- Mobil dinas/pribadi diserang massa demo DPR karena salah sangka.
- Anggota DPR gunakan mobil pribadi ikuti imbauan atau hindari ganjil-genap.
- Mobil ASN rusak parah, polisi buru pelaku perusakan dengan Pasal 170 KUHP.
Mobil-mobil dinas yang melintas di sekitar lokasi demo di DPR/MPR Jakarta Pusat pada Senin 25 Agustus 2025 kemarin, turut menjadi amukan massa.
Massa aksi mengira bahwa mobil berpelat merah hingga berpelat ZZH yang lewat merupakan milik anggota DPR.
di parkiran Nusantara I DPR mobil- mobil dom88 yang terparkir berpelat khusus DPR. Namun, di lobi tempat anggota Dewan biasa turun dari mobil, nampak beberapa anggota turun dari mobil pribadi berpelat sipil hari ini.
Salah satunya adalah anggota Komisi XII DPR Ramson Siagian terpantau menggunakan kendaraan berpelat sipil. Ia mengaku ada imbauan dari Sekretariat Jenderal DPR (Setjen DPR) terkait penggunaan pelat mobil sipil.
"Saya sih tadinya tetap aja pakai karena memang nggak ada masalah. Tapi karena diumumkan ya sudah kita ikut aja karena kita dulu juga pernah demonstran juga kan, malah menggerakkan juga dulu kalau soal itu kan," ujar Ramson, Selasa 26 Agustus 2025.
Ramson menilai dinamika saat demo oleh massa aksi adalah hal wajar yang harus bisa diterima anggota DPR.
"Itu memang seni dari dinamikanya lah dan DPR itu kan rumah rakyat, kalau di sini berbondong-bondong wajar, ini masih di depan. Kalau zamannya saya kan ini DPR RI sejak 1 Oktober 1999, tahun 2001, 2002 itu masuk ke sini (DPR)," kata dia.
Sebelumnya, Anggota Komisi V DPR Adian Napitupulu mengakui, tidak setiap hari menggunakan mobil dinas berpelat DPR. Ia menyebut lebih sering menggunakan mobil pribadi.
Gunakan Mobil Dinas Saat Ganjil Genap
Adian mengatakan, mobil dinas baru digunakan saat terkena ganjil-genap menuju DPR, sebab mobil plat DPR tidak terkena kebijakan tersebut. Menurut dia, tidak ada alasan khusus lain bagi dirinya maupun anggota lain yang juga menggunakan mobil pribadi.
"Enggak ada (alasan khusus), gue pake (pelatDPR) kalau ada ganjil-genap," kata Adian di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Diketahui, sebuah mobil Hyundai Palisade diduga milik Aparatur Sipil Negara (ASN) jadi sasaran amuk massa saat demo ricuh di DPR/MPR Jakarta Pusat pada Senin 25 Agustus 2025. Mobil yang dikemudikan BB rusak parah di bagian kaca dan bodi.
Korban diwakili oleh penasihat hukumnya telah membuat laporan ke Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan kronologi perusakan mobil tersebut.
Kejadian bermula saat korban yang mengendarai Hyundai Palisade hitam baru saja keluar dari DPR hendak ke kantornya. Tapi nahas, saat putar balik di bawah flyover dekat Senayan Park, puluhan pendemo mengadang.
"Dan melakukan perusakan secara bersama-sama terhadap mobil," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (26/8/2025).
Dia mengatakan massa demo ricuh langsung merusak mobil mewah itu menggunakan kayu, batu, dan tangan kosong. Hal itu membuat kaca depan pecah, bodi mobil rusak.
Usai kejadian itu, korban melalui kuasanya langsung melapor ke Polda Metro Jaya. Polisi kini memburu pelaku dengan jeratan Pasal 170 KUHP.
"Sedang dilakukan penyelidikan dan penyidikan," tandas dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar