Jumat, 13 Juni 2025

Amerika Serikat Unjuk Gigi di Indo Defence 2025, Tampilkan Teknologi Industri Pertahanan Canggih

 

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menunjukkan komitmen seriusnya dalam memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan, dengan menghadirkan 25 perusahaan industri pertahanannya di Indo Defence 2025.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Heather Merritt mengatakan, ajang berskala internasional ini dapat terwujud atas kerja keras Kallman Worldwide sebagai pihak yang menggandeng puluhan perusahaan AS tersebut USA Partnership Pavilion.

"Kami mengapresiasi atas upaya mereka menghadirkan ruang bagi perusahaan-perusahaan AS untuk menampilkan produk dan teknologi canggih kelas dunia dalam industri pertahanan dalam pameran Indo Defence," kata Heather kepada awak media di Hall A JiExpo Kemayoran, Rabu (11/6/2025).

Heather menegaskan, hadirnya puluhan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat di Indo Defence menjadi wujud keseriusan Negeri Paman Sam untuk terus memperkuat kemitraan strategisnya dengan Indonesia.

Tidak hanya di bidang pertahanan tetapi juga dalam pengembangan teknologi lain di masa depan.

Wanita yang pernah menjabat sebagai wakil asisten menteri luar negeri AS di bidang hukum menyebut, Indo Defence adalah ajang penting yang memungkinkan terjalinnya komunikasi dan potensi kerja sama antara pelaku industri pertahanan domino88 Amerika Serikat dengan para pemangku kepentingan di Indonesia.

"Saya berharap interaksi selama beberapa hari ke depan akan membuka jalan bagi kolaborasi nyata dalam mendukung kebutuhan pertahanan dan keamanan Indonesia," harap Heather.

Heather percaya, kerja sama strategis antara kedua negara tidak hanya melibatkan sektor militer, tetapi juga meluas ke bidang penerbangan sipil, keamanan siber, serta industri strategis lainnya. Salah satu contohnya, PT Dirgantara Indonesia yang melakukan transfer teknologi berupa pelatihan operasional dan juga perawatan dan perbaikan armada pesawat sipil dan militer.

Diketahui, maskapai nasional Garuda Indonesia dan TNI Angkatan Udara tercatat mengoperasikan berbagai pesawat buatan AS seperti Boeing 737 dan Lockheed Martin C-130J yang juga hadir dalam pameran dalam Indo Defence tahun ini.

Heather menambahkan, militer Indonesia dan AS memiliki suatu bentuk kerja sama dalam bentuk latihan gabungan, Super Garuda Shield. Hal ini menjadi simbol kolaborasi militer Indonesia-AS yang semakin erat.

"Latihan ini memperkuat interoperabilitas dan kesiapan tempur antara kedua negara, serta memainkan peran penting dalam memastikan stabilitas kawasan Indo-Pasifik,” yakin Heather.

Dalam konteks Indo-Pasifik yang strategis, dengan hampir 50 persen perdagangan dunia melintasi wilayah ini, kemitraan AS-Indonesia dinilai sangat penting bagi keamanan dan pertumbuhan ekonomi global.

Tidak lupa, Heather menyinggung soal visi Indonesia Emas 2045 yang menjadi tujuan dari Pemerintahan Presiden Prabowo.

Dia memastikan, Amerika Serikat mendukung penuh hal tersebut, khususnya dalam hal transformasi digital dan keamanan siber melalui teknologi masa depan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan solusi inovatif lainnya.

"Amerika Serikat siap menjadi mitra utama Indonesia dalam mendukung upaya modernisasi pertahanan dan keamanan yang inklusif dan berkelanjutan,”* dia menandasi.

Indo Defence merupakan Pameran alutsista yang diyakini terbesar se-Asia Tengara (ASEAN). Acara ini berlangsung pada 11 Juni dan akan berakhir pada 14 Juni 2025. Khusus untuk tanggal 11-13 Juni, acara dibuka untuk tamu undangan.

Publik secara umum baru dibolehkan untuk hadir pada hari terakhir, Sabtu 14 Juni 2025 dengan terlebih dulu membeli tiket seharga Rp 50 ribu per orang via BBO yang dapat diunduh di Playstore dan App Store.

Diketahui, beberapa perusahaan industri pertahanan asal AS yang hadir di Indo Defence tahun ini adalah, Leonardo DRS sebuah perusahaan asal Virginia, kemudian L3Harris Technologies asal Florida, GE Aerospace sebuah perushaan provider jet dan mesin tubo asal Ohio, perushaan pesawat Boeing dan Lockheed Martin.

Turut hadir dalam pameran hari ini di USA Partnership Pavilion, Komandan Garda Nasional Angkatan Darat Hawai'i Brigadir Jenderal Tyson Y. Tahara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terungkap Fakta Baru di Balik Pembunuhan Kacab Bank BUMN

  Jadi intinya... Rekonstruksi pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN MIP digelar dengan 17 tersangka. Rekonstruksi mengungkap penculikan MIP di...