat membuat wajahnya memerah ketika perkenalan ibu-ibu menanyakan statusnya. Bahkan salah satu ibu ada yg nyeletuk menanyakan besar tdknya ukuran vital Bobi, dan hanya dijawab dgn senyum saja.


”Tok,.. Tok,… Tok,…..” Aku kaget mendengar pintu kamar ganti diketok dari luar, ah kiranya cukup lama jg aku berada dikamar ganti, cepat cepat kekemasi barangku dan keluar menuju hall senam, disana masih banyak ibu bergerombol menunggu waktu senam berlangsung.


Aku duduk sendiri sambil minum teh hangat, tiba-tiba disebelahku duduk empat ibu-ibu yg nampaknya cukup centil dgn usia yg bervariasi. Sambil berbasa-basi dia memperkenalkan diri dan aku agak terkejut karena suara dan namanya sama dgn yg ada di kamar ganti sebelahku tadi.


”Eh jeng Laras kan sudah lama ikut disini, udah pernah nyoba-nyoba rasa lain nggak selain rasa suami,……Dgn cara arisan bersama,… enak lho jeng, rugi kalo nggak mencobanya” celetuknya berbisik hati-hati,……


Sambil sesekali melirik Wanti. Merah wajahku rasanya, karena selama ini tdk pernah aku temukan orang yg bicara terbuka seperti itu,…


“E,…. E,….. ti,… ti,… dak kog,.. ini apa ya,…. Aku gelagapan. Dan serempak dua ibu tadi tertawa berbahak-bahak,…… Ah,… masa jeng Laras, lha wong sekarang fasilitas sudah banyak kog tdk dipergunakan, yach,… JUST FOR FUN saja kog, kalo habis yg dibuang to jangan dibawa pulang bungkusnya bisa bahaya ya jeng Wanti,”

“Iya lho Jeng Laras kita ini kan punya kelompok disini yg kadang bikin acara enjoy bersama dan tertutup sekali lho, tdk semua ibu boleh ikutan disini, Tak lihat jeng Laras mulai pertama ikut senam tdk pernah ada teman dan menyendiri, apa salahnya kalo bergabung dan menikmati menu baru kami.” Gila orang-orang ini Jeng Wanti pintar jg ngomong gituan, belum sempat aku berpikir dan menjawab mereka menyela lagi.

“Sudah lah jeng Laras ,…. Ikut aja rahasia pasti terjamin kok,.. dan yg penting ada menu baru tiap bertemu”. Sambil menarik tanganku menuju hall senam.  GACOR SLOT DOM88


                          Konsentrasiku bubar selama senam aku secara tdk sengaja hanyut oleh pikiran ibu-ibu, dan kebetulan pelatihku hari ini Bobi. Kuperhatikan seksama Bobi cukup keren jg Tongkrongannya bodinya bagus, otot-ototnya nampak menyembul, dan,…. Ayooo,… hap,… satu,… dua,… renggangkan kaki,… perintahnya. Dia menghadap peserta senam dan,… Alamak,… otot diantara kedua selangkangannya tertekan oleh baju senamnya nampak menyembul keras dan cukup panjang, aku jadi berpikiran yg bukan bukan, seandainya bisa kugenggam dan kulakukan seperti di video porno itu enak kali ya,…….Gila,… pikirku aku kok jadi gini.


Senam sudah usai, mobil merangkak pelan menuju garasi, kuhempaskan tubuhku diatas kasur, pikiranku berkecamuk membayangkan perkataan ibu-ibu tentang menu baru penuh rahasia tadi, tiba-tiba pikranku menerawang dan melintaslah bayangan Bobi dgn mesra aku merinding, Bobi seolah datang dan memelukku, tangannya mulai membelai punggung dan turun ke pantat. Diremasnya pelan dan kurasakan benda keras diantara selangkangannya menempel ketat dibaju senamku, aku kegelian, dan,….. Lambat namun pasti kurasakan tangannya mulai menyentuh dadaku yg kenyal, kurasakan pelintirannya membuat pentilku mulai kaku dan keras..


Aku mulai mengejang, tp tak dilepas tangannya didadaku bahkan mulai nakal, tangan kanannya berani menuju selangkanganku dikuaknya kuat-kuat celanaku sampai kudengar robekan kain Oh,……. Jari-jemarinya membelai lembut gumpalan daging lunak penuh bulu dan,… Mulutnya tak tinggal diam, Bobi mulai mengeluarkan lidaknya menjilati meqiku yg mulai basah,…. Aaaaaahhhhhhh,,,, Zzzzzzzt,….. aku tak kuat menahan, Bobi masih terus menjilat dan menjilat klentitku mulai kaku dan meqiku semakin basah dan,….


Kriiiinngggg,….. Krrriiiiingggg,…. Suara telepon berdering aku tertegun,…Gila cing aku bisa membayangkan dgn Bobi begitu hebaaat, badanku meriang rasanya dan satu lagi yg kurasakan basah diselangkanganku. Aku bangun bermalas-malasan dan kuangkat telepon.


”Hallo,…. Jeng Laras ada”,….. ” Ya sy sendiri, siapa ini ya,…”

”Aduh,…. Masak lupa sy Nana yg senam tadi,….. Wah sedang apa ini kog kayaknya malas-malasan saja,……..


Terasa sekali memang agak serak suaraku saat ini habis membayangkan dgn Bobi kering rasanya tenggorakkan.


“Oh,…. Tdk jeng ini lho sedang membersihkan rumah kacau balau gini, kalau jeng Nana sedang apa ini kok tumben telpon sy”

“Jeng Nana apa suami jeng nggak curiga,……..” Belum selesai aku bicara, Nana menimpali dgn amat berapi-api.


Malam larut aku sangat menginginkan hubungan intim malam ini, kucoba dekati suamiku dia sudah tertidur lelap tergambar kelelehan diwajahnya tp meqiku sudah mulai basah ingin dijenguk oleh kemaluan suamiku. Kucoba membangunkan dia, tp dia menolak dan hanya kekecewaan yg kudapat malam ini dan tanpa tersadar aku sudah terlelap.

Suasana hingar bingar ruang senam kembali kudengar dan kulihat sekeliling kembali bergerombol sekelompok ibu-ibu yg 3 hari kemarin mengajakku ikut dlm kelompoknya.


Senam kali ini aku benar-benar tdk konsentrasi dan bingung apa yg harus aku lakukan, hampir semua gerakanku tdk ada yg benar. Senam telah berakhir dan ibu-ibu mengajak menuju tempat yg telah disediakan, sebuah rumah yg cukup bagus dgn halam luas dibelakang terdapat kolam renang, aku membuka dgn kunci yg telah disediakan, dan kulihat ada 3 kamar yg tertutup setelah omong-omong sejenak, beberapa ibu masuk kamar mandi utk membersihkan diri tak lama kemudian mereka ada yg minta diri utk pulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terungkap Fakta Baru di Balik Pembunuhan Kacab Bank BUMN

  Jadi intinya... Rekonstruksi pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN MIP digelar dengan 17 tersangka. Rekonstruksi mengungkap penculikan MIP di...