- Kericuhan terjadi di sidang praperadilan Delpedro Cs di PN Jakarta Selatan.
- Polisi berusaha mengambil poster pengunjung, memicu adu mulut dan ketegangan.
- Kapolsek Pasar Minggu menyatakan tindakan sesuai SOP dan Perma No. 6 Tahun 2020.
Kericuhan mewarnai sidang putusan praperadilan empat aktivis, Delpedro Cs, yang dituding melakukan penghasutan saat unjuk rasa hingga berujung ricuh pada Agustus lalu. Sidang digelar di PN Jakarta Selatan pada Senin (27/10/2025).
Kericuhan beberapa detik tersebut sempat diabadikan lewat kamera ponsel dan rekaman video kemudian viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang polisi berpangkat melati satu bersitegang dengan pengunjung di luar ruang sidang.
Perwira itu tampak berusaha mengambil poster dan pamflet yang dibawa pengunjung. Aksinya mendapat protes keras, hingga terjadi adu mulut di depan pintu ruang sidang.
Beberapa pengunjung sempat menegur agar polisi tidak menyentuh atribut mereka. Ketegangan akhirnya mereda setelah perwira tersebut menjauh dari kerumunan.
Penjelasan Kapolsek Pasar Minggu
Belakangan diketahui, perwira polisi itu adalah Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela. Dia mengatakan, tidak bermaksud dom88 arogan, melainkan menjalankan prosedur pengamanan sesuai aturan pengadilan.
"Kita bukan arogan, itu kan SOP, kita menjalankan SOP. Pamdal enggak berani ambil, kita yang ambil. Kan enggak boleh bawa spanduk apa poster di persidangan, kapan sidangnya? Kita menjaga marwah persidangan," kata dia dalam keterangannya, Senin (27/10/2025).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar