Jumat, 21 November 2025

Terungkap Fakta Baru di Balik Pembunuhan Kacab Bank BUMN

 

Jadi intinya...

  • Rekonstruksi pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN MIP digelar dengan 17 tersangka.
  • Rekonstruksi mengungkap penculikan MIP direncanakan matang, melibatkan oknum TNI.
  • Keluarga korban menuntut penerapan pasal pembunuhan berencana bagi para pelaku.

    Kasus penculikan dan 
    pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN, kini memasuki babak baru. Polisi telah menggelar rekonstruksi pembunuhan MIP di depan Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, pada Senin 17 November 2025.

Dalam rekonstruksi ini, 17 tersangka baik warga sipil maupun oknum TNI dihadirkan secara langsung dengan mengenakan baju tahanan. Mereka memperagakan adegan demi adegan sesuai peran masing-masing, dengan dipandu penyidik Iptu Tugianto.

Jaksa, Polisi Militer, dan sejumlah instansi terkait dom88 mengawasi jalannya rekonstruksi untuk memastikan seluruh rangkaian perbuatan para pelaku tergambar dengan jelas. Sementara itu, pihak keluarga Kepala Cabang Bank juga turut hadir menyaksikan proses rekonstruksi secara langsung.

Terungkap Fakta Baru

Dari proses rekonstruksi ini, terungkap fakta baru bahwa penculikan MIP dilakukan secara matang. Rangkaian aksi mereka, mulai dari persiapan, eksekusi, hingga berakhir di tanah kosong Bekasi.

Aksi ini berawal ketika Erasmus Wawo dan kelompoknya berkumpul di sebuah warung kopi. Saat itu, mereka sepakat melancarkan penculikan terhadap kepala cabang bank yang telah lama menjadi target mereka.

Dari sinilah Kopda Feri Herianto, menyerahkan uang Rp 350 ribu kepada Reviando Aquinas Handi untuk membeli perlengkapan seperti lakban, handuk kecil, masker, serta beberapa bungkus rokok.

Setelah persiapan rampung, lima orang yaitu Erasmus Wawo, Andre Tomatala, Johannes Ronald Sebenan, Emanuel Woda Bertho, Reviando Aquinas Handi berangkat dengan Avanza putih.

Kopda Feri Herianto memilih menggunakan Calya bersama Serka Frengky Yaru. Dua mobil itu menuju Lotte Mart, mobil Feri di depan, Avanza di belakang.

Dalam perjalanan, Avanza sempat berhenti. Erasmus Wawo turun dan menutup dua digit pelat nomor mobil dengan lakban hitam.

Setelah rapi, rombongan melanjutkan perjalanan. Setiba di lokasi, Emanuel Woda Bertho melakukan tapping masuk parkiran. Tak lama, Ertiga hitam milik korban ikut masuk dan terparkir.

Avanza putih menunggu di belakang mobil korban. Saat MIP muncul dan menuju kendaraannya, Kopda Feri Herianto mengabari Erasmus Wawo target sudah tiba.

Erasmus Wawo dan Andre Tomatala segera turun, langsung memaksa korban masuk ke Avanza.

Korban Meronta dan Sempat Minta Tolong

Korban kemudian meronta, namun Reviando Aquinas Handi menarik kerah bajunya, sementara Andre Tomatala memegang tubuh sebelah kiri korban dan Erasmus Wawo menutup mata serta mulut korban dengan lakban.

Begitu mobil bergerak, Erasmus Wawo melapor ke Kopda Feri Herianto korban berhasil diambil.

Dalam perjalanan melewati depan Kodam Jaya, korban kembali berontak. Erasmus Wawo menahan dan memukul paha korban tiga kali, kemudian menghantam jidat korban sambil mengancam.

Tak lama setelah itu, korban kembali didesak dengan lututnya. Erasmus Wawo menghubungi Kopda Feri Herianto dan sepakat bertemu di Kemayoran.

Di titik pertemuan, Avanza bertemu Fortuner hitam yang dikemudikan Umri dan berisi Johanes Joko serta Mochamad Nasir.

Nasir sempat meminta agar korban dipindahkan setelah mutar-mutar dulu ke Tanjung Priok, namun Erasmus Wawo menolak karena semakin lama korban ditahan, semakin berisiko.

Tangan korban kemudian diikat. Erasmus Wawo memanggil Johanes Joko untuk membantu memindahkan korban ke Fortuner. Saat itu korban sempat berteriak “Tolong, ini penculikan,” namun mulutnya kembali ditutup. Paha korban ditendang dua kali sebelum pintu mobil ditutup.

Setelah pemindahan, Kopda Feri Herianto menyerahkan uang Rp 45 juta kepada Erasmus Wawo sebagai bayaran atas penculikan tersebut. Uang itu kemudian dibagi kepada lima anggota yang terlibat langsung.

Kamis, 20 November 2025

Geledah Kantor Pemda di Flores Timur, Jaksa Temukan Ribuan Nota Fiktif hingga Duit Rp 30 Juta

 

Negeri Flores Timur tengah melakukan penyelidikan dugaan korupsi penggunaan anggaran di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD).

Untuk mengungkap kasus itu, penyidik Kejari Flotim melakukan penggeledahan di kantor tersebut pada Jumat, 14 November 2025.

Kasi Pidsus Kejari Flotim, Samuel dom88 Tamba mengatakan, penggeledahan ini merupakan bagian dari rangkaian penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan anggaran BKPSDMD tahun anggaran 2023–2025.

Menurutnya, tindakan ini diambil untuk mengamankan berbagai dokumen dan barang bukti yang relevan, terutama terkait dugaan manipulasi dokumen pertanggungjawaban keuangan berupa nota-nota belanja dalam pelaksanaan anggaran.

Modus ini diduga kuat digunakan untuk menyamarkan penggunaan anggaran secara tidak sah.

Dalam proses penggeledahan, penyidik berhasil mengamankan sejumlah dokumen penting yang sebelumnya diduga disembunyikan oleh pihak-pihak tertentu.

Barang bukti yang diamankan meliputi nota-nota kosong dari beberapa toko di Larantuka, Kupang, hingga Jakarta, yang diduga digunakan untuk membuat pertanggungjawaban fiktif.

Ia menjelaskan, sejumlah bukti diyakini sempat disembunyikan oleh oknum tertentu guna menutupi peran mereka dalam tindak pidana tersebut.

"Tindakan ini merupakan langkah penting untuk mengungkap aliran dana, penggunaan anggaran, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab," ujarnya.

Nota Kosong

Dari hasil penggeledahan, Tim Penyidik Kejari Flores Timur berhasil menemukan dan mengamankan bukti-bukti yang sebelumnya disembunyikan. Bukti-bukti tersebut kini telah dilakukan penyitaan untuk mendukung proses pembuktian dalam persidangan.

Ia menambahkan, dugaan tindak pidana yang terjadi meliputi manipulasi dokumen keuangan dan penggunaan anggaran secara tidak sah yang mengarah pada tindak pidana korupsi.

"Total 1.297 barang bukti yang disita, terdiri dari dokumen-dokumen pengelolaan anggaran, nota-nota kosong dari sejumlah toko, catatan penggunaan hasil penyalahgunaan anggaran dan Uang tunai sebesar Rp30 juta," tutupnya.

Barang bukti tersebut kini diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut sebagai langkah penegakan hukum yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Rabu, 19 November 2025

Batal Kencan dengan PSK Karena Wajah Beda dengan Foto, Pria Ini Ngamuk Aniaya Temannya

 

Seorang pria inisial AH (28) yang berprofesi sebagai tukang parkir dan tinggal di Jalan Petukangan, Surabaya, membacok pemuda dom88 HD (25) warga Jalan Kapas Madya, Kecamatan Tambaksari, Kota Pahlawan, pada Sabtu 8 November kemarin, sekitar pukul 00.53 WIB.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Iptu Suroto menceritakan, insiden tersebut berawal saat pelaku AH mengenal seorang perempuan Pekerja Seks Komersil (PSK) bernama SA, melalui aplikasi kencan daring, Michat, pada akhir September lalu.

"Tersangka AH sempat membuat janji bertemu di Hotel Djagalan Surabaya, dan telah terjadi kesepakatan transaksi sejumlah uang. Namun, ketika berhadapan langsung, AH merasa kecewa. Ia menilai wajah perempuan itu jauh berbeda dari foto yang dikirim di aplikasi," ujarnya, Jumat (14/11).

Iptu Suroto mengatakan, tersangka AH merasa tertipu dan membatalkan kencannya. Namun, dia memberikan uang Rp 150 ribu kepada SA sebagai ganti rugi dan langsung meninggalkan kamar.

Di tengah perjalanan turun dari hotel, lanjut Iptu Suroto, tersangka AH berpapasan dengan korban HD. Tanpa alasan yang jelas, HD tiba-tiba menegur AH.

"Pertemuan singkat yang sarat ketegangan itu, meski tampak sepele, rupanya menorehkan luka dendam yang mendalam di hati tersangka AH," ucap Iptu Suroto.

Iptu Suroto melanjutkan, dendam yang terpendam itu akhirnya meledak beberapa minggu kemudian. Tepat pada Sabtu (8/11) malam. Tersangka AH kembali mendatangi Hotel Djagalan dan berpapasan dengan korban dom88 HD, ketegangan lama kembali mencuat.

Tersangka AH kemudian pergi sejenak untuk mengantar teman perempuannya ke tempat hiburan malam. Namun, ia kembali dengan membawa rencana jahat.

"AH pulang ke rumahnya untuk mengambil celurit, senjata tajam yang akan ia gunakan untuk melampiaskan sakit hatinya. Setelah mempersenjatai diri, ia menghubungi kakaknya, AZ serta dua temannya, AK alias Endek dan MAS," ujar Iptu Suroto.

Buat Perhitungan

Melalui percakapan telepon, kata Iptu Suroto, tersangka AH menyampaikan niatnya yang gelap dengan nada penuh amarah. "AH menghubungi mereka dan mengatakan bahwa ia akan membuat perhitungan dengan seseorang," ucap Iptu Suroto.

Setibanya di lokasi, kata Iptu Suroto, mereka berempat langsung mencari DH. Pelaku AZ menjadi pertama yang menyerang korban.

"Pelaku AZ menyeret HD ke lorong hotel dan menghajarnya dengan tangan kosong. Kepala korban dibenturkan ke tembok hingga terjatuh tak berdaya," ujar Iptu Suroto.

Melihat korban sudah terkapar, kata Iptu Suroto, tersangka AH datang menghampiri. Dengan brutal, ia mengayunkan celurit berkali-kali ke tubuh korban.

"Korban HD mengalami luka bacok serius di pinggang kiri, luka di leher bagian bawah telinga kiri, serta luka sayatan di punggung," ucapnya.

Iptu Suroto menyebut, para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korban yang bersimbah darah tak berdaya.

Polisi langsung bertindak responsif. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi dilakukan segera.

"Dari hasil kerja keras tim penyidik, satu pelaku utama yaitu AH berhasil diamankan," ujar Iptu Suroto.

Sementara itu, lanjut Iptu Suroto, tiga pelaku lainnya, termasuk kakak kandung tersangka AH, masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Kami mengapresiasi kerja cepat tim di lapangan. Satu pelaku utama sudah kami amankan dan saat ini kami terus melakukan pengejaran terhadap tiga pelaku lainnya yang sudah masuk DPO," ucapnya.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti penting dari lokasi kejadian, termasuk satu kaos hitam, satu helm putih merek KYT, dan yang paling krusial, satu bilah celurit yang digunakan pelaku untuk melukai korban secara keji.

"Atas perbuatannya, tersangka AH dijerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 170 KUHPidana tentang pengeroyokan dan Pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan berat, juncto Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata tajam tanpa izin," ujar Iptu Suroto.

Selasa, 18 November 2025

Longsor Cilacap: Kerahkan Anjing Pelacak, Tim SAR Temukan Jenazah Bocah 6 Tahun

 

Tim SAR gabungan kembali dom88 menemukan satu korban meninggal dunia dalam Ops SAR hari ketiga bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (15/11/2025). Jenazah teridentifikasi bernama Muhamad Hafiz (6), warga setempat yang sebelumnya dilaporkan hilang usai longsor.

Kepala Kantor SAR Cilacap, M Abdullah mengatakan korban longsor Cilacap itu ditemukan sekitar 10.06 WIB, setelah upaya penyisiran intensif sejak pagi hari. Korban ditemukan di sektor pencarian Worksite A-2, area yang sejak awal diduga menjadi titik tertimbun material longsor.

Dia menjelaskan, Kondisi medan yang penuh material tebal memaksa tim SAR menggunakan alat berat ekskavator untuk mempermudah proses evakuasi.

"Setelah jenazah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Majenang untuk proses identifikasi lanjutan," kata Abdullah.

Kerahkan 9 Anjing Pelacak dan 9 Alat Berat

Sementara, pada hari ketiga Ops SAR bencana longsor Desa Cibeunying, Tim SAR Gabungan mengerahkan anjing pelacak. Adapun personel SAR terdiri dari gabungan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat, Sabtu (15/11/2025).

"Sebanyak 9 anjing pelacak dari Kantor SAR Cilacap dan Polda Jateng dan 9 alat berat diterjunkan guna membantu proses pencarian di lapangan," kata Muhamad Abdullah.

Dalam pelaksanaannya, operasi SAR dibagi ke lima sektor pencarian. Worksite A-1 menyasar tiga orang yang masih hilang, Worksite A-2 sebanyak tujuh orang, Worksite A-3 empat orang, serta Worksite B-1 dan B-2 masing-masing empat dan dua orang dalam pencarian. Pembagian ini dilakukan untuk mempercepat proses penemuan korban yang diduga tertimbun material longsor.

Dengan ditemukannya jenazah korban keempat, kini Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian 19 korban yang dilaporkan tertimbun.

Senin, 17 November 2025

Portal Satu Data Jakarta Diluncurkan, Pramono: Keputusan Publik Kini Harus Berbasis Data

 

Jadi intinya...

  • Gubernur DKI meluncurkan Portal Satu Data Jakarta pada 11 November 2025.
  • Portal ini bertujuan mempercepat keputusan berbasis data dan layanan publik.
  • Kolaborasi BPS dan BSSN menjamin keandalan serta keamanan data publik.

    Gubernur DKI Jakarta 
    Pramono Anung resmi meluncurkan Portal Satu Data Jakarta di Gedung AA Maramis, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Kementerian Keuangan RI, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025).

Peluncuran portal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Badan Pusat Statistik (BPS) RI terkait pengembangan statistik sektoral dan penerapan Satu Data Indonesia, serta kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memperkuat keamanan pengelolaan data publik.

"Jakarta harus terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan publik. Penguatan ekosistem digital adalah kunci agar Jakarta mampu bersaing dengan kota besar dunia, bukan hanya dari sisi infrastruktur, tapi juga dari budaya kerja yang inovatif dan berbasis data,” ujar Pramono.

Gubernur Pramono menegaskan, kehadiran Portal Satu Data Jakarta menjadi langkah penting dalam mempercepat pengambilan keputusan yang lebih presisi dan berbasis data aktual.

Ia berharap, platform ini membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas dalam proses pembangunan kota.

“Portal ini diharapkan menjadi terobosan penting agar setiap proses pembangunan didukung data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi. Dengan begitu, kebijakan publik bisa dirumuskan lebih presisi dan layanan publik lebih responsif terhadap kebutuhan warga,” jelasnya.

Menurutnya, transformasi digital Pemprov DKI Jakarta harus bertumpu pada dua hal utama, yaitu keandalan data dan keamanan data. Karena itu, kolaborasi dengan BPS dan BSSN dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan pengelolaan data publik Jakarta sesuai standar nasional.

“Kerja sama ini menjadikan Portal Satu Data Jakarta bukan hanya sumber informasi yang kaya, tetapi juga platform data yang aman dan kredibel,” kata Pramono.

Tonggak Budaya Baru dalam Pengelolaan Data

Pramono juga mengajak seluruh jajaran Pemprov DKI dan masyarakat untuk menjadikan peluncuran portal ini sebagai tonggak budaya baru dalam tata kelola data.

“Kini saatnya data menjadi dasar utama setiap pengambilan keputusan. Semoga langkah ini menjadi pijakan kuat dom88 bagi Jakarta untuk terus tumbuh sebagai kota global yang inklusif, inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ucapnya.

Saat ini, Portal Satu Data Jakarta telah menghimpun 4.795 set data dari 53 organisasi, terdiri atas 51 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 2 lembaga lainnya, mencakup 30 topik strategis seperti kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, dan sektor lainnya.

Seluruh data dikategorikan dalam 22 bidang sektoral yang dikelola lintas perangkat daerah.

Minggu, 16 November 2025

Fakta di Balik Video Viral Kapolsek Pasar Minggu Bersitegang dengan Pengunjung Saat Praperadilan Delpedro Cs

 

Jadi intinya...

  • Kericuhan terjadi di sidang praperadilan Delpedro Cs di PN Jakarta Selatan.
  • Polisi berusaha mengambil poster pengunjung, memicu adu mulut dan ketegangan.
  • Kapolsek Pasar Minggu menyatakan tindakan sesuai SOP dan Perma No. 6 Tahun 2020.

    Kericuhan mewarnai sidang putusan praperadilan empat aktivis, 
    Delpedro Cs, yang dituding melakukan penghasutan saat unjuk rasa hingga berujung ricuh pada Agustus lalu. Sidang digelar di PN Jakarta Selatan pada Senin (27/10/2025).

Kericuhan beberapa detik tersebut sempat diabadikan lewat kamera ponsel dan rekaman video kemudian viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang polisi berpangkat melati satu bersitegang dengan pengunjung di luar ruang sidang.

Perwira itu tampak berusaha mengambil poster dan pamflet yang dibawa pengunjung. Aksinya mendapat protes keras, hingga terjadi adu mulut di depan pintu ruang sidang.

Beberapa pengunjung sempat menegur agar polisi tidak menyentuh atribut mereka. Ketegangan akhirnya mereda setelah perwira tersebut menjauh dari kerumunan.

Penjelasan Kapolsek Pasar Minggu

Belakangan diketahui, perwira polisi itu adalah Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela. Dia mengatakan, tidak bermaksud dom88 arogan, melainkan menjalankan prosedur pengamanan sesuai aturan pengadilan.

"Kita bukan arogan, itu kan SOP, kita menjalankan SOP. Pamdal enggak berani ambil, kita yang ambil. Kan enggak boleh bawa spanduk apa poster di persidangan, kapan sidangnya? Kita menjaga marwah persidangan," kata dia dalam keterangannya, Senin (27/10/2025).

Sabtu, 15 November 2025

Balita Bilqis Dijual ke Suku Anak Dalam di Jambi Seharga Rp 80 Juta

 

Fakta baru terungkap dalam kasus hilangnya balita asal Kota Makassar bernama Bilqis. Korban dijual oleh dua pelaku perdagangan anak ke kelompok Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Mentawak Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi seharga Rp 80 juta.

"Korban ditemukan dalam kondisi selamat, pihak yang terlibat tengah diperiksa," kata Kepala Saksi Humas Polres Kerinci Iptu DS Sitinjak. Dikutip dari Antara, Minggu (9/11/2025).

Pelaku Adefrianto Syahputra (36) dan Mery Ana (42) ditangkap tim gabungan di sebuah penginapan Jumat (7/11) di Kota Sungai Penuh.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dom88  pelaku menyampaikan bahwa korban telah dijual ke kelompok SAD di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Korban dijual pelaku dengan harga Rp 80 juta.

Berbekal informasi itu, tim gabungan menuju lokasi yang disampaikan oleh pelaku. Bilqis akhirnya ditemukan kepolisan dan dibawa kembali ke Kota Makassar Sulawesi Selatan, sedangkan dua pelaku saat ini harus menjalani pemeriksaan oleh kepolisan.

Kasus penculikan hingga menjurus ke perdagangan orang terjadi pada hari Minggu (2/11) lalu di Kota Makassar.

Awalnya, sekira pukul 08.00 WIB, korban dibawa orang tuanya (pelapor) bermain di taman Pakui sekitar lapangan tenis di kota itu. Pelopor saat itu sedang bermain tenis. Beberapa waktu berselang, sekira pukul 10.00 WIB, pelapor mengecek korban di taman, namun yang bersangkutan sudah tidak ada di lokasi.

Pelapor telah berusaha mencari korban namun tidak ditemukan, selanjutnya membuat laporan penculikan di Polrestabes Makasar.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, tim Satreskrim Polrestabes Makasar berhasil melakukan penangkapan pelaku penculikan anak tersebut di wilayah Makassar. Namun ternyata, Bilqis telah dijual kepada pelaku lain di Yogyakarta.

Selanjutnya Tim Satreskrim Polrestabes Makasar melakukan pengejaran ke Yogyakarta dan melakukan penangkapan pelaku di Yogyakarta, dom88 namun korban telah dijual kepada pelaku Adefrianto dan Mery Ana di Jambi.

Berbekal informasi tersebut, Satreskrim Polrestabes Makasar melakukan pengejaran terhadap pelaku di Jambi. Berdasarkan informasi bahwa kedua pelaku tersebut berada di wilayah hukum Polres Kerinci.

Jumat, 14 November 2025

Polisi Tetapkan 8 Tersangka Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi

 

Jadi intinya...

  • Polda Metro Jaya menetapkan delapan tersangka kasus dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi.
  • Tersangka dibagi dua klaster dengan pasal berbeda, berawal dari tuduhan publik.
  • Jokowi melaporkan kasus ini, penyidik menyita ijazah asli untuk diuji forensik.

    Polda Metro Jaya menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyebaran tuduhan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.

“Menetapkan 8 orang jadi tersangka,” kata Asep di Markas Polda Metro Jaya, Jumat (7/11/2025).

Asep mengatakan, 8 tersanga tersebut dibagi ke dalam dua klaster, klaster pertama terdiri dari lima tersangka, dan klaster kedua tiga tersangka. "Masing-masing klaster dikenakan pasal yang berbeda," ucap Asep.

Kasus ini berawal dari tuduhan sejumlah pihak yang meragukan keaslian ijazah sarjana Jokowi dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tuduhan tersebut sempat ramai dibicarakan publik setelah Roy Suryo bersama beberapa pihak menggugat keaslian ijazah tersebut melalui jalur hukum.

12 Orang Sebagai Terlapor

Menanggapi tuduhan itu, Presiden Jokowi pada 30 April 2025 melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya dengan didampingi sejumlah penasihat hukum.

“Ya ini, sebetulnya masalah ringan, urusan tuduhan ijazah palsu. Tetapi perlu dibawa ke ranah hukum agar semua jelas dan gamblang ya,” kata Jokowi, Rabu.

Setelah laporan dibuat, penyidik bergerak dom88 cepat dengan menaikkan status perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan, karena ditemukan adanya dugaan unsur pidana fitnah dan pencemaran nama baik.

Dalam proses penyelidikan, polisi mendata 12 orang terlapor, di antaranya Roy Suryo, Abraham Samad, Eggi Sudjana, Damai Hari Lubis, dan Tifauzia Tyassuma. Setelah melalui proses gelar perkara, delapan di antaranya resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Selama proses penyidikan, Presiden Jokowi telah diperiksa dua kali. Pemeriksaan pertama dilakukan di Polda Metro Jaya, dan pemeriksaan kedua berlangsung di Polresta Surakarta.

Sebagai bagian dari proses pembuktian, penyidik juga menyita ijazah asli Jokowi tingkat SMA dan S1 untuk diuji keasliannya di laboratorium forensik.

Terungkap Fakta Baru di Balik Pembunuhan Kacab Bank BUMN

  Jadi intinya... Rekonstruksi pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN MIP digelar dengan 17 tersangka. Rekonstruksi mengungkap penculikan MIP di...