Kasus dugaan intimidasi dokter baru-baru ini viral di media sosial. Dalam video yang tersebar di berbagai platform, peristiwa ini terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Video viral tersebut memperlihatkan domino88 seorang pria, yang merupakan keluarga pasien, marah-marah kepada dokter spesialis penyakit dalam, dr. Syahpri Putra Wangsa, Sp.PD, K-GH, FINASIM. Kemarahan ini diduga dipicu oleh pelayanan yang dianggap lambat serta kondisi ruangan yang tidak sesuai ekspektasi keluarga pasien.
"Ibu saya ini tiap hari disuruh tunggu dahak. Kita sewa ruangan VIP ini untuk pelayanan yang bagus, yang layak, bukan sekadar suruh nunggu. Ini nyawa, ini emak saya. Jangan kamu kayak kesannya main-main, berdalih nunggu air ludah (dahak). Saya minta tindakan yang pasti," ujar pria tersebut sambil merekam sosok dokter Syahpri, mengutip video viral yang diunggah ulang akun TikTok @kawesusu pada Kamis, 14 Agustus 2025.
Dengan kata lain, pria itu tidak mau menunggu lebih lama untuk prosedur pemeriksaan. Dia menegaskan bahwa sudah membayar untuk ruang VIP dan menginginkan tindakan cepat tanpa menunggu hasil tes dahak.
Situasi kian memanas ketika pria lain yang ada di lokasi membuka masker dokter secara paksa dan memaksanya memberi penjelasan. Tindakan ini menambah sorotan publik terhadap dugaan intimidasi dokter Sekayu yang kini ramai diperbincangkan di dunia maya.
Dalam keadaan tertekan, Syahpri berupaya untuk tetap tenang dan menjelaskan prosedur yang dilakukan pada pasien.
"Ibu ini masuk RS dengan kondisi tidak sadar, akibat hipoglikemi atau gula darah sangat rendah. Tekanan darahnya tidak terkontrol, kemudian kita lakukan pemeriksaan, dilakukan rontgen dan didapatkan adanya infiltrate atau gambaran bercak di paru-paru kanan, gambaran khas dari TBC," kata Syahpri.
Guna memastikan bahwa itu benar-benar penyakit TBC, Syahpri pun perlu memeriksa dahak pasien. Sayangnya, dalam proses menunggu dahak, keluarga atau anak pasien enggan menunggu lebih lama lagi dan ingin penanganan segera.
Pria itu tidak menjelaskan proses menunggunya memakan waktu berapa lama, tapi ia sempat menyebut 'berhari-hari'. Pria itu pun menganggap bahwa dahak adalah air liur yang bisa diambil kapanpun tanpa ditunggu.
Padahal, menurut Syahpri, dahak berbeda dengan air liur, dan pemeriksaan TBC memang harus menggunakan dahak agar diketahui secara pasti.
"Nunggu dahak, kasih obat-obatan untuk menguji ke laboratorium, kita harus cek dahaknya, itu cara pemeriksaan pastinya," kata Syahpri.
Dalam detik-detik terakhir video, anak pasien sempat melontarkan kata-kata ancaman terhadap dokter.
"Urus balik, kalau masih mau hidup urus balik ibu saya," ujar pria di balik kamera itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar