siswi SMAN 14 Makassar, dipercaya mengemban posisi Pembawa Baki dalam penurunan bendera pusaka Merah Putih. Dia resmi menjadi bagian dari Formasi Tim Penurunan Sang Merah Putih 'Indonesia Bersatu' pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) di Istana Negara, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2025.
Lahir di Makassar pada 1 Oktober 2008, Aliah merupakan putri dari pasangan Djabbar B dan Azmach Febriany. Selain aktif di kegiatan Paskibra, gadis ini juga memiliki hobi menari.
Aliah dan lima rekannya ditunjuk sebagai perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan. Mereka bertolak ke DKI Jakarta pada Rabu, 25 Juni 2025, untuk mengikuti verifikasi calon Paskibraka Nasional 2025.
"Rabu, 25 Juni 2025 tentunya bukan hanya hari biasa, tetapi juga menjadi titik penentu masa depan kami," tulis Aliah di akun Instagram pribadinya, @aliah_sakira, dikutip Minggu.
Aliah, menambahkan,"Saat ini, kami bukan hanya membawa nama sekolah ataupun kabupaten/kota kami masing-masing, tetapi kami berenam siap membawa nama baik Sulawesi Selatan di tingkat pusat."
Dalam unggahan itu, Paskibraka Aliah juga memohon doa dom88 agar dapat memberikan yang terbaik bagi provinsinya.
"Dengan penuh kerendahan hati, saya, Aliah Sakira dari Kota Makassar sebagai utusan Provinsi Sulawesi Selatan, memohon doa dari teman-teman sekalian. Siapapun yang terpilih nantinya, itulah yang terbaik bagi Sulawesi Selatan," tulisnya.
Aliah adalah Satu dari 76 Paskibraka Terpilih
Doa orangtua dan kerabat pun terkabul. Aliah, bersama Nadhif Infanteri Ibha dari Kabupaten Gowa, akhirnya terpilih menjadi putra-putri Paskibraka yang mewakili Sulawesi Selatan.
Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia ditandai dengan Upacara Detik-Detik Proklamasi di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2025, pukul 10.00 WIB. Upacara ini menjadi momentum sakral untuk mengenang detik-detik bersejarah Proklamasi Kemerdekaan.
Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat telah siap melaksanakan tugas mulia sebagai pengibar Sang Saka Merah Putih.
Aliah termasuk satu dari 76 putra-putri terbaik yang lolos seleksi tingkat pusat. Mereka dibagi menjadi dua formasi utama: Tim Indonesia Berdaulat, yang bertugas pada upacara pengibaran bendera pagi hari, dan Tim Indonesia Bersatu, yang bertugas pada penurunan bendera sore hari.
Masing-masing formasi memiliki komposisi pasukan 17, 8, dan 45 orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar