- DJ Panda hadiri pengajian Gus Iqdam di Blitar untuk mencari ketenangan di tengah masalah pribadi.
- Kehadiran DJ Panda, yang non-Muslim, mengejutkan jemaah namun disambut terbuka oleh Gus Iqdam.
- Gus Iqdam mengapresiasi Dom88 profesionalisme DJ Panda dan keputusannya tidak mengonsumsi alkohol.
Giovanni Surya Saputra, yang dikenal luas sebagai DJ Panda, baru-baru ini mencuri perhatian setelah kemunculannya dalam sebuah pengajian. Momen tak terduga ini terjadi di Markas Pusat Majelis Ta'lim Sabilu Taubah, Blitar, Jawa Timur, yang dipimpin oleh Gus Iqdam.
Kehadiran DJ Panda di acara keagamaan ini sontak memicu beragam reaksi, mengingat latar belakangnya sebagai seorang DJ yang kerap berinteraksi dengan dunia hiburan malam. Video dan foto-foto kehadirannya dengan cepat menyebar di media sosial.
Pengajian yang dihadirinya pada Senin, 11 Agustus 2025, menjadi sorotan utama karena DJ Panda diketahui bukan seorang Muslim dan kerap mengenakan kalung salib. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa ia memutuskan untuk menghadiri acara tersebut, terutama di tengah isu pribadi yang sedang dihadapinya.
Gus Iqdam sendiri menyambut DJ Panda dengan tangan terbuka, menegaskan bahwa majelisnya terbuka bagi siapa saja yang ingin mencari ketenangan atau belajar. Interaksi antara keduanya, termasuk candaan ringan dari Gus Iqdam, menambah keunikan momen ini dan menuai pujian atas sikap toleransi yang ditunjukkan.
Berikut potretnya yang dirangkum Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (13/8/2025).
1. Kehadiran DJ Panda Mencari Ketenangan
Kehadiran DJ Panda di pengajian Gus Iqdam bukan tanpa alasan. Pria bernama asli Giovanni Surya Saputra ini datang dengan tujuan utama mencari ketenangan batin.
Ia mengaku sedang menghadapi permasalahan pribadi, terutama terkait kasus dengan mantan kekasihnya, Erika Carlina, yang sedang menjadi perbincangan hangat. Pengajian ini diharapkan menjadi oase di tengah badai persoalan yang menderanya.
Selain itu, DJ Panda juga datang karena ajakan dari kerabatnya, yang ia sebut sebagai "Pakde". Kerabatnya tersebut memang kerap mengikuti pengajian Sabilu Taubah, sehingga ia merasa nyaman untuk turut serta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar