Selasa, 13 Mei 2025

Komisi I DPR Sesalkan Petugas Salah Prediksi Ledakan Amunisi Garut hingga Tewaskan 13 Orang

 

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyampaikan belasungkawa atas insiden ledakan saat pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Ledakan yang terjadi Minggu (11/5/2025) tersebut menewaskan 13 orang, terdiri dari 4 anggota TNI dan 9 warga sipil.

“Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. DOMINO88 Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, husnul khotimah,” ujar TB Hasanuddin dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (12/5/2025).

Politikus PDI Perjuangan itu menilai, meskipun kegiatan pemusnahan telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP), tetap harus menjadi pembelajaran serius bagi semua pihak.

“Ke depannya, pembatasan wilayah harus dilakukan dengan pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah warga sipil berada di area berbahaya,” tegasnya.

Sebagai mantan perwira tinggi TNI, TB Hasanuddin menjelaskan bahwa amunisi yang diledakkan adalah amunisi kedaluwarsa yang sudah tidak stabil secara teknis. Ia mengungkapkan, tidak semua amunisi meledak secara serentak saat dimusnahkan.

“Amunisi kedaluwarsa itu tidak semuanya akan meledak serentak ketika diledakkan. Ada yang meledak langsung, tapi ada juga yang meledak belakangan karena sifatnya yang tidak lagi normal,” jelas purnawirawan jenderal bintang dua itu.

Menurutnya, ledakan susulan yang menimbulkan korban jiwa diduga akibat kesalahan prediksi petugas di lapangan.

“Ini akibat dari kesalahan prediksi petugas. Dikiranya satu ledakan cukup, ternyata ada amunisi yang meledak belakangan dan menimbulkan korban,” tambahnya.

TB Hasanuddin menekankan perlunya penyempurnaan prosedur pemusnahan amunisi, terutama yang telah kedaluwarsa, agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

TNI Bantah Ledakan Tidak Sesuai SOP

TNI Angkatan Darat (AD) menyatakan, proses peledakan amunisi kedaluwarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat telah sesuai dengan SOP. Lokasi yang dipakai pun jauh dari permukiman warga dan memang biasa digunakan sebagai titik disposal atau pemusnahan amunisi kedaluwarsa.

“Bahwa lahan yang digunakan untuk penghancuran amunisi afkir tersebut adalah lahan milik BKSDA Kabupaten Garut yang DOMINO88 sudah rutin digunakan untuk memusnahkan amunisi afkir, dan lokasinya jauh dari permukiman warga,” tutur Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana kepada wartawan, Senin (12/5/2025).

Wahyu mewakili jajaran TNI AD pun mengucapkan belasungkawa atas peristiwa ledakan dalam kegiatan pemusnahan amunisi tersebut, khususnya terhadap seluruh korban baik dari prajurit maupun sipil.

“Yang menjadi korban dalam musibah ini adalah prajurit-prajurit yang memiliki dedikasi yang tinggi, dan kami juga berduka cita, berbela sungkawa atas meninggalnya korban masyarakat sipil. Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mendoakan para korban dan semua keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata jenderal bintang satu TNI AD ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terungkap Fakta Baru di Balik Pembunuhan Kacab Bank BUMN

  Jadi intinya... Rekonstruksi pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN MIP digelar dengan 17 tersangka. Rekonstruksi mengungkap penculikan MIP di...