- Pesawat FASI jatuh di Ciampea, Bogor, sebabkan satu korban jiwa.
- Marsma Fajar Adriyanto meninggal, kopilot Roni Ahmad selamat kritis.
- Investigasi penyebab kecelakaan masih berlangsung oleh pihak berwenang.
Insiden tragis terjadi pada Minggu pagi, 3 Agustus 2025, ketika sebuah pesawat latih ringan milik Federasi Aero Sport Indonesia domino88 (FASI) jatuh di kawasan pemukiman warga, tepatnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astana, Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Kecelakaan ini menewaskan Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto yang menjadi pilot pesawat tersebut.Kronologi Jatuhnya Pesawat Latih TNI di Ciampea
Pesawat tipe Microlight Fixed‑Wing Quicksilver GT500 dengan nomor registrasi PK‑S126 itu diterbangkan oleh Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto dan seorang kopilot bernama Roni Ahmad. Pesawat lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja pada pukul 09.08 WIB untuk misi latihan profisiensi. Namun, hanya 11 menit kemudian, tepat pukul 09.19 WIB, pesawat hilang kontak dan tak lama kemudian ditemukan dalam kondisi hancur di pemakaman umum.
Warga yang berada di sekitar lokasi sempat melihat pesawat melayang miring dalam kecepatan rendah sebelum terdengar suara ledakan kecil, lalu pesawat menukik ke tanah. Tim darurat gabungan dari TNI AU dan aparat sipil segera diterjunkan untuk melakukan evakuasi di lokasi kejadian.
Upaya Evakuasi dan Kondisi Korban
Marsma Fajar Adriyanto dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. M. Hassan Toto tak lama setelah dievakuasi dari reruntuhan pesawat. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Sementara itu, kopilot Roni Ahmad berhasil selamat setelah melewati masa kritis. Setelah menjalani perawatan intensif, ia dikabarkan sudah siuman meskipun belum dapat berbicara banyak. Proses evakuasi berjalan lancar dan warga sekitar juga turut membantu pengamanan lokasi hingga tim militer mengambil alih.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma I Nyoman Suadnyana, menyampaikan duka cita mendalam dan menyatakan bahwa institusinya telah mengambil langkah-langkah resmi untuk penanganan korban serta investigasi menyeluruh terhadap kecelakaan ini.
Status Pesawat dan Langkah Investigasi TNI AU
TNI AU menegaskan bahwa pesawat latih yang digunakan dalam insiden ini dalam kondisi laik terbang dan telah memiliki Surat Izin Terbang resmi dengan nomor SIT/1484/VIII/2025. Penerbangan yang dijalankan Marsma Fajar adalah bagian dari latihan rutin dan merupakan sortie kedua pada hari itu. Tidak ditemukan indikasi gangguan teknis sebelum lepas landas. Kendati demikian, investigasi lebih lanjut tetap dilakukan secara menyeluruh, baik oleh tim internal TNI AU maupun pihak independen yang memiliki kapasitas dalam analisis kecelakaan penerbangan.
Fokus penyelidikan saat ini adalah mencari kemungkinan penyebab insiden, apakah berasal dari faktor teknis, kondisi cuaca, atau aspek human error. Tim investigasi telah mengamankan puing-puing pesawat dan data rekaman komunikasi sebelum pesawat hilang kontak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar