Rabu, 13 Agustus 2025

Heboh Anak SD di Sukabumi ke Sekolah Naik Sepeda Listrik, Ibunya Klarifikasi Begini

 

Sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah sekolah dasar (SD) mengendarai sepeda listrik di jalan raya di Kecamatan Baros, Kota Sukabumiviral di media sosial. Video tersebut memicu perdebatan publik dan kekhawatiran akan keselamatan anak di jalan raya. 

Menanggapi hal tersebut, orang tua siswa, Rini Rukmini, akhirnya menyampaikan permohonan maaf.

Dalam sebuah klarifikasi yang difasilitasi oleh pihak kepolisian dan kelurahan setempat, Rini Rukmini mengakui domino88 bahwa keputusan anaknya mengendarai sepeda listrik adalah murni kesalahannya. 

Ia menjelaskan bahwa pada tanggal 21 Juli 2025, ia meminta anaknya untuk membawa sepeda listrik ke sekolah agama karena terdesak waktu.

"Saya akui itu murni kesalahan saya. Saya yang meminta anak saya menggunakan itu karena ada hal mendesak," ujar Rini, Senin (4/8/2025). 

Rini menjelaskan, biasanya ia selalu mengantar dan menjemput anaknya. Namun, pada hari itu ia memiliki tugas lain yang tidak bisa ditinggalkan.

"Saya ingat betul tanggal 21 Juli 2025, pertama kalinya saya meminta anak saya untuk membawa sepeda listrik tersebut pulang dikarenakan memang sudah terdesak waktu untuk ke sekolah agama dan saya tidak bisa mengantar karena ada tugas lain di pekerjaan saya," jelasnya.

Rini menyadari bahwa alasannya tidak bisa dibenarkan dan mengakui sepenuhnya kesalahannya. Ia menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga bagi dirinya, keluarga, dan anaknya untuk lebih berhati-hati di masa depan.

"Apapun alasannya, mungkin itu tidak bisa dibenarkan karena memang itu murni salah untuk meminta seorang anak yang masih berusia sekolah dasar menggunakan sepeda listrik di jalan raya. Saya mengakui kesalahan saya itu dan saya jadikan ini sebuah pelajaran ke depan agar tidak terulang kembali," tambahnya.

Minta Maaf

Rini juga menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat luas yang telah dibuat gaduh oleh video tersebut. 

Ia berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua orang tua yang memiliki anak dan sepeda listrik agar tidak menggunakannya di jalan umum demi keselamatan anak-anak mereka.

"Saya meminta maaf kepada masyarakat luas yang sudah membuat gaduh dari video tersebut dan semoga video ini menjadi pembelajaran buat semua orang tua yang sudah memiliki anak dan memiliki sepeda listrik agar tidak digunakan di jalan umum atau di jalan raya demi keselamatan putra-putrinya," kata Rini.

Menanggapi kejadian ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, menyampaikan apresiasinya kepada Sat Lantas Polres Sukabumi yang telah responsif. 

Ia juga menekankan bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa terulang.

"Tentunya dikhawatirkan akan membahayakan dirinya dan pengendara lainnya di jalan raya. Ini juga tidak sesuai dengan peraturan terkait lalu lintas," kata Punjul.

Sebagai langkah preventif, Disdikbud Kota Sukabumi akan mengeluarkan surat edaran yang melarang penggunaan sepeda listrik bagi pelajar di lingkungan sekolah.

"Pertama, akan mengeluarkan surat edaran terkait dengan dilarangnya skuter listrik untuk dipakai ke sekolah, karena kekhawatiran terkait keselamatan maupun peraturan UU yang sampai saat ini belum diizinkan," tambahnya.

Surat edaran tersebut akan disosialisasikan ke pihak sekolah untuk diteruskan kepada para orang tua siswa. Disdikbud juga akan melakukan pengawasan agar aturan ini berjalan dengan baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terungkap Fakta Baru di Balik Pembunuhan Kacab Bank BUMN

  Jadi intinya... Rekonstruksi pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN MIP digelar dengan 17 tersangka. Rekonstruksi mengungkap penculikan MIP di...